Preview Arsenal 2014/2015: Ambisi ke Puncak

Akhirnya saya sempatkan diri untuk menulis artikel preview ini walau musim 2014/2015 telah berjalan kurang lebih sebulan. Alasan penundaan adalah alasan kesibukan pribadi (klise) dan jendela transfer yang belum ditutup hingga 2 minggu lalu. Bergabungnya Welbeck dan hasil seri melawan City rasanya menjadi timing yang tepat untuk diluncurkannya artikel ini. Tidak terlalu panjang tapi saya akan mencoba membahas kekuatan dan kelemahan Arsenal musim ini dan target klub musim ini.

Skuad Utama

Dengan dibelinya Sanchez, Debuchy, Ospina, Chambers dan Welbeck, skuad Arsenal tidak dipungkiri lagi di atas kertas lebih kuat daripada musim lalu terutama di lini depan. Bersama dengan pemain muda yang makin matang, skuad utama Arsenal terdiri dari 31 pemain seperti terlihat dalam foto di bawah ini.

Arsenal First Team Photocall
Arsenal First Team Photocall

Dari depan ke belakang, kiri ke kanan:

  1. Sanchez, Wilshere, Ozil, Rosicky, Mertesacker, Wenger, Arteta, Koscielny, Podolski, Walcott, Cazorla
  2. Debuchy, Coquelin, Ramsey, Giroud, Sanogo, Diaby, Chambers, Welbeck, Bellerin, Flamini, Gibbs, Chamberlain
  3. Gnabry, Zelalem, Akpom, Martinez, Szczesny, Ospina, Hayden, Monreal, Campbell

Arsenal bisa mendaftarkan 31 pemain karena memiliki banyak pemain U-21. Selain Bellerin, Hayden, Zelalem, Akpom yang baru dipromosikan musim ini, Sanogo, Gnabry dan Chamberlain juga masih masuk kategori U-21. Total ada 7 pemain U-21 sehingga kuota 25 pemain di EPL masih dapat dipenuhi Arsenal, walaupun memiliki total 31 pemain tim utama. Pembagian pemain berdasarkan posisi dan jumlah pemain di tiap posisi bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Posisi dan Formasi
Posisi dan Formasi

Bila tidak ada pemain yang cedera, maka tim ini cukup seimbang dan “dalam” di semua lini. Lini belakang sedikit riskan karena 3 pemain dari 8 pemain tersebut adalah pemain U-21 yang belum cukup jam terbang padahal posisi pertahanan adalah posisi yang paling mementingkan pengalaman. Posisi penjaga gawang tercover dengan baik dengan tambahan Ospina yang adalah kiper kelas dunia dan Martinez sebagai kiper ketiga terbaik di liga. Lini tengah penuh dengan pemain kreatif dan pertanyaan utama adalah gagalnya Arsenal menggaet DM baru mengingat performa Flamini di posisi tersebut kurang meyakinkan dan pergerakan Arteta yang makin lamban dimakan usia. Lini depan paling menjanjikan dengan ditambahnya pemain sekelas Sanchez dan Welbeck. Tampaknya cedera Giroud bisa menjadi blessing in disguise bila Welbeck mampu mencetak gol rutin di pertengahan pertama musim ini. Prospek tersebut telah terlihat dari penampilannya melawan City dan saat international break bersama Inggris. Kita tinggal menghitung hari saat Welbeck mencetak gol pertamanya karena Sanchez ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk mencetak gol pertamanya. Total sudah 3 gol disarangkan Sanchez hanya dalam sebulan debutnya. Tidak ada pemain yang lebih cepat nyetel dengan Arsenal sejak debutnya daripada Alexis Sanchez.

Review Transfer Arsenal

Saya pribadi cukup puas dengan hasil transfer Arsenal musim ini walaupun kebanyakan fans Arsenal menggerutu soal gagalnya Arsenal merekrut DM dan CB baru. Sedikit perspektif untuk hal ini:

  1. Musim ini adalah pembelanjaan terbesar Arsenal dalam sejarah klub. Arsenal menghabiskan sekitar 80 juta pounds untuk 5 pemain baru, dan setelah penjualan pemain net transfernya menjadi sekitar 60 juta pounds (dikurangi penjualan Vermaelen, Eisfeld dan Djourou). Angka net transfer ini hanya di bawah Manchester United musim ini yang terpaksa belanja besar-besaran demi mimpi empat besar mereka (ironis setelah fansnya gemar mengejek finish top four kita setiap musim). Inilah bukti ambisi Arsenal yang tidak pelit belanja. City dan Chelsea sendiri terpaksa membatasi belanja pemain mereka karena aturan FFP. Chelsea beruntung karena mereka berhasil “menipu” PSG agar membeli David Luiz senilai 50 juta pounds. Lebih mahal dari Mesut Ozil, bayangkan.
  2. Kegagalan merekrut DM baru dari daftar nama seperti: Lars Bender, Morgan Schneiderlin, William Carvalho perlu dipahami dengan perspektif yang pas karena ketiga pemain tersebut nyatanya tidak pindah dari klub asalnya. Artinya klub asal mereka tidak berminat menjual pemain tersebut, dengan harga pasar, pada musim ini. Diperlukan kesepakatan ketiga pihak agar transfer bisa terjadi. Schneiderlin yang memaksa untuk pindah juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika Southampton menolak menjualnya ke Sp*rs. Apalagi tiga pemaini ini masih memiliki kontrak yang cukup panjang. Arsenal menolak membeli DM kualitas tanggung atau DM tidak berpengalaman seperti Adrien Rabiot misalnya. Atau pemain yang bukan DM seperti Sami Khedira (yang langsung cedera di awal musim, sialnya). Arsenal memilih menunggu transfer window berikutnya untuk kembali mencoba pembelian DM baru. Januari ini rasanya akan ramai kembali rumor seputar ketiga pemain tersebut. Saya pribadi akan menambahkan nama Paul Pogba di Januari atau Juni tahun depan. 🙂
  3. Kegagalan merekrut CB ini baru layak disesalkan. Nama pemain seperti Manolas yang sempat mendekat ke Arsenal tidak menjadi kenyataan (ia memilih bergabung dengan Roma). Beberapa nama alternatif beredar di hari terakhir transfer window namun tidak ada satupun yang menjadi kenyataan. Prediksi saya adalah nama pemain-pemain yang beredar tidak cukup memuaskan Wenger. Mereka bisa jadi tidak lebih baik dari Vermaelen dan bila ada yang lebih baik, tidak dijual oleh klubnya (Hummels). Kita bisa melihat contoh MU yang hanya berhasil merekrut satu CB dalam diri Marcus Rojo padahal Van Gaal ingin memainkan formasi 3-5-2 yang artinya mereka butuh paling tidak 5 pemain CB berkualitas. City membeli Mangala seharga Sanchez padahal ia “hanyalah” CB ketiga di timnas Perancis, tidak bermain sama sekali di Piala Dunia. Kelangkaan CB sebagaimana kelangkaan CF dalam transfer musim ini adalah fenomena baru. Eropa sepertinya memupuk dan kaya akan pemain tengah kreatif, namun miskin pemain depan dan belakang sedangkan Amerika Latin sebaliknya. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan kesempatan pada pemain belakang dan depan muda untuk bermain di liga elit, berkompetisi dengan pemain-pemain terbaik dunia dan Arsenal akan melakukan itu terhadap Chambers dan Welbeck.

Buat saya, nilai transfer Arsenal musim ini adalah 8. Puas tapi tidak sempurna. Bagi yang masih kecewa, mungkin disebabkan oleh momentum di deadline day transfer window. Coba dibalik misalnya Arsenal membeli Welbeck di awal transfer window dan membeli Sanchez di akhir transfer window. Rasanya fans Arsenal akan tenggelam dalam euforia sebagaimana saat Arsenal membeli Ozil musim lalu. Lagi-lagi ini soal perspektif, yang dipengaruhi situasi dan momentum. Silakan direnungkan.

Prediksi saya, munculnya peluang membeli Welbeck dan cedera panjang Giroud membuat Arsenal memilih menghabiskan sisa pundi transfer untuk seorang striker daripada untuk seorang CB cadangan kualitas rata-rata. Langkah ini tidak dapat dibantah adalah cermin ambisi Arsenal ke puncak daripada bertahan untuk peringkat keempat. Akan saya jelaskan mengapa di bagian berikutnya.

Formasi 4-1-4-1

Formasi yang mulai dicoba Wenger sejak pre-season ini adalah varian terbaru dari 4-3-3 yang menjadi cetak biru Arsenal pasca Invincibles. Wenger mencoba formasi ini karena ingin memainkan Wilshere dan Ramsey bersamaan sebagai duo box-to-box yang di-cover satu DM. Posisi AM dengan sendirinya hilang dan digantikan dengan dua pemain tengah-luar yang bisa menjadi pemain sayap atau playmaker yang beroperasi dari sayap ke tengah (ingat Pires?). Keuntungan formasi ini adalah Wenger tidak perlu memilih antara Ramsey dan Wilshere dan bukan kebetulan pula Wilshere menjadi pemain terbaik Arsenal saat melawan City karena formasi ini. Kerugiannya adalah Ozil menjadi pemain yang dikorbankan dari posisi favoritnya sebagai No.10 tulen. Ia terpaksa bermain di sayap, dan dapat masuk ke tengah hanya bila dua pemain B2B Arsenal tidak mengisi posisi tersebut. Apakah Wenger memilih mengorbankan Ozil demi Wilshere? Bila kita menganalisa lebih dalam, bukan itu maksud perubahan formasi ini.

Kelebihan formasi 4-1-4-1 ini adalah fleksibilitas. Hanya dengan satu pergantian pemain, formasi ini bisa dengan cepat berubah menjadi 4-2-3-1, 4-1-2-3 (4-3-3), atau bahkan 4-4-2 (lihat tabel di atas). Artikel ini mengupas bagaimana Guardiola dengan Bayern Muenchen-nya mengadopsi 4-1-4-1 menjadi formasi utama mereka yang fleksibel. Rasanya bukan untuk mencontoh Guardiola, Wenger menerapkan formasi ini sejak awal musim. Namun ada sebab khusus karena pengalaman musim lalu dan eksperimen untuk memperbaiki kekurangan musim lalu, terutama saat menghadapi tim besar.

Untuk memahami lebih dalam formasi 4-1-4-1, artikel ini bisa menjadi pembuka. Artikel di blog yang menganalisa taktik sepakbola Jerman ini mengulas bagaimana formasi 4-1-4-1 bisa menghasilkan pressing yang efektif, dan juga “jebakan pressing”. Dengan menguasai 2 lini dari 4 yang tersedia dan kemudahan untuk pindah lini dari empat pemain di lini tengah, formasi ini sangat fleksibel dan efektif dalam menerapkan pressing. Artikel taktik tersebut menjelaskan bagaimana 4-1-4-1 bisa menjebak lawan dalam ruang yang dikurung pemain tengah dan depan yang lalu memaksanya melakukan operan yang tidak akurat sehingga terjadi transisi. Jack Wilshere mengatakan hal ini setelah pertandingan lawan Man City:

That first five seconds is important – we want to win the ball back in a dangerous position. You saw it with the first goal, we won it high up the pitch. Once we get behind the midfield with runners, teams can’t live with us.

Taktik Arsenal melawan Man City adalah melakukan pressing tinggi di area lawan, memaksa mereka kehilangan bola, dan transisi terjadi dengan cepat karena jarak (terjadi di area lawan) dan waktu yang pendek (kecepatan pemain Arsenal). Lawan yang baru saja kehilangan bola tidak punya cukup waktu untuk menyusun kembali formasi bertahan. Gol pertama Wilshere adalah contoh keberhasilan taktik tersebut.

Gol kedua terjadi ketika clearance yang tidak mulus berhasil disundul kembali oleh Wilshere yang bergerak dari lini kedua. Sanchez yang berada di lini depan menyamber bola dengan teknik yang tinggi. Gol ini hanya bisa terjadi karena banyaknya pemain Arsenal yang memenuhi lapangan lawan. Ini tidak lain karena formasi 4-1-4-1.

Wenger terkenal dengan ucapannya yang mengatakan memperbaiki pertahanan jauh lebih mudah daripada memperbaiki serangan dan hal itu benar adanya. Melirik jumlah gol Arsenal musim lalu yang berselisih jauh dari Man City dan Liverpool, jelas area ini yang ingin dibenahinya musim ini. Selain dengan merekrut Sanchez dan Welbeck, perpindahan formasi dari 4-2-3-1 yang menitik beratkan ball possession ke formasi 4-1-4-1 yang menitik beratkan pada high pressing bertujuan untuk memperbaiki serangan Arsenal. Meningkatkan jumlah peluang dan gol yang tercipta dengan menambah daya dobrak lini depan dan memperbanyak jumlah transisi berbahaya di lapangan lawan. Berdasarkan pertandingan melawan Man City ini, hasilnya cukup menjanjikan. Inilah senjata Arsenal melawan momok tim besar musim lalu. Arsenal akan menyerang daripada bertahan. Tekanan lebih pada mencetak gol daripada menjaga clean sheet. Dan kecepatan Welbeck, Sanchez serta Walcott yang akan bergabung bulan depan akan menjadi faktor penting dalam peningkatan daya serang Arsenal ini.

Latihan Set Pieces

Bila perubahan ke formasi 4-1-4-1 untuk sementara meningkatkan daya serangan Arsenal, kelemahan masa lalu berupa kebobolan gol set pieces kembali terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh belum mantapnya Zonal Marking Arsenal, atau karena absennya Giroud yang biasanya menambah tinggi rata-rata pemain Arsenal. Musim lalu hal ini telah diperbaiki Arsenal dan Arsenal harus segera memperbaikinya di awal musim ini. Szczesny telah memastikan hal ini tidak luput dari perhatian pemain.

We do realise that set pieces have been a weakness for us recently. We’ve conceded [a couple] of goals already and it’s very early in the season.

We did very well last season on set pieces and we’re a bit disappointed. We’ve been working on it in training so hopefully we’ll put that right on Tuesday.

Saya tidak terlalu kuatir dengan hal ini. Set pieces bisa dilatih. Pemain-pemain baru hanya perlu beradaptasi dengan Zonal Marking Arsenal saat set pieces. Selain defensive set pieces, yang perlu dilatih Arsenal juga adalah offensive set pieces. Adanya Sanchez dan Wilshere yang gemar dribbling sudah pasti akan mengundang banyak foul di area berbahaya lawan. Sayang sekali bila set pieces hasil foul ini tidak dimanfaatkan optimal oleh Arsenal. Saat melawan City, banyak peluang set pieces terbuang percuma karena delivery yang tidak bagus.

Mesut Ozil

Seperti Wilshere yang dikritik sebelum pertandingan kemarin, kali ini giliran Ozil yang mendapatkan kritikan keras pundit bola maupun fans Arsenal sendiri. Kritikan ini seputar perbandingan penampilan dirinya dengan Sanchez. Ozil berjuang untuk mempengaruhi pertandingan dari posisi kiri luar Arsenal namun masih kurang sukses sementara Sanchez sudah menyumbang gol. Sebagian kritik juga dilemparkan kepada Wenger yang memainkan Ozil di sayap kiri (sesungguhnya bukan sayap kiri dalam 4-1-4-1). Namun sebagian besar kritik ini dilemparkan tanpa mengerti keinginan Wenger untuk melatih timnya dalam formasi baru ini.

Ozil bukan Fabregas yang tidak akan bisa bermain di posisi kiri atau kanan luar dari formasi ini. Ozil punya kecepatan, punya teknik dribbling yang lumayan dan ia mampu memberikan umpan-umpan berbahaya dari sisi luar. Ia juga sesekali bergerak ke tengah saat area tersebut kosong. Dengan fleksibilitas yang ditawarkan formasi ini dan Sanchez yang juga nyaman bermain di kiri dan kanan, Ozil berkali-kali berganti posisi sepanjang pertandingan dari kiri luar ke kanan luar, ke tengah, atau bahkan ke depan menemani Welbeck saat counter attack. Apresiasi Ozil akan ruang dan kecerdasan taktiknya membuat ia akan mampu beradaptasi dengan formasi ini sebagaimana yang ia lakukan dengan formasi timnas Jerman di Piala Dunia baru. Fabregas tidak akan mampu melakukannya (dan mungkin ini yang menjadi pikiran Wenger saat menolak kembalinya eks kapten Arsenal itu). Ozil menjadi kunci kesuksesan formasi 4-1-4-1 ini dan ia bahkan bisa lebih berbahaya dengan berkurangnya marking lawan terhadapnya di posisi luar dari lini kedua Arsenal tersebut.

Bersama Ramsey dan Wilshere yang sudah makin kompak (duo ini menghasilkan kombinasi operan tertinggi antara dua pemain), Ozil akan membentuk segitiga kreativitas maut dengan Welbeck dan Sanchez sebagai outlet-nya. Dan karena Sanchez dan Welbeck sendiri juga memiliki operan akurat, peran tersebut bisa berbalik sebagaimana ditunjukkan dalam gol Wilshere. Ramsey berlari ke kotak penalti menerima operan dari Sanchez, yang lalu dioper ke Wilshere yang kemudian mencetak gol. Serangan Arsenal akan bergantung pada lima pemain ini. Semakin lama, mereka akan semakin mengerti satu sama lain (mulai ditunjukkan oleh Ramsey-Wilshere), kombinasinya makin dahsyat. Kita tinggal menunggu beberapa pertandingan ke depan untuk melihat ledakan bom serangan Arsenal baru ini.

DM

Agar kelima pemain Arsenal bisa konsentrasi dalam menyerang dan pressing, perlu satu DM yang intelijen secara taktik, mampu membaca pertandingan dengan baik, dan mampu merebut bola dengan tackle ataupun interception. Hal itu ada pada sosok Arteta tapi tidak pada Flamini. Sayangnya pergerakan Arteta semakin lambat karena faktor usia. Schneiderlin ataupun Carvalho akan cocok di posisi ini. Sayangnya lagi kedua pemain ini tidak dijual (baca: tidak pada harga yang wajar). Wenger telah berkali-kali berupaya membeli Lars Bender dan gagal. Saya rasa ia akan kembali mencoba di Januari ini untuk ketiga pemain ini. Ini satu-satunya keping puzzle Arsenal yang hilang.

Untuk sementara ini kita hanya bisa berharap Arteta tetap fit dan mampu mengemban tugas mengawal lini belakang Arsenal dengan bantuan pressing tinggi empat pemain di depannya. Perubahan formasi ini akan membantunya karena lawan mesti berhadapan dengan empat pemain di depannya terlebih dahulu. Arteta akan berfungsi sebagai sweeper yang menyambut bola muntahan atau bola operan jauh lawan daripada sebagai destroyer tunggal di tengah lapangan. Flamini kurang berhasil melakukan hal tersebut saat lawan City, mari kita lihat Arteta saat melawan Dortmund.

Sekilas Seputar Rival

Rival Arsenal untuk gelar juara liga musim ini ada 4: Man City, Chelsea, Liverpool, Man United. Dari lima tim yang bersaing untuk trofi puncak ini, 4 akan gagal dan hanya 1 yang akan berhasil. Sejauh ini hanya Chelsea dan Arsenal yang belum terkalahkan. Lawan Chelsea terlalu mudah di 4 pertandingan awal ini dan Liverpool telah kalah dua kali. Man United sedang berjuang mengatasi masa adaptasi dengan pelatih barunya. Prediksi saya bila Arsenal tidak didera cedera baru sampai pertengahan musim, puncak klasemen musim dingin akan diperebutkan antara 3 tim: Chelsea, Man City dan Arsenal. Setelah itu, aktivitas di transfer window Januari nanti akan mempengaruhi sisa kompetisi.

Di antara ketiga klub tersebut, Chelsea seakan-akan terlihat paling siap untuk gelar juara liga. Namun jangan tertipu dengan skor tinggi, duet Fabregas-Costa dan hasil kemenangan empat kali beruntun. Saya justru melihat ada kelemahan besar Chelsea di lini belakang. Kelemahan ini akan terekspos saat mereka dijamu Man City minggu depan. Sementara Arsenal memperbaiki lini belakangnya, Chelsea baru akan menyadari hal yang sama di pekan-pekan berikutnya. Pertemuan kedua tim ini di Matchday 7 akan menentukan posisi relatif keduanya di klasemen. Saya prediksi puji-pujian terhadap Chelsea akan berhenti di hari itu.

Ambisi Juara

Setelah masa paceklik selama hampir sepuluh tahun, Arsenal mulai memanen hasil pengencangan ikat pinggangnya dengan gelar juara Piala FA musim lalu. Target Arsenal musim ini jelas adalah gelar juara liga. Namun seperti yang telah dibahas di atas, dari 5 tim yang sangat ngotot ingin juara hanya 1 tim yang akan berhasil dan 4 lainnya sudah pasti akan kecewa. Hal realistis ini mesti disadari oleh fans Arsenal. Yang mesti menjadi target Arsenal adalah berada sedekat mungkin dengan puncak klasemen. Musim lalu jarak itu berhasil kita potong menjadi 7 poin. Musim ini barangkali kita bisa memotongnya menjadi 3 poin, atau bahkan 0 poin?

Manajemen Arsenal telah mendukung ambisi juara ini dengan pembelanjaan yang memecahkan rekor. Sekarang tinggal Wenger dan timnya meracik resep kemenangan dan kemudian para pemain untuk mengeksekusinya. Kita sangat berpeluang untuk menjadi juara musim ini, dan yang kita nantikan adalah penampilan hingga titik darah penghabisan semua pemain Arsenal. Menurut banyak pemain Arsenal saat ini, atmosfer di ruang ganti dan latihan sekarang adalah yang terbaik dalam belasan tahun belakangan ini. Mari kita terus pertahankan harmonisnya atmosfer ini dengan dukungan tanpa henti kepada klub tercinta. Ingat dengan semboyan Victoria Concordia Crescit. Tidak ada kemenangan yang bisa lahir dari suasana yang tidak harmonis. Hentikan ejekan kepada akun twitter pemain Arsenal, berikan support tanpa henti, dan nikmati semua pertandingan demi pertandingan Arsenal musim ini.

Up The Arsenal!

Antara London dan Istanbul

Tadinya saya ingin menulis artikel preview musim 2014/2015, namun karena alasan waktu (klasik) dan belum selesainya aktivitas transfer Arsenal, tulisan tersebut saya tunda dulu. Untuk mengisi blog yang kosong ini dan karena permintaan beberapa follower Twitter @JalanArsenal maupun @benhan sementara Arsenal sudah memulai musim, saya akan mencoba menulis tulisan-tulisan singkat review atau preview pertandingan-pertandingan Arsenal di awal musim ini sambil mencoba menanggapi rumor tentang transfer pemain tentunya.

Arsenal 2 – Crystal Palace 1

Sabtu lalu, Arsenal memulai musim dengan tiga poin yang didapatkan dengan cukup sulit. Ketinggalan lebih dulu oleh Crystal Palace dari gol set pieces, Arsenal melakukan comeback lewat gol Koscielny dan gol injury time Aaron Ramsey (siapa lagi?). Ada kemiripan start awal musim ini dengan akhir musim lalu (final FA Cup), di mana Arsenal kembali membuat fans-nya deg-degan hingga akhir pertandingan. Namun saya pribadi cukup tenang dengan pertandingan pertama ini. Dalam hati ini seperti ada firasat Arsenal akan menang pada akhirnya. Possession yang sampai 75% dan Palace yang notabene tidak membuat peluang berarti selain dari gol Hangeland, serta mental juara Arsenal (hal baru) adalah kombinasi yang bisa menimbulkan kepercayaan diri para pemain Arsenal untuk mengambil hasil maksimal dari pertandingan ini. Dan kepercayaan diri tersebut ikut menular ke penonton, ke fans Arsenal.

Chambers

Yang menjadi sorotan dari pertandingan kali ini adalah penampilan cemerlang Chambers. Setelah tampil cemerlang di Community Shield dan Emirates Cup, Chambers membuktikan walau baru berusia 19 tahun, kualitasnya bukan KW dan ia pantas tampil di kompetisi level elit. Mengambil sementara posisi Mertesacker, kualitas BFG juga di-copy olehnya yang antara lain: kemampuan membaca pertandingan dan memenangkan bola-bola atas. Arsenal menduetkan bek tengah dengan dua kualitas yang berbeda: Mertesacker yang menyerang bola atas, memimpin Zonal Marking Arsenal, membaca serangan lawan, melakukan interception dan Koscielny yang lebih cepat bertugas marking man to man striker lawan (tidak ada yang lebih baik darinya dalam hal ini di EPL), recovery bola dan pemain yang lepas dari tackling atau offside trap. Duet pertahanan “attacking” dan “recovering” dalam sosok Mertesacker dan Koscielny ini demikian efektif sehingga pemain pelapisnya mesti bisa memainkan salah satu peran dengan sama baiknya. Untuk hal ini Vermaelen gagal, dan terpaksa dijual ke Barca. Chambers menurut saya lebih bisa dan cocok memainkan peran Mertesacker. Sekarang kita tinggal mencari pelapis Koscielny. Mungkinkah Kostas Manolas yang dirumorkan sebagai incaran Wenger berikutnya adalah pemain dengan tipe yang sama? Saatnya searching video di youtube. Kalau malas, paling tidak scouting report ini sekilas menyiratkan ia punya kualitas yang mirip dengan Koscielny:

What particularly caught our attention was his ability to recover into position. He was able to beat the attackers of Colombia, pace for pace, to ensure he didn’t lose possession from a through ball.

Sang Kapten

Selain penampilan cemerlang Chambers dan Koscielny, yang menarik juga adalah penampilan sang kapten baru Arsenal, Mikel Arteta. Banyak kritik pedas terhadapnya dari fans Arsenal yang menginginkan adanya DM baru untuk menggantikan Arteta. Sang kapten dirasakan lambat, dan tidak kuat lagi secara fisik sehingga tidak mampu mengemban tugas DM dengan maksimal. Namun di pertandingan melawan Palace, kualitas Arteta justru bersinar. Kemampuannya membaca serangan lawan membuatnya selalu ada pada posisi yang tepat di saat kritis. Dan seperti biasa distribusinya membuat Arsenal terus mendominasi permainan. Operan ke samping, belakang, dan depan dalam rangka mempertahankan “Order”, keteraturan dalam serangan Arsenal adalah kunci dari 75% ball possession tersebut. Dan sesuai filosofi Barca, ketika satu pihak menguasai bola, maka pihak yang lain tak dapat menyerang. Arteta tidak memberikan through ball fantastis karena memang bukan itu tugasnya. Tugasnya adalah merebut bola, melakukan interception, dan distribusi bola ke posisi aman. Dua pemain box to box dalam diri Ramsey dan Wilshere-lah yang berperan sebagai pencipta peluang Arsenal dalam pertandingan itu. Walaupun demikian Arteta sesekali ikut bergabung dalam serangan Arsenal. Di kala hampir semua pemain menyerang Arsenal mengoper dengan tidak akurat dalam pertandingan ini, Arteta selalu akurat. Tanpa dirinya, “Order” tak akan dapat dipertahankan dan Palace bisa menciptakan peluang berbahaya. Wenger selalu respek dengan kepemimpinan dan kualitas Arteta. Beberapa kutipan berikut dari musim lalu menjadi alasan mengapa Wenger mempercayakan Arteta menjadi kapten Arsenal walaupun kontraknya sisa setahun dan belum diperpanjang.

He is very influential and he’s a leader – one of the leaders of the team and he’s a technical leader as well.

He didn’t get the credit Diaby or Cazorla received, but on the day I felt he was outstanding and played a very efficient, intelligent role.

He is a winner and he does what it takes to win, it’s as simple as that. If he sees that he has to sit to allow us to be efficient, he will do it.

If he needs to push forward, he will do it just because he wants to win. That’s why I made him vice captain.

I like Mikel Arteta because of his quality, his focus, his commitment and his winner’s attitude. I have big respect for what he has achieved this season. He is very conscientious, very professional and he has a couple of years left at the top.

Daripada membeli DM baru untuk langsung menggantikan peran Arteta, saya rasa Wenger akan memilih mencari DM muda untuk perlahan-lahan menggantikan Arteta dalam masa transisi satu-dua musim ini. Arteta jelas tidak akan jadi lebih muda, lebih kuat, lebih cepat, dan perannya perlahan-lahan akan berkurang. Ia masih punya kepemimpinan dan visi yang akan sangat berguna untuk pemain-pemain muda Arsenal. Namun penggantinya perlu mulai dicari musim ini. Beberapa rumor seperti Carvalho (yang tipenya agak berbeda, lebih physical), Schneiderlin (yang tipenya mirip), atau Rabiot (bakat muda yang masih perlu banyak diasah) dilansir sebagai target DM baru Arsenal. Kita tunggu dan setelah dua pertandingan lawan Besiktas, rasanya kita akan tahu siapa yang sebenarnya diincar Wenger.

Serangan yang Belum Klik

Alexis memperlihatkan kualitasnya sekilas namun operannya masih banyak yang tidak akurat. Cazorla, Wilshere, Ramsey, Chamberlain juga sering salah mengoper. Sanogo tampil di bawah standarnya sendiri. Ia tampak kikuk, dan first touch-nya tidak bekerja. Pertandingan hari itu dimenangkan oleh pemain bertahan. Koscielny berperan besar dalam dua gol Arsenal. Tampak sekali Arsenal belum siap secara fisik maupun teknik di pertandingan ini. Seperti kata Wenger, musim dimulai seminggu lebih awal. Mudah-mudahan melawan Everton nanti lini depan dan tengah Arsenal bisa lebih klik. Sayangnya sebelum itu, mereka harus siap melawan teror fans Besiktas di Istanbul, yang terkenal galak.

Saya akan lebih memilih memainkan Chamberlain daripada Alexis di sayap kanan Arsenal malam nanti. Alexis terlihat sangat tidak siap dan Chamberlain akan lebih mudah bekerja sama dengan pemain-pemain yang sudah dikenalnya. Ramsey dan Wilshere tetap di tengah bersama Arteta (atau mungkin Flamini), dan Giroud memimpin di depan. Cazorla tetap di sayap kiri dan backfour sama dengan Monreal menggantikan Gibbs yang cedera. Chambers akan baik-baik saja dan Koscielny tampaknya fit untuk malam ini. Maka formasi Arsenal vs Besiktas:

Formasi 4-1-2-3: 

Szczesny – Debuchy, Chambers, Koscielny, Monreal – Arteta – Ramsey, Wilshere – Chamberlain, Giroud, Cazorla

Tidak ada alasan untuk kuatir berlebihan di awal musim seperti ini namun dua pertandingan kualifikasi Liga Champions ini juga tak boleh dianggap remeh. Rekor 12-0 dalam babak kualifikasi UCL selama rezim Wenger mesti dipertahankan dan diperpanjang. Permainan Arsenal mesti lebih baik daripada Sabtu lalu dan saya yakin kita bisa. Seperti mesin diesel yang baru dihidupkan, semakin lama akan semakin panas, demikian juga Arsenal. Seiring dengan waktu, permainannya akan semakin baik karena pemain mulai makin tajam secara teknik dan makin fit. Kombinasi-kombinasi akan hadir kembali, bola akan dioper semakin cepat, dan peluang yang tercipta makin banyak. Mencetak gol tidak akan menjadi masalah buat kita apalagi setelah hasil bagus 3-0 di Community Shield. Ramsey bisa memikul beban ini sementara rekan-rekannya sedang beraklimatisasi.

Untungnya di tim Arsenal saat ini tidak ada pemain seperti Gerrard. Bisa dipastikan Demba Ba tidak bisa mengambil keuntungan dari pemain Arsenal yang terpleset oleh kulit pisang imajineri di lapangan malam ini.

Oh ya, media di Inggris sedang sibuk memuji Fabregas dan menjagokan Chelsea sebagai kandidat juara liga Inggris musim ini (setelah menang lawan Burnley, tim promosi paling lemah musim ini). Saya punya banyak catatan soal Fabregas tapi biarlah itu menjadi bahan untuk tulisan berikutnya. Kita mesti punya senjata rahasia dalam berbagai hal, bukan?

PUMA dan Alexis Mulai Era Baru Arsenal

FUTURE, FOREVER,VICTORIOUS

Tanggal 10 Juli 2014 jam 11 malam hari waktu London menjadi penanda era baru Arsenal. Setelah dua puluh tahun menggunakan Nike, Arsenal pindah sponsor kostum ke Puma mulai musim ini. Perusahaan alat dan kostum olahraga milik saudaranya pendiri Adidas ini memberikan kontrak sponsorship kit tertinggi di Inggris ke Arsenal. Semalam, mereka melakukan launching kit baru Puma Arsenal secara spektakuler di atas sungai Thames. Proyeksi video ke pancuran air dengan warna dominan merah, kuning dan biru disertai narasi dari Wenger pasti menarik perhatian warga London di sekitar. Puma terkesan serius dengan launching kit baru Arsenal ini. Hashtag #StrongerTogether menjadi tema pesan malam itu selain Future, Forever, Victorious yang menjadi label untuk masing-masing kit Cup (biru), Home (merah) dan Away (kuning). Setelah itu, toko Puma di Carnaby Street dibuka untuk pembelian awal fans Arsenal yang sudah tidak sabar memakai kostum baru. Arteta, Cazorla dan Flamini dihadirkan langsung sebagai kejutan untuk fans. Walaupun Alexis Sanchez, pemain baru Arsenal tidak ada di lokasi, berita resmi transfernya telah cukup membahagiakan semua fans Arsenal malam itu.

Proyeksi Video di Pancuran Air Sungai Thames

Secara desain, kostum Puma ini terlihat lebih menarik daripada kostum Nike musim lalu (walaupun kostum Away Nike yang kemarin itu terlihat lebih bagus). Model Regular Fit juga akan terlihat bagus untuk pesepakbola yang badannya atletis. Untuk Gooners, hal ini mungkin menjadi tantangan buat kita untuk memulai diet. Terutama fans Arsenal yang sudah berkepala tiga hehe. Demi terlihat gagah berbalut kostum Puma ini, lima sampai sepuluh kilo wajib dibakar.

Favorit saya adalah baju kaos Forever alias Home dan kaos kakinya Victorious (Away). Warna kuning dengan strip biru itu terlihat sangat pas dan sungguh menggoda untuk dipakai. Secara umum ketiga tema kostum Arsenal ini masuk kategori desain yang menarik untuk dipakai komplet. Puma mesti diacungi jempol urusan desain kostum bola Arsenal pertama mereka. Launching yang spektakuler dan desain yang serius, langkah awal yang bagus untuk menjadi Stronger Together.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez, A Gunner

Tanpa mesti beraksi di lapangan hijau, Alexis Sanchez telah terlihat pantas sebagai seorang Gunner. Ia bertubuh kecil tapi kekar. Satu kata yang diasosiasikan Wenger dengannya bukan kecepatan, tapi Power. Alexis, demikian nama yang dipilihnya untuk di belakang kostumnya, diyakini Wenger dan Arteta akan menambah power Arsenal. Ia kuat, dan sudah pasti cepat, dua kualitas yang sangat dibutuhkan di Premier League saat ini dan kebetulan dua kualitas yang kurang dimiliki Arsenal musim lalu, saat pemain-pemain cepatnya cedera.

Sanchez dibeli Arsenal dengan nilai sekitar 30 juta pounds dari Barcelona. Saya telah menulis kemarin sedikit tentang Sanchez dan kualitasnya. Ia adalah pemain terbaik kedua Barcelona musim lalu. Barcelona menjualnya dan Fabregas untuk mendanai pembelian Suarez. Dari segi umur (25), ia lebih muda 2 tahun dari Suarez (27). Dari segi kualitas, mungkin Suarez saat ini lebih unggul. Namun saya yakin Sanchez akan mencetak gol yang lebih banyak untuk Arsenal musim ini daripada 21 gol yang dicetaknya untuk Barcelona musim lalu. Ia lebih cocok bermain di Liga Inggris dengan space yang tersedia lebih luas daripada Liga Spanyol. Kecepatan dan kekuatannya bisa dioptimalkan di liga ini. Belum lagi ditambah dengan adanya Ozil yang bermain di belakangnya dan Giroud di depannya yang doyan melakukan flick satu sentuhan. Sanchez akan memanfaatkan kedua rekan barunya ini dengan optimal. Ia adalah pemain yang kita cari-cari semenjak hengkangnya Thierry Henry ke Barcelona. Walcott sendiri yang diharapkan dapat menggantikan Henry sampai saat ini belum pernah mencapai puncak permainannya, disebabkan oleh cedera panjang. Hadirnya Sanchez bisa mengurangi beban Walcott sebagai mesin gol Arsenal.

 Tidak heran kalau Wenger menolak kesempatan membeli kembali Fabregas dengan nilai transfer yang sama bukan?

Sanchez sebagaimana Suarez musim lalu adalah tipe pemain yang dibutuhkan Arsenal dan sangat diinginkan Wenger. Tidak heran Wenger berusaha membeli Suarez musim lalu. Kita butuh striker yang bisa menciptakan peluang untuk dirinya sendiri, dan mampu memanfaatkan penuh serangan balik cepat Arsenal dengan kecepatannya. Daripada membeli Benzema ataupun Balotelli atau pemain depan murni lainnya, pemain seperti Sanchez yang bisa bermain di semua posisi di depan sebagai winger, striker utama atau second striker, akan lebih berguna untuk Arsenal saat ini. Wenger tidak usah pusing memilih antara ia dan Giroud karena mereka berdua dapat bermain bersama. Kekurangan Walcott yang tidak memiliki naluri alami pesepakbola bisa ditutup oleh Sanchez. Walcott bahkan bisa belajar dari masternya bagaimana bermain dengan lepas dan bebas sebagai seorang striker di posisi manapun di depan. Giroud akan mendapatkan sokongan yang lebih cepat dan lebih rapat daripada yang selama ini ia dapatkan dari Podolski. Dilihat dari sisi manapun Sanchez adalah pembelian sempurna untuk musim ini. Tidak heran kalau Wenger menolak kesempatan membeli kembali Fabregas dengan nilai transfer yang sama bukan? Ia menyimpannya untuk Sanchez. Sorry ya Cesc.

Apa yang dilakukan Suarez selama ini di Liga Inggris, dengan gol-gol spektakulernya, Sanchez bisa melakukannya. Tidak percaya? Lihatlah golnya ke Madrid musim lalu di mana ia mempermainkan Varane dan Lopez dengan mudahnya.

Hristo Stoichkov, legenda Barca menyesali “kebodohan” Barcelona menjual pemain terbaiknya.

Because of those who do not understand football we must sell the best player we have at Barca. The policy of Barca was always like this, they do not like great players. [Alexis] is the best player for his pace, his battling qualities. He fights for every ball, he plays for the team. I like his mentality. He is leaving with his head high. He is a decisive player.

Kebiasaan Madrid dan Barca adalah membeli bintang setiap musimnya. Selain berkompetisi di lapangan hijau, kedua klub ini juga berkompetisi soal koleksi bintang setiap musim terlepas dari kebutuhan riilnya. Neymar dan Bale musim lalu dan kemungkinan besar musim ini soal Suarez dan Falcao/ James Rodriguez. Tentunya bintang yang mereka incar adalah pemain yang sedang top. Namun untuk melakukan itu mereka juga sering melepas bintang mereka sendiri, yang kurang populer, atau yang jadi korban politik dalam klub. Sanchez dan Ozil menjadi korban dari tradisi ini, dan Arsenal dengan lihainya berhasil menampung kedua bintang ini. Bersamaan itu klub rival kita, Sp*rs dan Liverpool mesti kehilangan pemain terbaik mereka ke duo klub Spanyol tersebut. Sekali sambit, dua burung kena. Secara tidak langsung kita membantu Barca dan Madrid melemahkan rival kita di Inggris, sembari memperkuat diri dengan mendapatkan pemain terbaik kedua Barca dan Madrid. Cerdas.

Dengan trend setiap musim minimal satu pemain bintang kelas dunia (musim ini barangkali akan ada dua) dibeli dari klub kaya Eropa, mungkin kita bisa mulai booking pemain untuk satu tahun berikutnya. Mungkin fans Arsenal mulai boleh mengkhayal tentang prospek James Rodriguez bermain untuk Arsenal 2015-2016? Era baru Arsenal berkat deal sponsorship baru Emirates dan Puma memungkinkan itu terjadi. Sebagaimana yang telah dibahas saya dua tahun lalu di seri blog Model Finansial Arsenal.

Faktor Wenger

Ada persamaan transfer Ozil dan Sanchez, keduanya diyakinkan oleh Wenger sebelum mengambil keputusan besar. Tidak mudah untuk memutuskan pindah dari klub bintang sekelas Barca dan Madrid ke klub yang reputasinya di bawah itu. Untuk orang-orang pada umumnya, serasa menjadi pecundang. Agar hati bisa mantap untuk memutuskan pindah dan tetap merasa yakin dengan masa depan, mereka butuh motivasi dan penenang yang kuat. Datanglah Wenger. Dalam percakapan empat mata pribadi dengan Ozil dan Sanchez, Wenger berhasil meyakinkan mereka bahwa tidak ada manager lain yang lebih mengerti tentang mereka daripada dirinya. Wenger berhasil meyakinkan bahwa bila masa depan mereka dipercayakan di tangannya, mereka akan puas dan berkembang. Sebagaimana seorang pria yang berhasil meyakinkan kekasihnya untuk hidup bersamanya, Wenger berhasil merekrut Ozil dan Sanchez tanpa mereka harus merasakan penyesalan pindah dari klub bintang.

Sanchez bertemu dengan Wenger di Brazil, di sela-sela Piala Dunia. Dalam percakapan pribadi tersebut, Wenger meyakinkannya bahwa kualitasnya cocok untuk bermain di Liga Inggris. Tadinya ia sudah siap kembali ke Italia setelah merasa tidak dibutuhkan di Barcelona. Wenger juga mengatakan padanya kalau ia telah mengikuti karir Sanchez sejak ia bermain di River Plate, Udinese dan terakhir di Barca. Wenger menjelaskan kepadanya apa yang akan ia lakukan bila Sanchez bergabung dengan Arsenal, tentang visinya untuk Sanchez. Hal sama yang ia katakan kepada Ozil. Sanchez terpesona, pulang, merenung dan kemudian mengatakan kepada agennya: “Lupakan semua klub lain, aku ingin bermain untuk Wenger dan Arsenal.” Cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Bukan sekali dua kali ini charm Perancis-nya Wenger bekerja. Saat merekrut Ramsey juga demikian. Ia menerbangkan Ramsey ke Swiss (saat itu sama, ia sedang menjadi komentator Euro) dengan pesawat jet khusus untuk menjelaskan kepadanya rencana terhadapnya. Sebelumnya Ferguson yang juga tertarik kepada Ramsey hanya mengutus Gary Neville untuk menemuinya dan mengajaknya melihat Old Trafford dan fasilitas latihan United. Ramsey lebih merasakan “cinta” Sang Professor dan akhirnya memutuskan bergabung dengan Arsenal, melupakan United yang merupakan klub idolanya sejak kecil. Keputusan itu terbukti benar musim lalu. Ia menjadi pemain terbaik Arsenal. Kepercayaan yang didapatkan dari kesan pertama itu tidak boleh dianggap remeh. Seringkali dalam hidup kita terkesan dengan seseorang hanya dalam sekali pertemuan. Wenger berkali-kali berhasil mengesankan calon pemain-pemainnya dalam pertemuan empat mata.

Cerita Thierry Henry juga sama. Mereka bertemu secara kebetulan (atau disengaja?) di pesawat setelah partai terakhir Juventus, tujuan Paris. Wenger dan Henry bercakap-cakap dan saat itu juga Henry mengatakan ia ingin bermain untuk Arsenal. Tentunya Wenger dan Henry sudah pernah bertemu sebelumnya di Monaco namun saat itu Henry masih pemain di tim mudanya. Tanpa perlu cerita panjang lebar lagi Henry menjadi pemain terbaik dalam sejarah Arsenal, semua itu berawal dari pertemuan secara kebetulan di pesawat.

Walaupun terlihat kaku, Wenger sesungguhnya adalah pribadi yang hangat dan disenangi pesepakbola. Dalam liburan merangkap kerjanya sebagai komentator TV Perancis di Brazil, ia menghabiskan waktu dengan bermain sepakbola pantai dan makan malam bersama para mantan pesepakbola tenar. Reputasinya di sepakbola internasional cukup harum dan para pemain baik mantan maupun yang masih aktif merasa senang bisa berasosiasi dengannya. Pemain yang akan bergabung bisa melihat daftar pemain yang “dicetaknya”: Henry, Vieira, Van Persie (sayangnya), Fabregas dan menyimpulkan bahwa ia bisa berkembang di bawah asuhan Wenger. Reputasi Wenger bahkan mungkin melebihi reputasi Arsenal untuk pemain-pemain Eropa dan Amerika Latin tersebut.

Makan Es Krim bersama Mantan Bintang (Vieiri, Veron dan Fabio Cannavaro)
Sepakbola Pantai bersama Lizarazu, Wiltord, Karembeu, Diomede, Dacourt

Menjadi komentator TV sambil merekrut pemain sekelas Sanchez? Not bad, Monsieur Wenger. Sebelum pulang dari final nanti, bagaimana kalau tambah satu pemain lagi dari timnas Jerman, Boss? Agen 007 kita yang menyamar sebagai pundit bola rasanya akan kembali dengan sukses dari misinya di Brazil hari Senin nanti.

The name is Wenger, Arsene Wenger

Tentang Rumor Transfer dan Piala Dunia (2)

Artikel ini menyambung bagian pertama sebelumnya, hanya saja sebentar lagi yang namanya rumor itu akan jadi kenyataan. Dalam beberapa jam lagi Alexis Sanchez dan Mathieu Debuchy akan diumumkan sebagai duo pemain baru Arsenal. Kemungkinan besar bersamaan dengan launching kaos bola baru Arsenal yang disponsori PUMA malam ini 11 pm GMT atau 05.00 WIB besok pagi.

Terus terang  saya tak lagi gugup dengan jadi atau tidaknya transfer Sanchez yang kabarnya mencapai nilai 30-35 juta poundsterling, hanya kalah dengan nilai transfer fantastis Ozil sepanjang sejarah Arsenal. Kemampuan Arsenal membeli pemain di tahun 2014 ini telah diprediksi di seri blog Model Finansial Arsenal di blog saya yang lama. Di tiga tulisan Model Finansial Arsenal tersebut saya menulis:

Tahun 2014 akan memulai babak baru dari naik kelasnya Arsenal. (Model Finansial Arsenal Part 1)

Di tahun 2014, potensi kenaikan pendapatan komersil sebesar 50 juta per tahun dan terbebasnya Arsenal dari cicilan utang stadion sebesar 20 juta per tahun akan menambah budget belanja pemain Wenger sebesar 70 juta per tahun menjadi 225 juta per musim, setara dengan Man United dan Chelsea. (Model Finansial Arsenal Part 2)

…pembelian Özil meletakkan kembali Arsenal di jajaran klub elit dan kaya dunia. First tier club yang belanja dari klub first tier juga. (Model Finansial Arsenal Part 3)

Alih-alih belanja dari klub gurem, Arsenal sekarang belanja dari dua klub terkaya dunia: Real Madrid dan Barcelona, dua musim panas berturut-turut. Dan kita tidak membeli pemain mereka yang hampir pensiun, atau pemain cadangan, atau pemain buangan. Kita membeli pemain kedua terbaik mereka (Ozil setelah Ronaldo, Sanchez setelah Messi) dengan harga premium. Hal ini mustahil terjadi di kondisi normal. Klub yang tidak butuh uang seperti Madrid dan Barca tidak perlu menjual pemain-pemain terbaik mereka. Adanya kondisi khusus memungkinkan itu, yaitu kedua klub sedang ingin me-refresh starting line up mereka dengan membeli pemain yang dirasakan (ingat kata kuncinya: dirasakan!) lebih baik lagi: Bale dan Suarez. Sp*rs dan Liverpool memungkinkan kita membeli Ozil dan Sanchez, ironisnya.

You sold Bale, we signed Mesut Ozil, Mesut Ozil, Mesut Ozil.

You sold Suarez, we signed Alexis Sanchez, Alexis Sanchez, Alexis Sanchez.

Tidak perlu diragukan lagi Sanchez akan mengubah Arsenal dari mobil Kijang menjadi mobil Ferrari. Kecepatan, dribbling, akurasi tembakannya hampir setara dengan Suarez. Plus ia tidak punya masalah psikologis di lapangan. Barca terpaksa menjual Sanchez karena ketidakcocokannya dengan Messi, walaupun ia menjadi kontributor gol dan assist kedua terbanyak di Barca, setelah Messi tentunya. Sanchez bisa menjadi Suarez-nya Arsenal. Lagi-lagi versi yang tanpa rasisme dan gigitan di lapangan.

Sanchez dikabarkan sedang melakukan medical di Arsenal di saat tulisan ini sedang dibuat. Apakah ia akan diumumkan hari ini? Mari kita tunggu. Tidak udah khawatir. Transfer ini pasti terjadi.

Selain Sanchez, pemain yang juga dipastikan akan bergabung dengan Arsenal dalam hitungan jam adalah Mathieu Debuchy. Debuchy akan menggantikan Sagna, sebagaimana ia menggantikan posisi tetap Sagna di timnas Perancis. Terus terang nama Debuchy telah dikaitkan dengan Arsenal sebelum ia pindah ke Newcastle. Dari pantauan penampilannya di Piala Dunia, ia bukanlah bek sayap yang jelek. Ia lebih ofensif daripada Sagna walaupun soal pertahanan Sagna masih lebih baik. Semoga dengan usia yang masih 28 tahun, potensinya bisa lebih keluar saat bermain bersama Arsenal. Ia pasti akan mendapatkan posisi tetap di bek sayap kanan Arsenal musim ini.

Di luar Sanchez dan Debuchy, Arsenal masih mengincar satu DM dan kiper cadangan. Bahkan kabarnya Arsenal juga mencari bek tengah untuk menggantikan Vermaelen yang siap hengkang ke klubnya Van Gaal, mantan managernya di Ajax Amsterdam. Joel Campbell juga akan bergabung di pre-season dan punya kesempatan untuk dipertahankan di skuad utama. Rasanya kita akan mendapatkan lima hingga enam pemain baru musim ini. Musim yang lebih sibuk daripada musim lalu. Pertanyaaanya: apakah kita akan melepas pemain lama? Podolski, Cazorla dan Arteta menjadi beberapa pemain yang diberitakan diminati klub lain.

Final Piala Dunia

Tiga pemain Arsenal akhirnya lolos ke babak final Piala Dunia. Timnas Jerman rasanya tidak akan kesulitan menghadapi Argentina yang tampil buruk tadi pagi melawan Belanda. Menonton kedua tim bermain “taktik” ala Chelseanya Mourinho sungguh membosankan. Van Gaal yang dikabarkan jenius taktik merevolusi Total Football Belanda dengan memainkan formasi 6-3-1. Sungguh jenius bakal pelatih Manchester United ini.

Revolusi Total Football Van Gaal: 6-3-1

Terlepas daripada itu penampilan klub-klub semifinal selain Jerman memang mengecewakan. Mereka tampaknya lebih tak pantas masuk ke semifinal daripada tim-tim yang mereka kalahkan seperti: Colombia, Belgia, Costa Rica. Brazil memperlihatkan keterbatasannya tanpa Neymar dengan pembantaian 5-0 Jerman di babak pertama. Sebaliknya mesin diesel Jerman baru panas di babak semifinal setelah tampil baik di babak-babak sebelumnya namun minim gol. Dengan trend ini rasanya Argentina akan menjadi korban berikutnya mereka di final.

Mesut Ozil sangat vital bagi permainan Jerman walaupun pakar sepakbola yang matanya hanya mengikuti sorotan kamera tidak mampu menangkap gerakannya. Padahal setiap counter attack Jerman hampir selalu dimulai dengan gerakan Ozil. Ia memainkan posisi yang tidak umum baginya: penyerang sayap kiri atau kanan dengan amat baik. Kecepatannya bahkan terlihat di posisi ini. Hanya sayangnya peluang-peluang yang ia ciptakan masih gagal dimanfaatkan baik oleh Muller maupun Schurrle sementara peluang dari Kroos berbuah menjadi gol. Hanya itu saja bedanya Ozil dan Kroos. Dan karena Kroos bisa mencetak gol ala three pointer, Ozil jelas kalah dalam hal hasil akhir. Penciptaan peluang terbanyak Jerman tetap milik Ozil.

Mertesacker agak tergeser tempatnya oleh Hummels di dua pertandingan terakhir ini karena masalah kecepatan alasan Low. Melawan Messi di final, tampaknya tempatnya kembali akan diisi Hummels. Jerman tidak punya Koscielny yang mampu man marking Messi sehingga Mertesacker terpaksa dikorbankan, feeling saya.

Podolski sulit mendapatkan tempat di barisan depan Jerman yang penuh bintang. Pemain seperti Draxler pun hampir tidak pernah bermain. Schurrle yang sudah teruji dengan gol-golnya di turnamen ini akan mendampingi Muller di final nanti. Podolski semakin sulit menemukan tempatnya di timnas Jerman bila ia tak mampu mendapatkan tempat permanen di klubnya.

Setelah final nanti, kita akan mendapatkan tiga juara dunia baru. Tidak buruk untuk mental tim Arsenal.

Panas Dinginnya Rumor Transfer

Rumor soal beberapa pemain yang dibahas di blog bagian pertama setelah Piala Dunia ini langsung meredup. Benzema akan perpanjang kontraknya dengan Madrid dan Balotelli nilai jualnya menukik tajam akibat penampilan buruk setelah satu partai pertama. Balotelli seakan sulit mencari motivasi untuk mewujudkan penampilan terbaik dan ia juga gemar menyalahkan orang lain, faktor luar atas performa buruknya. “Why always me?” sepertinya adalah pertanyaan yang memang pantas dilontarkan pada dirinya sendiri. Ia mesti lebih sering berkaca daripada menyalahkan orang lain.

Serge Aurier juga mesti melupakan impiannya bermain bersama Arsenal dengan adanya Debuchy. Wenger tampaknya lebih ingin stabilitas di sisi kanan pertahanan mengingat di depannya akan bermain Walcott atau Sanchez. Aurier yang lebih ofensif mesti dilupakan untuk saat kini.

Bagaimana dengan Griezmann? Saya tidak melihat Arsenal akan mendekatinya tanpa menjual salah satu dari pemain sayap kita, Podolski atau Santi. Apakah itu perlu terjadi? Entahlah. Podolski dan Santi demikian penting tidak hanya soal teknikal tapi juga hal-hal non teknis di luar lapangan. Karakter mereka yang riang gembirang bisa menjadi penyatu tim dan keduanya adalah pemain favorit buat Gooners. Satu musim lagi untuk keduanya tidaklah berlebihan. Apalagi keduanya masih bisa memberikan assist dan goal untuk musim yang panjang, memperkuat squad depth sehingga tim tidak jatuh bebas di Februari atau Maret, seperti yang sudah-sudah.

Khedira menjadi pemain terakhir yang diisukan akan bergabung dengan Arsenal. Penampilannya di dua partai terakhir Jerman setelah Lahm digeser kembali ke bek kanan sangat baik. Bahkan Wenger memuji penampilan Khedira bersama Kroos dan Schweinsteiger di semifinal saat melawan Brazil, ketika ia bekerja sebagai salah satu komentator TV Perancis. Baru berusia 27 tahun, teman akrab Ozil, Khedira dapat menjadi pesaing dan pengganti Arteta musim ini. Rumor bahwa ia sudah mulai tidak betah di Madrid akan membantu terwujudnya transfer ketiga Arsenal musim ini. Opsi selain Khedira adalah Lars Bender dan Morgan Schneiderlin. Jika Arsenal berhasil menggaet salah satu dari tiga pemain tengah itu saja, maka lini tengah Arsenal akan menjadi jauh lebih kuat dan tidak mudah lagi dilewati pemain-pemain Chelsea, City dan Liverpool seperti musim lalu.

Jendela transfer masih panjang, hingga akhir Agustus nanti. Untuk sementara ini mari kita nikmati launching PUMA besok subuh, dan barangkali pengumuman transfer Sanchez dan Debuchy?

Tentang Rumor Transfer dan Piala Dunia (1)

Piala Dunia telah dimulai dan tim mana yang engkau dukung?

Kalau saya mudah: Arsenal. Tim nasional mana saja yang sedang bertanding bila ada pemain Arsenalnya maka itu yang didukung. Untuk saat ini masih mudah karena pemain-pemain Arsenal belum saling bertemu. Ada 11 pemain Arsenal yang mengikuti Piala Dunia ini. Sejauh ini hanya Inggris (Wilshere dan Chamberlain) dan Spanyol (Cazorla) yang gagal mendapatkan poin. Jerman (Ozil, Mertesacker, Podolski) menang, Perancis (Koscielny, Giroud) menang, Costa Rica (Campbell) menang mengejutkan, dan bahkan Swiss (Djourou) juga menang. Belgia (Vermaelen) belum bertanding.

Partai selanjutnya di babak penyisihan grup ketika Perancis bertemu Swiss dan Costa Rica ketemu Inggris baru hadirkan sedikit dilema. Tidak sulit juga sebenarnya. Tentunya lebih dukung Perancis mengingat Djourou statusnya belum jelas musim depan dan pegang Inggris mengingat Wilshere dan Chamberlain sosok penting di skuad tersebut dan di Arsenal walaupun saya akan sangat senang bila Campbell bisa mengejutkan kita untuk kedua kalinya. Harapannya semua tim yang beranggotakan pemain Arsenal dapat lolos ke babak knock out agar kita bisa lebih lama melihat mereka bermain.

Selain pemain Arsenal, yang menarik juga dalam mengikuti Piala Dunia ini adalah menyaksikan penampilan calon-calon pemain Arsenal yang mulai beredar rumor transfernya. Pemain-pemain seperti Griezmann, Benzema, Sanchez, Balotelli, Aurier, Khedira masuk dalam radar fans Arsenal karena kuatnya rumor yang beredar dan semuanya tampil sangat meyakinkan sejauh ini. Untungnya Wenger ada di Brasil menjadi komentator televisi. Tugas sampingan scouting final calon pemain baru Arsenal bisa dilakukannya dari jarak dekat. Fans Arsenal pasti bisa menerima bila satu-dua nama dari yang disebutkan tersebut bergabung dengan klubnya musim depan. Mereka memenuhi kriteria World Class dan posisi yang sedang dibutuhkan Arsenal, antara lain: Striker, Winger, DM dan Right Back. Selain empat posisi itu, kita masih butuh goalkeeper namun kualitas back up cukup untuk musim depan, tak perlu world class.

Scouting Seorang Armchair Fan

Hasil pantauan singkat sementara: Benzema, Griezmann dan Balotelli sangat menggiurkan. Terutama Benzema yang notabene berkontribusi di semua tiga gol Perancis ke kandang Honduras. Bila Wenger berhasil menariknya ke Arsenal, Giroud akan mendapatkan rival berat atau pendamping hebat (bila kita switch ke 4-4-2). Benzema terlihat lebih cepat dari Giroud dan tendangannya lebih akurat. Namun Giroud lebih unggul soal hold up play. Bila mereka mampu berkolaborasi dengan apik (dan rasanya akan bermain bersama di partai berikutnya), duet striker ini bisa saling melengkapi dan menakutkan.

Balotelli sedikit berbeda dari Benzema. Ia punya kualitas di udara yang mungkin sebanding dengan Bendtner (ya terpaksa disebut lagi pemain ini) namun juga punya kualitas tendangan sebaik Podolski dan Benzema. Ia juga punya kecepatan yang lebih daripada Benzema. Ia seperti versi sempurna dari Sanogo. Prospek menduetkannya dengan Giroud dan bermain one two di kotak penalti lawan juga tidak kalah menggiurkannya. Wenger mesti mendapatkan satu dari dua target ini setelah Piala Dunia. Klub pemilik tidak akan menjual kedua pemain ini sebelum Piala Dunia usai, untuk mendapatkan tambahan beberapa juta pounds. Fans Arsenal mesti bersabar soal transfer antara kedua striker ini. Untuk harga, Balotelli akan lebih murah daripada Benzema karena reputasinya yang sulit diatur. Namun secara kualitas, Balotelli punya potensi yang dahsyat yang mungkin bisa melebihi Benzema di puncaknya, bila ia mau diatur dan bisa dikendalikan oleh Wenger.

Griezmann dan Sanchez adalah tipikal winger idaman yang kita butuhkan musim yang lalu. Kita butuh outlet untuk Ozil dan keduanya bisa menjadi outlet tersebut. Keduanya cepat dan punya crossing yang bagus. Tidak heran beredar rumor kembalinya Cazorla ke Spanyol, bila Arsenal memang serius ingin membeli winger baru. Bila tidak, saya tidak melihat kemungkinan Cazorla dilepas karena baru saja tanda tangan kontrak baru. Namun tak bisa dipungkiri, Griezmann atau Sanchez adalah upgrade atas Cazorla yang mulai kesulitan menemukan posisi tetapnya musim lalu di Arsenal.

Serge Aurier, self proclaimed new Arsenal player ini sangat ingin menggantikan Sagna dan dua assist-nya sudah memberikan kesan pertama yang bagus. Namun ia juga terlihat sedikit rentan soal bertahan, kebalikan dari Sagna. Untuk yang satu ini rasanya penilaian mesti disimpan dulu hingga 2 partai berikutnya.

Untuk posisi DM, Khedira memenuhi syarat dan bukan rahasia lagi kalau ia kurang betah di Madrid dan adalah teman akrab Ozil. Selain Khedira, saya juga tertarik dengan penampilan Morgan Schneiderlin yang sayangnya belum tampil untuk Perancis. Ia tampil baik bersama Southampton, tapi bagaimana bila ia bermain dengan rekan-rekan World Class di pentas dunia? Schneiderlin bisa jadi alternatif yang lebih murah bagi Arsenal, lebih muda dan sudah pasti tak perlu lagi beradaptasi dengan kompetisi di Inggris.

The New Born Arsenal Star

Joel Campbell sang pembuat kejutan. Pemain yang dibeli di tahun 2011 namun selama 3 musim bermain di luar Inggris karena permasalahan izin kerja (akhirnya didapatkan tahun lalu) membuktikan kepercayaan Wenger saat membelinya dari Costa Rica. Tampil cemerlang dengan satu gol dan satu assist melawan klub juara ketiga Piala Dunia lalu, Uruguay bukan hal biasa. Ia sudah pasti kembali ke Arsenal musim ini dan masih punya kontrak 2 tahun. Ia akan menjadi bonus bagi Arsenal musim ini, bersaing dengan Yaya Sanogo dan calon striker baru Arsenal. Bila ia bisa tampil cemerlang lagi saat melawan Inggris, tak ragu lagi media di Inggris akan mengangkat bintang baru ini. Ia bisa membuktikan penampilan cemerlangnya melawan tim mediocre di Champions League musim lalu, Manchester United bukan kebetulan.

Selain daftar nama pemain di atas, siapa lagi yang menjadi perhatianmu? Silakan share di kolom komentar.

Mesut Ozil

Sedikit bahasan tentang  Ozil. Sekarang telah terungkap alasan Wenger menolak membeli kembali Cesc Fabregas. Dari mulutnya sendiri, Cesc mengatakan Wenger menolaknya karena posisinya telah diisi Ozil. Artinya Wenger tidak bisa mengakomodasi Cesc di tim Arsenal yang sekarang. Sangat masuk akal sesuai artikel sebelumnya. Tidak mungkin Cesc dibeli hanya untuk menjadi pemain skuad yang dirotasikan atau Ozil mesti digeser menjadi pemain sayap. Arsenal hanya butuh satu playmaker murni dan saat ini Wenger yakin posisi itu milik Ozil. Dalam pertandingan melawan Jerman kemarin, walaupun Ozil tidak menghasilkan gol namun gerakannya berkontribusi besar terhadap 2 gol pertama Jerman. Selain itu setiap Jerman melakukan counter attack, Ozil selalu menjadi pemain pertama di lini depan yang berperan utama. Ozil berlari dengan cepat, mendapatkan bola dan mengirim ke depan dengan operan kilat. Bila Arsenal mendapatkan striker atau winger yang cepat, berpotensi menjadi tim counter attack yang mematikan seperti era Invincibles. Ini adalah kualitas Ozil yang sedikit berbeda dengan Cesc karena ia juga punya kecepatan dan nyaman bergerak menyusuri sisi samping lapangan. Ini dapat menjadi gaya sepakbola Arsenal musim ini.

Keraguan fans Arsenal terhadap Ozil mestinya dapat dihapuskan di Piala Dunia ini. Silakan tanya Mourinho apakah ia mau menukar Ozil dengan Cesc? Saya mulai sedikit curiga Mourinho ingin membeli Cesc agar memancing Wenger untuk mengaktifkan buyback clause sehingga budget kita yang terbatas itu habis untuk Cesc daripada pemain depan. Aksi itu sekaligus untuk membuat gusar Ozil karena hadirnya pemain hebat lain di posisinya di Arsenal dan Chelsea menjadi lebih mudah meminangnya. Sayangnya Wenger cerdik dan dapat membaca gerakan licik Mourinho itu dan tidak terjebak. Hehe tentunya ini hanya spekulasi iseng, tapi paling tidak ini teori yang menyenangkan bukan? Agak membingungkan juga mengapa Mourinho membeli Cesc ketika ia menjual Mata paruh musim lalu yang notabene posisinya hampir sama.

Hapuskan Keraguan

Bila masih ragu dengan niat belanja Arsenal, bacalah komentar Draxler yang baru saja mengakui bahwa Arsenal memang mengajukan penawaran untuk membelinya di bulan Januari lalu namun masih ditolaknya. Itu adalah bukti ambisi Arsenal untuk membeli striker baru. Mungkin saja penawaran Arsenal masih di bawah permintaan Schalke, namun paling tidak budget untuk striker baru itu memang ada sejak Januari. Saya yakin Wenger masih punya budget tersebut dan akan ditambah tambahan dana baru dari sponsor Puma dan Emirates yang dimulai musim ini. Wenger tahu persis kekurangan Arsenal dibanding 3 tim top lainnya adalah striker top dan itu mesti menjadi prioritasnya di jendela transfer ini. Untuk itulah ia menolak membelanjakan 30 juta pounds untuk Cesc dan menyimpannya untuk striker di kisaran nilai tersebut. Permasalahannya hanyalah menemukan kesepakatan dengan klub yang mau menjual striker topnya.

Untuk hal itu terjadi, butuh reaksi berantai dari beberapa peristiwa (seperti kasus Ozil) karena sangat-sangat jarang sebuah klub kaya mau menjual striker kelas dunia. Mari kita bersabar menunggu kejutan sambil menyaksikan penampilan calon-calon pemain Arsenal tersebut di Piala Dunia. Sambil berkhayal tentang mereka berkostum merah-putih di musim baru nanti. Bahan untuk ngayal: Balotelli atau Benzema? 😀