SAS Bertemu Godzilla

Preview Arsenal vs Liverpool, 3 November 2013 12:30 am

Godzilla

Liverpool boleh saja terkenal dengan duet SAS-nya. Tapi bisakah pasukan khusus Inggris tersebut melawan Kaiju terbesar, terseram, terdahsyat dalam sejarah, si Godzilla? No chance at all.

Ups sorry, bukan Godzilla itu yang dimaksud tapi yang di bawah ini.

Arsenal Godzilla

Pertemuan melawan Liverpool ini adalah pertemuan pertama Arsenal sejak mempermalukan mereka dengan bid 40 juta + 1 pound di transfer window musim panas. John W. Henry, pemilik Liverpool sampai mempertanyakan apa yang dihisap Stan Kroenke sehingga melakukan penawaran tersebut. Tenang John, Stan Kroenke hanya menghisap cigar, bukan ganja. Itulah nilai tawar kami pada pemain terbaik Liga Inggris musim lalu. Tentu engkau boleh menolaknya, dan kami hargai sikap itu. Arsenal lalu beralih kepada target 40 jutaan lainnya, Mesut Ozil, dan mendapatkannya. Saat ini Arsenal hanya tertarik shopping di butik mewah, tak lagi mencari-cari barang diskonan di ITC jadi jangan salahkan kami bila pemain terbaikmu sempat kami tawar.

Suarez lalu berontak. Apa boleh buat, ia merasa kesempatan untuk meraih trofi juara dan bermain di Liga Champions dapat disediakan Arsenal daripada timnya. Liverpool bergeming dan tetap ngotot tak akan menjual ke rivalnya (mungkin mereka salah anggap Arsenal sebagai Everton). Kredit untuk Liverpool, mereka berhasil mempertahankan Suarez dan saat ini bersama Sturridge menjadi duet termaut di Liga Inggris, paling tidak versi media.

Saat ini Arsenal hanya tertarik shopping di butik mewah, tak lagi mencari-cari barang diskonan di ITC

Duet SAS ini sudah menghasilkan 14 gol. Angka yang fantastis memang dan jauh di atas perolehan gol striker klub lainnya. Namun ada fakta yang diabaikan bahwa selain duet SAS, hanya ada 2 pemain Liverpool lainnya yang mencetak gol, yaitu Gerrard (2) dan Victor Moses (1). Jadi ketergantungan Liverpool terhadap SAS sangat tinggi. Bandingkan dengan Arsenal yang mencetak 20 gol dengan distribusi yang lebih merata: Giroud (5), Ramsey (5), Ozil (2), Wilshere (2), Podolski (2), Gnabry (1), Arteta (1), Sagna (1), Mertesacker (1). Total ada 4 pemain Liverpool yang sudah mencetak gol sedangkan Arsenal 9 pemain. Dari segi assist, Arsenal lebih menonjol dengan Ramsey dan Giroud masing-masing menyumbangkan 4 assist dan Ozil 3 assist sementara Suarez baru memberikan 1 assist dan Sturridge 2 assist. Statistik ini menunjukkan memang duet striker Liverpool sangat berbahaya namun itu juga berarti bila Arsenal dapat menghentikan supply bola ke duet striker ini, maka Arsenal dapat mencegah Liverpool mencetak gol.

Player Statistics
Player Statistics – sumber: whoscored.com

 bila Arsenal dapat menghentikan supply bola ke duet striker ini, maka Arsenal dapat mencegah Liverpool mencetak gol.

Dari sisi Liverpool, mereka harus mengawasi pemain depan dan tengah Arsenal secara lebih merata. Giroud, Ramsey, Ozil, Wilshere sama-sama bisa mencetak gol dan memberikan assist. Sehingga perhatian pemain bertahan Liverpool harus dibagi kepada 4 pemain ini. Belum lagi adanya Cazorla, pemain terbaik Arsenal musim lalu yang baru kembali dari cedera. Perhatian pertahanan Liverpool akan lebih tersebar daripada perhatian pertahanan Arsenal. Kunci pertandingan ini ada pada bagaimana Koscielny bisa membungkam Suarez tanpa harus menghadiahkannya penalti (ingat kebiasaannya belum hilang) dan untuk Mertesacker dan Arteta memotong operan ke lini depan Liverpool. Bila tugas ini bisa dijalankan dengan baik, serahkan bola kepada Godzilla. Kaiju kita akan memporak-porandakan pertahanan Liverpool tanpa ampun.

Walaupun dalam tulisan saya sebelumnya November Rain Arsenal, saya prediksikan hasil seri untuk pertandingan ini, namun kemungkinan menang Arsenal tetap ada. Liverpool musim ini memang tampil cukup impresif dengan berada di peringkat ketiga dan terpaut hanya 2 poin dari Arsenal, namun penampilannya belum sekonsisten Arsenal sejauh ini. Selain kemenangan dari klub juara yang pesakitan, Liverpool belum menang dari klub 10 besar lainnya. Seri melawan Swansea dan kekalahan dari Southampton menunjukkan ada kelemahan dalam penampilan Liverpool bila melawan tim lumayan. Arsenal sendiri di liga Inggris amat konsisten sejak kekalahan dari Aston Villa di pekan pertama. Dan konsistensi Arsenal akan kembali diuji bulan ini oleh klub-klub “besar”.

Untuk starting line up malam ini, formasi 4-2-3-1 Arsenal akan berhadapan dengan 3-5-2 Liverpool. Flamini dan Gnabry yang masih belum bisa bermain menyebabkan Wenger tak punya pilihan lain selain memainkan Ramsey dan Arteta di lini tengah. Ozil, Wilshere dan Cazorla akan mengisi tiga posisi AM di belakang Giroud. Arsenal kembali akan bermain sempit dan mengandalkan fullback untuk memberikan “lebar” dalam permainan. Line up Arsenal akan seperti ini:

Szczesny – Sagna Mertesacker Koscielny Gibbs – Ramsey Arteta – Wilshere Ozil Cazorla – Giroud

Cadangan: Fabianski, Monreal, Vermaelen, Rosicky, Ryo, Bendtner, Jenkinson/Hayden/pemain muda lainnya

Starting line up Arsenal cukup tangguh namun bangku cadangannya sedikit lebih lemah dari biasanya. Hanya Rosicky dan Monreal yang punya kualitas yang hampir sama dengan pemain inti. Mudah-mudahan tidak terjadi cedera selama 90 menit pertandingan ini.

Prediksi line up Liverpool:

Mignolet – Toure Skrtel Sakho – Johnson Henderson Leiva Gerrard Cisokkho – Sturridge Suarez

Coutinho dan Moses di bangku cadangan dan mungkin saja dimainkan menggantikan Henderson atau Cisokkho.

Menghadapi formasi tiga CB Liverpool, Arsenal mesti memanfaatkan lebar lapangan. Sayangnya Arsenal tidak memiliki pemain sayap murni. Ozil dan Ramsey mesti sering drift ke sayap untuk stretching posisi pemain Liverpool, menggantikan peran Sagna dan Gibbs yang mesti lebih berhati-hati terhadap kecepatan Sturridge dan Suarez. Penampilan melawan Napoli bisa diulang di pertandingan ini. Menekan lawan dari awal, memaksa lawan melakukan kesalahan dan transisi yang cepat dari pertahanan ke penyerangan untuk menyerang 3 CB Liverpool adalah kuncinya. Liverpool sendiri akan bermain lewat long ball dari Gerrard yang akurat dan memanfaatkan kecepatan SAS. Di sini peran Gibbs dan Sagna amat penting. Jangan sampai kesalahan melawan Dortmund terulang, ketika fullback maju dua-duanya dan terlambat cover belakang.

Formasi apapun yang digunakan, pertandingan ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil. Kesalahan sekecil apapun dalam pertandingan level top akan dimanfaatkan oleh lawan. Arsenal mesti percaya diri dengan formasi dan gaya permainan sepakbola mereka dan tidak terlalu terpengaruh dengan gaya lawan. Operan satu dua sentuhan Arsenal yang secepat kilat akan efektif melawan siapapun selama ada kepercayaan diri di semua pemain Arsenal. Ozil dan Cazorla belum memperlihatkan permainan terbaiknya di beberapa pertandingan sebelumnya. Mungkinkah malam ini mereka berdua ditambah Giroud akan bertransformasi menjadi Godzilla? Striker manapun akan sumringah bila bermain di depan dua pencipta kesempatan terbanyak di liga Eropa dan liga Inggris musim lalu.

Kemenangan Arsenal dalam pertandingan ini akan menyadarkan Rodgers kalau kita bukanlah rivalnya. Masak Kaiju mau dianggap selevel pasukan khusus manusia?

November Rain Arsenal

When I look into your eyes I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you, don’t you know I feel the same?
Nothin’ lasts forever and we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle in the cold November rain

And when your fears subside and shadows still remain, oh yeah
I know that you can love me when there’s no one left to blame
So never mind the darkness we still can find a way
Nothin’ lasts forever even cold November rain

~ Guns N’ Roses

Hujan di bulan November yang dingin, apakah Arsenal bisa tetap menghangatkan kita dengan cahaya terang sebuah lilin?

Dan ketika rasa takut hilang ditelan bayangan,
Tak ada lagi yang pelu disalahkan,
Walau gelap, kita akan temukan jalan
Hujan di bulan November bukan untuk selamanya.

Demikianlah “terjemahan bebas” lirik lagu November Rain yang dahsyat dari grup band lawas Guns N’ Roses. Menariknya, terjemahan lirik tersebut pas untuk kondisi Arsenal di bulan November ini. Fans Arsenal yang telah mendukung tim ini sejak lama pasti tahu kalau bulan November adalah bulan “kutukan” bagi Arsenal. Di bulan November, curah hujan tertinggi terjadi di London (64 mm). Di bulan November pula, performa Arsenal lebih buruk daripada di bulan-bulan lainnya. Entah karena cuaca di London yang dingin membuat para pemain Eropa daratan Arsenal kesulitan tampil prima atau karena suasana hati para pemain Arsenal yang galau akibat hujan terus-menerus.

Selama lima musim terakhir, dari bulan November tahun 2008 sampai 2012, Arsenal hanya mengumpulkan 64 poin dari 123 poin maksimal (liga Inggris + liga Champions). Itu sama dengan rata-rata 1,56 poin per pertandingan. Sebagai perbandingan, perolehan poin Arsenal di liga Inggris saat ini 22 poin dari 9 pertandingan atau sama dengan rata-rata 2,44 poin per pertandingan. Manchester United menjadi juara musim lalu dengan rata-rata 2.34 poin. Bila Arsenal bisa mengulangi pencapaian poin rata-rata dalam 9 pertandingan sebelumnya di 4 pertandingan EPL di bulan ini, maka Arsenal masih berada dalam jalur untuk menjadi juara di akhir musim. Sebaliknya, bila performa rata-rata Arsenal di bulan November 5 musim sebelumnya terulang kembali di bulan ini, maka rata-rata poin Arsenal akan turun drastis menjadi 2,17 poin per pertandingan. Masih di bawah standar pencapaian poin juara liga. Bulan November bisa menjadi indikator yang baik apakah Arsenal memang layak jadi penantang utama juara liga Inggris.

average point comparison

Jadwal Arsenal di bulan November ini:

  • 2 November – Liverpool (H)
  • 6 November – Dortmund (A)
  • 10 November – Manchester United (A)
  • 23 November – Southampton (H)
  • 26 November – Marseille (H)
  • 30 November – Cardiff (A)

Ujian November Rain Arsenal dipersulit dengan jadwal di atas. Selain menghadapi 2 klub top 5 dan juara bertahan (yang masih ngos-ngosan mengejar di posisi 8), nasib Arsenal di Liga Champions juga ditentukan di bulan ini. Arsenal sedikit beruntung karena berkat playoff Piala Dunia, maka ada international break 2 minggu setelah tanggal 10 November. Jadi bulan November ini seakan terbagi menjadi dua ronde. Ronde pertama adalah minggu maut melawan Liverpool-Dortmund-MU. Lalu istirahat 2 minggu dan kembali melanjutkan ronde kedua yang agak ringan namun juga tak boleh diremehkan, melawan Southampton-Marseille-Cardiff.

Arsenal tidak mungkin memenangkan seluruh enam pertandingan di atas, berdasarkan track record musim-musim sebelumnya dan profil tim lawan yang sangat mungkin mencuri poin. Dari 4 pertandingan liga di atas, Arsenal minimal harus mendapatkan 9 atau 10 poin dari 12 poin max untuk tetap di jalur juara liga. Menang tiga kali dan seri sekali adalah hasil optimal. Kalau masih ingin tetap punya kans juara, hasil terjelek yang masih dibolehkan adalah menang 2 kali dan seri 2 kali. Kalau menang keempat-empatnya? Hasil idaman yang bisa memutar-balikkan kutukan November Rain sekaligus menjadi demonstrasi kekuatan kepada rival Arsenal dan membungkam pers yang selalu cerewet meragukan kemampuan Arsenal musim ini. 🙂

Kalau masih mau tetap punya kans juara, hasil terjelek yang dapat diterima adalah menang 2 kali dan seri 2 kali

Untuk Liga Champions, hasil seri melawan Dortmund dan menang melawan Marseille cukup baik sebagai modal sebelum Arsenal melawan Napoli di pertandingan terakhir. Tentunya lebih baik lagi bila 2 kemenangan beruntun diraih namun rasanya cukup sulit untuk bisa menang melawan Dortmund di kandangnya, yang dijepit antara big match melawan Liverpool dan United. Bila skenario berjalan mulus, dengan 4 poin dari Liga Champions dan 10 poin dari Liga Inggris, maka Arsenal akan dapatkan poin rata-rata 2,33 di bulan November ini. Sebuah rekor baru yang mematahkan kutukan bulan November. Mendadak November Rain tidak lagi membuat kita dingin dan galau.

Syarat untuk bisa mendapatkan hasil optimal dari dua ronde mingguan di bulan November ini adalah rotasi dan kesegaran pemain. Kita tahu bila tim ini sedang dalam level permainan terbaiknya, mereka bisa mengalahkan siapapun, bahkan juga Juara Liga Champions. Penampilan Arsenal di tahun 2013 ini juga adalah yang terbaik dari semua tim di Inggris. Konsistensi ini yang perlu dijaga di bulan November. Dengan 2 ronde per 3 pertandingan dalam seminggu, Wenger mesti melakukan rotasi pemain untuk mengoptimalkan penampilan para pemain sehingga mendapatkan hasil terbaik. Nah bagian mana yang perlu dirotasi?

Penampilan Arsenal di tahun 2013 ini adalah yang terbaik dari semua tim di Inggris

Masalah utama Arsenal adalah beberapa posisi tidak dapat dirotasi dengan sempurna. Giroud misalnya, tidak memiliki back up yang memadai. Audisi TGSTEL (Bendtner) gagal di Capital One Cup kemarin. Podolski dan Walcott belum bisa bergabung paling tidak sampai selesai International break. Hanya lini tengah yang dapat dirotasi dengan baik sebab ada 8 pemain Arsenal yang dapat mengisi 5 posisi yang ada, dengan catatan dari 8 pemain tersebut Flamini dan Gnabry masih belum bisa bergabung saat melawan Liverpool. Gnabry menjadi kunci penting dalam ronde pertama ini, karena ia adalah satu-satunya pemain yang bisa memberikan kecepatan dan kelebaran (width) dalam permainan Arsenal. Pemain-pemain lainnya adalah pemain kreatif yang cenderung beroperasi di tengah lapangan.

Flamini juga menjadi kunci penting karena duetnya bersama Arteta dibutuhkan terutama saat Arsenal menghadapi tim yang hebat dalam transisi. Bukan kebetulan kalau dalam tiga pertandingan Arsenal di mana Flamini tidak bermain, Arsenal kalah. Dan kekalahan itu disebabkan counter attack dari lawan di saat Arsenal sedang menyerang. Flamini menjadi pemain yang vital, sepenting Arteta musim lalu karena ia dapat menyeimbangkan antara penyerangan dan pertahanan. Terlebih ketika Ramsey semakin ganas dalam menyerang musim ini dan Arsenal yang bermain lebih sempit membutuhkan kontribusi fullback dari sayap. Flaming dapat melapis fullback dengan sangat baik karena ia pernah bermain di posisi itu, menjadi bagian dari pertahanan Arsenal yang mencetak rekor tak pernah kebobolan di 10 pertandingan Liga Champions 2005/2006.

Untuk lini pertahanan, Vermaelen dapat bergantian dipasangkan dengan Mertesacker atau Koscielny. Namun rasanya Wenger akan pertahankan duet kompak Koscielny dan Mertesacker di ronde pertama November ini. Untuk fullback kiri, Monreal adalah pelapis Gibbs yang sangat mumpuni. Bahkan penampilannya di Capital One Cup memberikan indikasi bahwa ia siap dipasang sejak awal di salah satu dari tiga pertandingan ronde pertama ini. Satu-satunya titik lemah pertahanan Arsenal adalah Jenkinson, yang agak diragukan untuk dapat menjadi pelapis Sagna. Beberapa kali kesalahan fatalnya saat bertahan berbuah pada gol lawan. Untuk posisi kiper, Szczesny sudah menjawab berbagai keraguan fans Arsenal musim ini.

Di ronde pertama ini, prediksi saya adalah hasil draw melawan Dortmund dan Liverpool, dan menang melawan Manchester United. Liverpool diuntungkan oleh kondisi pemain yang lebih fresh karena tidak perlu bertanding di Capital One Cup dan di kompetisi Eropa apapun. Dortmund juga sulit dikalahkan karena bermain di kandang sendiri dan penampilan mereka musim ini bahkan lebih baik daripada musim lalu. Bisa mencuri satu poin dan menghalangi mereka untuk mendapatkan tiga poin adalah hasil yang bagus. Sementara itu kemenangan melawan United akan menjadi hasil manis sebelum international break. Sangat indah rasanya bila bisa membungkam suara the little boy inside The Dutch Skunk di Theater Impiannya.

Liverpool diuntungkan oleh kondisi pemain yang lebih fresh karena tidak perlu bertanding di Capital One Cup dan di kompetisi Eropa apapun

Untuk ronde kedua setelah break, Arsenal akan mendapatkan bala bantuan dari Walcott, Podolski dan mungkin juga Chamberlain. Rasanya hasil sempurna dari tiga pertandingan tersebut harus menjadi target Arsenal. Setelah international break, mayoritas tim Arsenal yang tidak bertanding di playoff Piala Dunia selain Giroud, Sagna dan Koscielny (timnas Perancis) bisa tampil lebih segar dan prima dalam menjawab kutukan bulan November ini.

Dengan prediksi total 4 kemenangan dan 2 draw dari 6 pertandingan, 14 poin dari 18 poin max, nilai rata-rata 2,33 poin per pertandingan, Arsenal bisa mematahkan kutukan bulan November. Semoga.

So never mind the darkness, we still can find a way… Nothin’ lasts forever even cold November rain…

Kesempatan untuk The Greatest Striker That Ever Lived

Ryo, Bendtner akan tampil malam ini
Ryo, Bendtner akan tampil malam ini

Malam ini, atau tepatnya Rabu dini hari Arsenal akan berhadapan dengan Chelsea di babak 16 besar Capital One Cup di Emirates Stadium. Capital One Cup yang juga disebut Mickey Mouse Cup oleh Mourinho, umumnya dianggap sebagai kompetisi keempat dalam urutan prioritas klub elit Liga Inggris (setelah Premier League, Champions League, FA Cup). Dimainkan sebelum pertandingan big match akhir pekan melawan Liverpool, dan hanya 3 hari setelah pertandingan liga akhir pekan lalu, Arsenal mesti mempertimbangkan faktor kelelahan dalam memilih pemain untuk starting line up nanti.

Namun bermain di kandang sendiri dan kemungkinan menghadapi lawan-lawan yang lebih mudah setelah babak ini di Capital One Cup bisa jadi membuat Wenger berpikir ulang untuk melepaskan peluang emas menghadirkan trofi musim ini. Bila berhasil mengatasi Chelsea, praktis hanya duo klub Manchester yang bisa dikatakan lawan berat di babak-babak selanjutnya. Walaupun kita tak boleh melupakan kejutan selalu ada di turnamen domestik seperti ini. Arsenal dikalahkan oleh Bradford City di turnamen ini musim lalu dan Swansea menjadi juaranya setelah mengalahkan Bradford City. Tinggal 4 pertandingan menuju final (pertandingan ini, babak perempat final dan dua leg semifinal) menjadi prospek yang menggiurkan bagi tim yang sudah delapan tahun tidak mendapatkan trofi ini. Bagaimana menyeimbangkan antara resiko cedera dan kemungkinan menang menjadi keputusan yang penting bagi Wenger. Posisi puncak klasemen liga tentu juga tidak kalah pentingnya di tengah kompetisi yang bahkan lebih ketat daripada musim lalu ini.

Prediksi saya, Wenger akan mengistirahatkan sebagian besar pemain intinya di bangku cadangan. Hitung-hitung untuk tetap menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Mourinho juga rasanya tidak mungkin memainkan sebelas pemain yang sama yang bertarung mati-matian di pertandingan melawan Manchester City dua hari lalu. Namun Mourinho punya banyak pemain senior yang tidak ia mainkan pekan lalu seperti Juan Mata dan David Luiz. Willian dan Eto’o yang duduk di bangku cadangan saat melawan City kemungkinan akan start hari ini.

Untuk Arsenal, Bendtner akan menggantikan Giroud dan Vermaelen akan diberikan kesempatan. Apakah Koscielny atau Mertesacker yang ditandemkan dengan sang kapten? Dugaan saya Mertesacker mengingat kita membutuhkan reading gamenya dan Koscielny-Vermaelen tidak begitu cocok di beberapa kesempatan musim lalu. Bek kanan akan diisi Jenkinson dan kiri Monreal. Szczesny akan digantikan Fabianski dan Viviano masuk bangku cadangan. Back five yang tidak lemah menurut saya. Hanya sedikit di bawah starting line up biasanya.

Untuk lapangan tengah, Arteta tidak bisa bermain karena satu kali larangan bermain akibat kartu merah saat melawan Crystal Palace. Wenger sudah mengatakan Isaac Hayden (pemain muda yang start saat melawan WBA di CoC) akan bermain. Pasangannya mungkin Rosicky dan Wilshere. Ramsey dan Ozil akan duduk di bangku cadangan.

Untuk posisi depan menemani Bendtner hampir pasti adalah Gnabry dan Ryo Miyaichi. Bila Gnabry dirasakan kurang fit, Cazorla kemungkinan akan dimainkan. Secara keseluruhan lini tengah dan depan Arsenal masih cukup kuat dengan kombinasi starter dan pemain cadangan. Tidak seperti sebuah Team B sepenuhnya.

Prediksi: Fabianski – Jenkinson Mertesacker Vermaelen Monreal – Wilshere Hayden Rosicky – Gnabry Bendtner Ryo

Cadangan: Viviano, Koscielny, Gibbs, Ramsey, Ozil, Cazorla, Giroud

Dengan kemungkinan Cazorla menggantikan posisi Ryo bila Wenger ingin sedikit experience dan jaminan dominasi permainan di lini tengah.

Pertandingan in akan menjadi pertandingan yang besar untuk Bendtner. TGSTEL (The Greatest Striker That Ever Lived) ini butuh pertandingan ini untuk menjawab keraguan banyak fans Arsenal atas dirinya. Ia bermain bak monster saat melawan Italia di penyisihan Piala Dunia lalu dengan mencetak dua gol lewat sundulan kepala. Crossing Jenkinson dan Rosicky/Cazorla akan menemukan kepalanya malam ini lebh dari satu kali. Ia lebih unggul dalam hal heading daripada Giroud jadi mudah-mudahan rekan timnya dapat memanfaatkan kelebihannya ini.

Selain Bendtner, Ryo juga memiliki kesempatan untuk membuktikan diri. Pemain yang sempat dijuluki Ryodinho saat masa pinjaman di Feyenoord ini bukanlah pemain yang jelek. Namun cedera berkepanjangan setelah masa pinjamannya di Feyenoord menghambat progress penampilannya sejak itu. Saat ini Gnabry telah melampauinya dengan usia yang lebih muda. Berlatih rutin dengan pemain sekelas Ozil dan Cazorla musim ini, Ryo mestinya bisa gunakan kesempatan ini untuk membuktikan diri. Kecepatannya (yang kabarnya sama cepat dengan Walcott) akan menjadi senjata mematikan bila ia bisa manfaatkan dengan baik untuk mengecoh bek uzur Chelsea di pertandingan ini.

Penampilan Rosicky, Wilshere dan Hayden akan menjadi penentu pertandingan ini. Bila lini tengah ini kurang greget, Wenger masih bisa memberikan suntikan pada permainan Arsenal dengan summon Ramsey dan Giroud, dua pemain Arsenal yang paling bisa diandalkan musim ini, di babak kedua. Syaratnya, Arsenal tidak boleh ketinggalan atau kebobolan sebelum itu. Mourinho adalah master of counter attack, master of transition. Timnya bahkan Real Madrid dibangun dengan filosofi itu. Akan sangat kesulitan untuk mengejar ketertinggalan melawan Chelsea. Bila hal itu bisa dilakukan, rasanya sangat realistis untuk berharap menang atas Chelsea malam ini.

Prediksi: 2-1 untuk Arsenal.

Meriam Siap Menembak Elang

Preview Crystal Palace vs Arsenal, 26 Oktober 2013 06:45 pm

Melawan The Eagles Crystal Palace yang duduk di peringkat ke-19 klasemen dengan hanya 3 poin hasil satu kali menang (dari peringkat juru kunci Sunderland) dan 7 kali kalah, Arsenal jauh diunggulkan. Walaupun baru saja kalah dari Dortmund di pertengahan pekan ini, dengan perbedaan form yang amat jauh sekarang ini, rasanya Meriam Arsenal tidak akan kesulitan untuk menembak jatuh The Eagles di kandangnya. Namun Crystal Palace bisa saja menghadirkan kejutan pada pertandingan ini apalagi mengingat pelatih mereka Ian Holloway baru saja dicopot. Perubahan biasanya membawa kejutan.

Marouane Chamakh ex pemain Arsenal yang diboyong Holloway bisa saja menghadirkan kejutan. Hanya mencetak satu gol dari 8 pertandingan bukan penampilan yang cukup untuk striker yang sempat diharapkan mampu memimpin lini depan Arsenal beberapa musim lalu. Chamakh mengalami penurunan kualitas luar biasa sejak digeser Van Persie di Arsenal. Kepercayaan dirinya jauh lebih rapuh daripada Gervinho yang saat ini bersinar di Roma. Sebagai ex pemain Arsenal yang pergi dengan baik-baik, kita harapkan kepercayaan dirinya akan tumbuh kembali, namun jangan di pertandingan ini.

Arsenal sendiri tampaknya akan memainkan formasi biasa, namun tanpa Jack Wilshere. Wilshere tampaknya mengalami gangguan pada ankle sehingga kemungkinan besar ia duduk di bangku cadangan. Wenger tidak begitu kekurangan pemain sehingga tidak perlu memaksakan Wilshere untuk turun. Ia masih punya Cazorla, Ramsey dan Rosicky untuk mendampingi Ozil, Flamini dan Arteta. Flamini pasti dimainkan dan rasanya dengan turunnya performa Ramsey di pertandingan lawan Dortmund, formasi ini yang akan dimainkan malam ini:

Szczesny – Sagna Mertesacker Koscielny Gibbs – Flamini Ozil Arteta – Rosicky Giroud Cazorla

Double pivot Flamini dan Arteta dengan Ozil, Rosicky, Cazorla, tiga pemain kreatif ini saling bertukar posisi, bermain pinball, dan berdansa di sekeliling Giroud.

Atau bila Wenger ingin sedikit eksperimen, ia bisa juga memainkan Gnabry di sayap kanan menggantikan Rosicky. Mengingat hari Selasa malam (Rabu dini hari WIB) Arsenal harus berhadapan dengan Chelsea di Capital One Cup, rotasi pemain akan membantu me-refresh pemain inti maupun cadangan. Tentunya kemenangan di kedua pertandingan itu tetap menjadi target utama.

Pertandingan melawan Dortmund walau hasilnya kekalahan, tidak ada tanda-tanda krisis yang dapat membuat fans Arsenal khawatir. Arsenal memang kalah, namun oleh sucker punch, counter attack yang menjadi ciri khas Dortmund ketika Arsenal sedang mendominasi permainan untuk mencetak gol kedua. Santi Cazorla bahkan nyaris mencetak gol bila tidak karena tiang gawang. Kekalahan Arsenal atas Dortmund tidak seperti kekalahan di kandang saat melawan Bayern Muenchen musim lalu yang mana Arsenal didominasi total. Dengan komposisi pemain yang pas dan kondisi yang prima, saya rasa Arsenal masih bisa membalas kekalahan ini di kandang Dortmund 2 pekan mendatang.

Para pemain Arsenal pasti ingin membalas kekalahan atas Dortmund di pertandingan kali ini. Namun mereka mesti melakukannya dengan kepala dingin dan tidak terburu nafsu. Kenaifan Ramsey men-dribble bola di dekat kotak penalti sendiri yang mengakibatkan Arsenal kebobolan gol pertama saat lawan Dortmund tidak boleh terulang di sini. Dengan memainkan Arteta dan Rosicky, kematangan pemain profesional yang lebih dewasa semestinya akan memenangkan pertandingan ini. Prediksi skor 4-0 untuk Arsenal. Giroud mencetak dua gol, mungkin?

Silakan share prediksi skor dan starting line up Arsenal di kolom komentar. 🙂

Mengapa Arsenal?

Mengapa Arsenal?

Mengapa mendukung klub bola dari sebuah negeri asing yang letaknya 10.000 km lebih dari tempat tinggalmu?

Mengapa mendukung sebuah tim bola yang mungkin seumur hidup pun tak dapat engkau kunjungi, tonton dan support langsung di stadion kandangnya?

Mengapa mencintai sesuatu yang mungkin tidak pernah mengenal dirimu, alih-alih mengharapkannya membalas cintamu?

Mengapa mendukung tim bola yang delapan tahun terakhir ini gagal mendapatkan trofi?

Mengapa tidak mendukung klub bola lokalmu saja?

Berbagai pertanyaan aneh namun relevan di atas sering dilontarkan saudara, teman atau bahkan orang asing yang kita temukan di twitter. Saya sendiri sering mendapatkan pertanyaan serupa, terutama ketika sedang nge-twit soal Arsenal dengan hasrat yang tidak kalahnya dengan hasrat fans JKT48 ketika mereka menonton penampilan idolanya. Istri pun pertama sempat kaget, bingung, lalu komplain karena ia merasa sering “diduakan” setelah Arsenal. Bahkan saat pacaran dulu, malam minggu sering kami isi dengan nobar pertandingan Arsenal. Keributan kecil pun terkadang terjadi, namun karena cintanya, lambat laun pacar yang lalu menjadi istri ini pun akhirnya bisa menerima. Lambat laun, mungkin karena kagum dengan militansi dan hasrat pasangannya ini dalam mendukung tim Merah Putih ini, ia suatu hari menyatakan dirinya “pindah agama”, dari pendukung Manchester United ke Arsenal. Ia akhirnya kembali ke Jalan yang Benar. 🙂

Masing-masing Gooner mungkin punya jawaban sendiri atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Saya akan mencoba menceritakan sedikit awal mula kisah cinta saya dengan Arsenal. Tagline “born not as a Gooner but will die as one” dipakai untuk blog ini bukan sebagai pepatah klise tanpa keyakinan nyata. Kemelekatan terhadap klub yang satu ini sudah demikian kuat sehingga sudah menjadi identitas diri. Melebihi tempat asal, suku, ras dan mungkin agama. Bukan suatu hal yang sehat, mungkin. Namun inilah yang saya rasakan dan tidak malu untu mengakuinya. Arsenal menjadi tempat aktualisasi emosi, label jati diri, dan bagian yang kuat dari kehidupan sehari-hari. Lima belas tahun sudah ikatan sepihak diri ini dan Arsenal terjadi, dan makin hari makin kuat, terlepas dari jumlah trofi dan prestasi klub ini.

Sebagaimana semua kisah cinta romantis, kisah ini juga berawal dari jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan objek cinta itu bernama Dennis Bergkamp. Waktu itu saya sudah mulai kuliah di Bandung. Semasa SMP dan SMU olahraga yang saya sukai bukan sepakbola. Kalau bermain sepakbola pun, umumnya menjadi center back karena badan yang cukup tinggi. Larinya kurang cepat untuk menjadi striker maupun winger. Sepakbola juga menjadi olahraga yang “mahal” karena kurangnya lapangan bola beneran di kota asal saya. Kami hanya bisa bermain sepakbola di lapangan rumput sekolah yang ukurannya kurang dari separuh lapangan bola, dengan kaki ayam tanpa sepatu bola (saat itu tergolong mahal). Waktu itu futsal juga belum ada. Kami akhirnya lebih sering bermain basket dan badminton daripada sepakbola. Klub bola lokal juga tidak berkompetisi di liga pro nasional. Demikianlah masa sekolah dilewati tanpa pernah mengenal olahraga terpopuler dunia ini dengan lebih dalam. Siaran langsung liga Italia saat itu juga diikuti selintas saja. Paling yang mash diingat hanyalah nama-nama pemain tim nasional negara-negara terkenal saat Piala Dunia. Seperti Roberto Baggio, yang tampil fenomenal di Piala Dunia 1994.

Tahun 1997, saya ke Bandung untuk kuliah. Saat itu liga Inggris sudah ditayangkan di televisi swasta dan perlahan menggeser dominasi liga Italia. Teman-teman yang merantau bareng dari kampung ada yang sudah menjadi pendukung klub Inggris. Ada yang memilih Liverpool, namun kebanyakan menjadi fans Manchester United (biasa, glory hunter hehe). Saya belum terlalu menyukai liga Inggris, lebih suka menonton turnamen internasional. Maka berlalulah tahun pertama kuliah itu tanpa mengikuti liga Inggris atau liga manapun secara reguler di televisi.

Bulan Juni 1998, Piala Dunia di Perancis dimulai. Pada tahun itu juga game FIFA World Cup 98 dirilis. Saat itu sudah punya Playstation dan hype Piala Dunia 98 membawa kami untuk bermain game FIFA. Entah kenapa, saya sering memilih tim Belanda setiap kali main FIFA. Mungkin karena reputasi Total Football-nya, atau reputasi trio Gullit-Van Basten-Rijkaard yang sudah sangat terkenal di Indonesia di awal tahun 90-an, atau karena suka saja dengan seragam Oranye-nya. Secara otomatis tim jagoan saya di Piala Dunia 98 itu adalah Belanda.

Kebetulan pula Belanda tampil fenomenal di PD 98. Piala Dunia 98 adalah salah satu Piala Dunia terbaik dengan partisipasi tim-tim dengn kekuatan merata dan bintang yang terkenal di setiap tim. Zidane di Perancis, Ronaldo si kuncung di Brasil bersama Rivaldo dan Bebeto, Gabriel Batistuta-nya Argentina, dan Davor Suker Kroasia. Baggio juga masih bermain, namun bintang Italia saat itu adalah Christian Vieri. Pemain-pemain bintang di PD 98 rata-rata bermain di Serie A, liga terbaik dunia saat itu.

Belanda yang tidak diunggulkan karena tampil buruk di Euro 96 ternyata mengejutkan dengn kelahiran kembai Total Football di tangan pelatih Guus Hiddink. Pemain-pemain Belanda tampil menonjol seperti si kembar De Boer, Edgar Davids, Bergkamp, Kluivert dan Overmars dan itu tercetak kuat di ingatan. Dan gaya permainannya sangat menarik di mata. Pemain tengah dan belakang hingga depan saling bertukar posisi, possession football dan overlapping full back. Belanda begitu mendominasi alur permainan setiap pertandingan. Dan yang paling berkesan tentunya adalah gol luar biasa Bergkamp ke gawang Argentina yang mengantarkan Belanda ke semifinal. Menyambut umpan lambung jauh dari Frank De Boer di menit ke-89 saat skor 1-1, Bergkamp dengan first touch-nya menghentikan bola di udara sambil melompat, second touchnya memantulkan bola sambil nutmeg Roberto Ayala, dan third touchnya adalah sontekan ke gawang Argentina. Dengan tiga sentuhan, Bergkamp membawa Belanda ke semifinal Piala Dunia.

Dalam sekejap, nama Bergkamp melompat jauh ke top table pesepakbola favorit saya, menggeser Roberto Baggio yang bertengger di puncak sejak 4 tahun lalu. Bagi saya, Bergkamp adalah pemain terbaik di turnamen itu, melebihi Zidane.

Sayangnya Belanda yang tampil lebih menawan daripada yang kemudian menjadi juara dunia, Perancis, akhirnya mesti puas dihentikan Brasil di semifinal. Walau Belanda kalah, pandangan pertama pada Bergkamp dan golnya membuat saya jatuh cinta. Mulailah mencari tahu ia bermain di klub mana. Ternyata ia bermain untuk Arsenal dan baru saja mengantarkan klub Inggris tersebut menjadi juara musim itu (1997/1998). Walaupun agak terlambat, tidak sempat menyaksikan perjalanan Arsenal menghentikan dominasi Manchester United di musim itu, saya berjanji pada diri sendiri akan selalu mengikuti aksi Bergkamp di liga Inggris. Terlalu sayang untuk dlewatkan.

Musim pertama saya mengikuti Bergkamp yang juga artinya mengikuti Arsenal, Arsenal tidak berhasil menjadi juara. Kalah satu poin dengan Manchester United yang kembali menjadi juara musim itu. Kepahitan di akhir musim ditambah dengan penjualan Anelka ke Real Madrid. Namun Wenger bergerak cepat. Pemain muda Perancis bertalenta luar biasa ini langsung digantikan dengan pemain muda Perancis lainnya yang malah akhirnya menjadi legenda klub, Thierry Henry. Musim kedua saya mendukung Arsenal juga berakhir tanpa gelar. Dan kali ini giliran Overmars dan Petit yang hengkang ke Barcelona. Masuk Robert Pires dan Wiltord. Musim ketiga kembali tanpa gelar juara. Namun menonton aksi Bergkamp dan kali ini dilengkapi dengan Henry, Pires, Vieira, Ljungberg cukup memberikan harapan. Perlahan sepakbola yang mirip dengan Total Football Belanda mulai dimainkan Arsenal. Musim berikutnya Arsenal akhirnya meraih Double kedua di bawah asuhan Wenger. Penantian tiga musim mendukung Arsenal akhirnya berbuah manis. Memang beda rasanya menjadi juara setelah dengan sabar dan setia mendukung selama beberapa tahun. Banter dengan teman-teman saya yang fans MU pun tak terelakkan. Arsenal benar-benar mendominasi musim 2001/2002 itu. Tidak hanya menang, namun menang dengan permainan indah. Seperti kata Bergkamp:

Arsène Wenger’s idea is not only to play good football. It’s to play good football to win. In my day, we knew that with our style we could hurt teams and win trophies too. But we did it our way, with the positional game, passing, movement.

Musim berikutnya Arsenal tetap dominan walaupun akhirnya disalip MU di akhir musim. Gelar FA Cup menjadi penghibur. Wenger yang mengatakan di musim itu (2002/2003) bahwa timnya bisa saja tanpa terkalahkan sampai akhir musim akhirnya diejek media dan lawan. Siapa yang menyangka musim berikutnya (2003/2004) hal yang tidak mungkin tersebut terealisasikan. The Invincibles dengan rekor W 26 D 12 L 0 mencatatkan rekor di liga Inggris sebagai tim satu-satunya yang tidak terkalahkan sejak lebih dari 100 tahun kompetisi liga Inggris. The Invincibles pertama adalah Preston North End dengan rekor W 18 D 4 L 0 di musim 1888/1889. Jumlah pertandingan yang berbeda jauh dan jarak waktu yang lebih dari 100 tahun membuat rekor tak terkalahkan The Gunners saat itu semakin istimewa. Dan rekor ini belum pernah disamakan hingga sekarang.

Arsenal pindah ke Emirates Stadium di awal musim 2006/2007 dan Bergkamp pun memainkan pertandingan terakhirnya sebagai pemain Arsenal dan sebagai pemain profesional, pertandingan testimonial yang sekaligus menjadi pertandingan pertama stadion baru tersebut. Arsenal melawan Ajax, current and legends. Alpha dan Omega, yang pertama dan yang terakhir. Pemain-pemain legenda Belanda/Ajax seperti Cruyff, Rijkaard, Van Basten, dan kembar de Boer ikut bermain. Perpisahan yang mengharukan, tanpa terasa air mata in pun menetes. Namun perpisahan dengan Dennis Bergkamp ini tidak berarti perpisahan dengan Arsenal. Bergkamp yang mengenalkan saya kepada Arsenal. Rasa cinta ini sudah meluas tidak hanya kepada dirinya, tapi juga kepada klub yang dicintainya. Arsene Wenger dengan filosofi hidup dan sepakbolanya menambah kuat kemelekatan ini. Tujuh tahun telah berlalu sejak pertandingan terakhir Bergkamp itu, dan Arsenal belum berhasil mendapatkan trofi apapun sepeninggalnya. Namun hati ini tetap untuk Arsenal. Tak bisa berpaling ke lain hati. Cinta sejati adalah soal selalu bersama baik di saat suka maupun duka, bukan? Soal kesetiaan dan saling pengertian.

Dan sebagai alpha dan omega dari tulisan ini, rasanya tidak ada yang lebih cocok daripada kutipan dari sang legenda, DB10, untuk menutup tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Dennis Bergkamp was asked about the lack of silverware at Arsenal, and the Dutchman was poised with one of the best Arsenal quotes I’ve ever seen.

I really like Arsenal. But you, do you like Arsenal? Or just Arsenal with Trophies?