Antara London dan Istanbul

Tadinya saya ingin menulis artikel preview musim 2014/2015, namun karena alasan waktu (klasik) dan belum selesainya aktivitas transfer Arsenal, tulisan tersebut saya tunda dulu. Untuk mengisi blog yang kosong ini dan karena permintaan beberapa follower Twitter @JalanArsenal maupun @benhan sementara Arsenal sudah memulai musim, saya akan mencoba menulis tulisan-tulisan singkat review atau preview pertandingan-pertandingan Arsenal di awal musim ini sambil mencoba menanggapi rumor tentang transfer pemain tentunya.

Arsenal 2 – Crystal Palace 1

Sabtu lalu, Arsenal memulai musim dengan tiga poin yang didapatkan dengan cukup sulit. Ketinggalan lebih dulu oleh Crystal Palace dari gol set pieces, Arsenal melakukan comeback lewat gol Koscielny dan gol injury time Aaron Ramsey (siapa lagi?). Ada kemiripan start awal musim ini dengan akhir musim lalu (final FA Cup), di mana Arsenal kembali membuat fans-nya deg-degan hingga akhir pertandingan. Namun saya pribadi cukup tenang dengan pertandingan pertama ini. Dalam hati ini seperti ada firasat Arsenal akan menang pada akhirnya. Possession yang sampai 75% dan Palace yang notabene tidak membuat peluang berarti selain dari gol Hangeland, serta mental juara Arsenal (hal baru) adalah kombinasi yang bisa menimbulkan kepercayaan diri para pemain Arsenal untuk mengambil hasil maksimal dari pertandingan ini. Dan kepercayaan diri tersebut ikut menular ke penonton, ke fans Arsenal.

Chambers

Yang menjadi sorotan dari pertandingan kali ini adalah penampilan cemerlang Chambers. Setelah tampil cemerlang di Community Shield dan Emirates Cup, Chambers membuktikan walau baru berusia 19 tahun, kualitasnya bukan KW dan ia pantas tampil di kompetisi level elit. Mengambil sementara posisi Mertesacker, kualitas BFG juga di-copy olehnya yang antara lain: kemampuan membaca pertandingan dan memenangkan bola-bola atas. Arsenal menduetkan bek tengah dengan dua kualitas yang berbeda: Mertesacker yang menyerang bola atas, memimpin Zonal Marking Arsenal, membaca serangan lawan, melakukan interception dan Koscielny yang lebih cepat bertugas marking man to man striker lawan (tidak ada yang lebih baik darinya dalam hal ini di EPL), recovery bola dan pemain yang lepas dari tackling atau offside trap. Duet pertahanan “attacking” dan “recovering” dalam sosok Mertesacker dan Koscielny ini demikian efektif sehingga pemain pelapisnya mesti bisa memainkan salah satu peran dengan sama baiknya. Untuk hal ini Vermaelen gagal, dan terpaksa dijual ke Barca. Chambers menurut saya lebih bisa dan cocok memainkan peran Mertesacker. Sekarang kita tinggal mencari pelapis Koscielny. Mungkinkah Kostas Manolas yang dirumorkan sebagai incaran Wenger berikutnya adalah pemain dengan tipe yang sama? Saatnya searching video di youtube. Kalau malas, paling tidak scouting report ini sekilas menyiratkan ia punya kualitas yang mirip dengan Koscielny:

What particularly caught our attention was his ability to recover into position. He was able to beat the attackers of Colombia, pace for pace, to ensure he didn’t lose possession from a through ball.

Sang Kapten

Selain penampilan cemerlang Chambers dan Koscielny, yang menarik juga adalah penampilan sang kapten baru Arsenal, Mikel Arteta. Banyak kritik pedas terhadapnya dari fans Arsenal yang menginginkan adanya DM baru untuk menggantikan Arteta. Sang kapten dirasakan lambat, dan tidak kuat lagi secara fisik sehingga tidak mampu mengemban tugas DM dengan maksimal. Namun di pertandingan melawan Palace, kualitas Arteta justru bersinar. Kemampuannya membaca serangan lawan membuatnya selalu ada pada posisi yang tepat di saat kritis. Dan seperti biasa distribusinya membuat Arsenal terus mendominasi permainan. Operan ke samping, belakang, dan depan dalam rangka mempertahankan “Order”, keteraturan dalam serangan Arsenal adalah kunci dari 75% ball possession tersebut. Dan sesuai filosofi Barca, ketika satu pihak menguasai bola, maka pihak yang lain tak dapat menyerang. Arteta tidak memberikan through ball fantastis karena memang bukan itu tugasnya. Tugasnya adalah merebut bola, melakukan interception, dan distribusi bola ke posisi aman. Dua pemain box to box dalam diri Ramsey dan Wilshere-lah yang berperan sebagai pencipta peluang Arsenal dalam pertandingan itu. Walaupun demikian Arteta sesekali ikut bergabung dalam serangan Arsenal. Di kala hampir semua pemain menyerang Arsenal mengoper dengan tidak akurat dalam pertandingan ini, Arteta selalu akurat. Tanpa dirinya, “Order” tak akan dapat dipertahankan dan Palace bisa menciptakan peluang berbahaya. Wenger selalu respek dengan kepemimpinan dan kualitas Arteta. Beberapa kutipan berikut dari musim lalu menjadi alasan mengapa Wenger mempercayakan Arteta menjadi kapten Arsenal walaupun kontraknya sisa setahun dan belum diperpanjang.

He is very influential and he’s a leader – one of the leaders of the team and he’s a technical leader as well.

He didn’t get the credit Diaby or Cazorla received, but on the day I felt he was outstanding and played a very efficient, intelligent role.

He is a winner and he does what it takes to win, it’s as simple as that. If he sees that he has to sit to allow us to be efficient, he will do it.

If he needs to push forward, he will do it just because he wants to win. That’s why I made him vice captain.

I like Mikel Arteta because of his quality, his focus, his commitment and his winner’s attitude. I have big respect for what he has achieved this season. He is very conscientious, very professional and he has a couple of years left at the top.

Daripada membeli DM baru untuk langsung menggantikan peran Arteta, saya rasa Wenger akan memilih mencari DM muda untuk perlahan-lahan menggantikan Arteta dalam masa transisi satu-dua musim ini. Arteta jelas tidak akan jadi lebih muda, lebih kuat, lebih cepat, dan perannya perlahan-lahan akan berkurang. Ia masih punya kepemimpinan dan visi yang akan sangat berguna untuk pemain-pemain muda Arsenal. Namun penggantinya perlu mulai dicari musim ini. Beberapa rumor seperti Carvalho (yang tipenya agak berbeda, lebih physical), Schneiderlin (yang tipenya mirip), atau Rabiot (bakat muda yang masih perlu banyak diasah) dilansir sebagai target DM baru Arsenal. Kita tunggu dan setelah dua pertandingan lawan Besiktas, rasanya kita akan tahu siapa yang sebenarnya diincar Wenger.

Serangan yang Belum Klik

Alexis memperlihatkan kualitasnya sekilas namun operannya masih banyak yang tidak akurat. Cazorla, Wilshere, Ramsey, Chamberlain juga sering salah mengoper. Sanogo tampil di bawah standarnya sendiri. Ia tampak kikuk, dan first touch-nya tidak bekerja. Pertandingan hari itu dimenangkan oleh pemain bertahan. Koscielny berperan besar dalam dua gol Arsenal. Tampak sekali Arsenal belum siap secara fisik maupun teknik di pertandingan ini. Seperti kata Wenger, musim dimulai seminggu lebih awal. Mudah-mudahan melawan Everton nanti lini depan dan tengah Arsenal bisa lebih klik. Sayangnya sebelum itu, mereka harus siap melawan teror fans Besiktas di Istanbul, yang terkenal galak.

Saya akan lebih memilih memainkan Chamberlain daripada Alexis di sayap kanan Arsenal malam nanti. Alexis terlihat sangat tidak siap dan Chamberlain akan lebih mudah bekerja sama dengan pemain-pemain yang sudah dikenalnya. Ramsey dan Wilshere tetap di tengah bersama Arteta (atau mungkin Flamini), dan Giroud memimpin di depan. Cazorla tetap di sayap kiri dan backfour sama dengan Monreal menggantikan Gibbs yang cedera. Chambers akan baik-baik saja dan Koscielny tampaknya fit untuk malam ini. Maka formasi Arsenal vs Besiktas:

Formasi 4-1-2-3: 

Szczesny – Debuchy, Chambers, Koscielny, Monreal – Arteta – Ramsey, Wilshere – Chamberlain, Giroud, Cazorla

Tidak ada alasan untuk kuatir berlebihan di awal musim seperti ini namun dua pertandingan kualifikasi Liga Champions ini juga tak boleh dianggap remeh. Rekor 12-0 dalam babak kualifikasi UCL selama rezim Wenger mesti dipertahankan dan diperpanjang. Permainan Arsenal mesti lebih baik daripada Sabtu lalu dan saya yakin kita bisa. Seperti mesin diesel yang baru dihidupkan, semakin lama akan semakin panas, demikian juga Arsenal. Seiring dengan waktu, permainannya akan semakin baik karena pemain mulai makin tajam secara teknik dan makin fit. Kombinasi-kombinasi akan hadir kembali, bola akan dioper semakin cepat, dan peluang yang tercipta makin banyak. Mencetak gol tidak akan menjadi masalah buat kita apalagi setelah hasil bagus 3-0 di Community Shield. Ramsey bisa memikul beban ini sementara rekan-rekannya sedang beraklimatisasi.

Untungnya di tim Arsenal saat ini tidak ada pemain seperti Gerrard. Bisa dipastikan Demba Ba tidak bisa mengambil keuntungan dari pemain Arsenal yang terpleset oleh kulit pisang imajineri di lapangan malam ini.

Oh ya, media di Inggris sedang sibuk memuji Fabregas dan menjagokan Chelsea sebagai kandidat juara liga Inggris musim ini (setelah menang lawan Burnley, tim promosi paling lemah musim ini). Saya punya banyak catatan soal Fabregas tapi biarlah itu menjadi bahan untuk tulisan berikutnya. Kita mesti punya senjata rahasia dalam berbagai hal, bukan?

PUMA dan Alexis Mulai Era Baru Arsenal

FUTURE, FOREVER,VICTORIOUS

Tanggal 10 Juli 2014 jam 11 malam hari waktu London menjadi penanda era baru Arsenal. Setelah dua puluh tahun menggunakan Nike, Arsenal pindah sponsor kostum ke Puma mulai musim ini. Perusahaan alat dan kostum olahraga milik saudaranya pendiri Adidas ini memberikan kontrak sponsorship kit tertinggi di Inggris ke Arsenal. Semalam, mereka melakukan launching kit baru Puma Arsenal secara spektakuler di atas sungai Thames. Proyeksi video ke pancuran air dengan warna dominan merah, kuning dan biru disertai narasi dari Wenger pasti menarik perhatian warga London di sekitar. Puma terkesan serius dengan launching kit baru Arsenal ini. Hashtag #StrongerTogether menjadi tema pesan malam itu selain Future, Forever, Victorious yang menjadi label untuk masing-masing kit Cup (biru), Home (merah) dan Away (kuning). Setelah itu, toko Puma di Carnaby Street dibuka untuk pembelian awal fans Arsenal yang sudah tidak sabar memakai kostum baru. Arteta, Cazorla dan Flamini dihadirkan langsung sebagai kejutan untuk fans. Walaupun Alexis Sanchez, pemain baru Arsenal tidak ada di lokasi, berita resmi transfernya telah cukup membahagiakan semua fans Arsenal malam itu.

Proyeksi Video di Pancuran Air Sungai Thames

Secara desain, kostum Puma ini terlihat lebih menarik daripada kostum Nike musim lalu (walaupun kostum Away Nike yang kemarin itu terlihat lebih bagus). Model Regular Fit juga akan terlihat bagus untuk pesepakbola yang badannya atletis. Untuk Gooners, hal ini mungkin menjadi tantangan buat kita untuk memulai diet. Terutama fans Arsenal yang sudah berkepala tiga hehe. Demi terlihat gagah berbalut kostum Puma ini, lima sampai sepuluh kilo wajib dibakar.

Favorit saya adalah baju kaos Forever alias Home dan kaos kakinya Victorious (Away). Warna kuning dengan strip biru itu terlihat sangat pas dan sungguh menggoda untuk dipakai. Secara umum ketiga tema kostum Arsenal ini masuk kategori desain yang menarik untuk dipakai komplet. Puma mesti diacungi jempol urusan desain kostum bola Arsenal pertama mereka. Launching yang spektakuler dan desain yang serius, langkah awal yang bagus untuk menjadi Stronger Together.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez, A Gunner

Tanpa mesti beraksi di lapangan hijau, Alexis Sanchez telah terlihat pantas sebagai seorang Gunner. Ia bertubuh kecil tapi kekar. Satu kata yang diasosiasikan Wenger dengannya bukan kecepatan, tapi Power. Alexis, demikian nama yang dipilihnya untuk di belakang kostumnya, diyakini Wenger dan Arteta akan menambah power Arsenal. Ia kuat, dan sudah pasti cepat, dua kualitas yang sangat dibutuhkan di Premier League saat ini dan kebetulan dua kualitas yang kurang dimiliki Arsenal musim lalu, saat pemain-pemain cepatnya cedera.

Sanchez dibeli Arsenal dengan nilai sekitar 30 juta pounds dari Barcelona. Saya telah menulis kemarin sedikit tentang Sanchez dan kualitasnya. Ia adalah pemain terbaik kedua Barcelona musim lalu. Barcelona menjualnya dan Fabregas untuk mendanai pembelian Suarez. Dari segi umur (25), ia lebih muda 2 tahun dari Suarez (27). Dari segi kualitas, mungkin Suarez saat ini lebih unggul. Namun saya yakin Sanchez akan mencetak gol yang lebih banyak untuk Arsenal musim ini daripada 21 gol yang dicetaknya untuk Barcelona musim lalu. Ia lebih cocok bermain di Liga Inggris dengan space yang tersedia lebih luas daripada Liga Spanyol. Kecepatan dan kekuatannya bisa dioptimalkan di liga ini. Belum lagi ditambah dengan adanya Ozil yang bermain di belakangnya dan Giroud di depannya yang doyan melakukan flick satu sentuhan. Sanchez akan memanfaatkan kedua rekan barunya ini dengan optimal. Ia adalah pemain yang kita cari-cari semenjak hengkangnya Thierry Henry ke Barcelona. Walcott sendiri yang diharapkan dapat menggantikan Henry sampai saat ini belum pernah mencapai puncak permainannya, disebabkan oleh cedera panjang. Hadirnya Sanchez bisa mengurangi beban Walcott sebagai mesin gol Arsenal.

 Tidak heran kalau Wenger menolak kesempatan membeli kembali Fabregas dengan nilai transfer yang sama bukan?

Sanchez sebagaimana Suarez musim lalu adalah tipe pemain yang dibutuhkan Arsenal dan sangat diinginkan Wenger. Tidak heran Wenger berusaha membeli Suarez musim lalu. Kita butuh striker yang bisa menciptakan peluang untuk dirinya sendiri, dan mampu memanfaatkan penuh serangan balik cepat Arsenal dengan kecepatannya. Daripada membeli Benzema ataupun Balotelli atau pemain depan murni lainnya, pemain seperti Sanchez yang bisa bermain di semua posisi di depan sebagai winger, striker utama atau second striker, akan lebih berguna untuk Arsenal saat ini. Wenger tidak usah pusing memilih antara ia dan Giroud karena mereka berdua dapat bermain bersama. Kekurangan Walcott yang tidak memiliki naluri alami pesepakbola bisa ditutup oleh Sanchez. Walcott bahkan bisa belajar dari masternya bagaimana bermain dengan lepas dan bebas sebagai seorang striker di posisi manapun di depan. Giroud akan mendapatkan sokongan yang lebih cepat dan lebih rapat daripada yang selama ini ia dapatkan dari Podolski. Dilihat dari sisi manapun Sanchez adalah pembelian sempurna untuk musim ini. Tidak heran kalau Wenger menolak kesempatan membeli kembali Fabregas dengan nilai transfer yang sama bukan? Ia menyimpannya untuk Sanchez. Sorry ya Cesc.

Apa yang dilakukan Suarez selama ini di Liga Inggris, dengan gol-gol spektakulernya, Sanchez bisa melakukannya. Tidak percaya? Lihatlah golnya ke Madrid musim lalu di mana ia mempermainkan Varane dan Lopez dengan mudahnya.

Hristo Stoichkov, legenda Barca menyesali “kebodohan” Barcelona menjual pemain terbaiknya.

Because of those who do not understand football we must sell the best player we have at Barca. The policy of Barca was always like this, they do not like great players. [Alexis] is the best player for his pace, his battling qualities. He fights for every ball, he plays for the team. I like his mentality. He is leaving with his head high. He is a decisive player.

Kebiasaan Madrid dan Barca adalah membeli bintang setiap musimnya. Selain berkompetisi di lapangan hijau, kedua klub ini juga berkompetisi soal koleksi bintang setiap musim terlepas dari kebutuhan riilnya. Neymar dan Bale musim lalu dan kemungkinan besar musim ini soal Suarez dan Falcao/ James Rodriguez. Tentunya bintang yang mereka incar adalah pemain yang sedang top. Namun untuk melakukan itu mereka juga sering melepas bintang mereka sendiri, yang kurang populer, atau yang jadi korban politik dalam klub. Sanchez dan Ozil menjadi korban dari tradisi ini, dan Arsenal dengan lihainya berhasil menampung kedua bintang ini. Bersamaan itu klub rival kita, Sp*rs dan Liverpool mesti kehilangan pemain terbaik mereka ke duo klub Spanyol tersebut. Sekali sambit, dua burung kena. Secara tidak langsung kita membantu Barca dan Madrid melemahkan rival kita di Inggris, sembari memperkuat diri dengan mendapatkan pemain terbaik kedua Barca dan Madrid. Cerdas.

Dengan trend setiap musim minimal satu pemain bintang kelas dunia (musim ini barangkali akan ada dua) dibeli dari klub kaya Eropa, mungkin kita bisa mulai booking pemain untuk satu tahun berikutnya. Mungkin fans Arsenal mulai boleh mengkhayal tentang prospek James Rodriguez bermain untuk Arsenal 2015-2016? Era baru Arsenal berkat deal sponsorship baru Emirates dan Puma memungkinkan itu terjadi. Sebagaimana yang telah dibahas saya dua tahun lalu di seri blog Model Finansial Arsenal.

Faktor Wenger

Ada persamaan transfer Ozil dan Sanchez, keduanya diyakinkan oleh Wenger sebelum mengambil keputusan besar. Tidak mudah untuk memutuskan pindah dari klub bintang sekelas Barca dan Madrid ke klub yang reputasinya di bawah itu. Untuk orang-orang pada umumnya, serasa menjadi pecundang. Agar hati bisa mantap untuk memutuskan pindah dan tetap merasa yakin dengan masa depan, mereka butuh motivasi dan penenang yang kuat. Datanglah Wenger. Dalam percakapan empat mata pribadi dengan Ozil dan Sanchez, Wenger berhasil meyakinkan mereka bahwa tidak ada manager lain yang lebih mengerti tentang mereka daripada dirinya. Wenger berhasil meyakinkan bahwa bila masa depan mereka dipercayakan di tangannya, mereka akan puas dan berkembang. Sebagaimana seorang pria yang berhasil meyakinkan kekasihnya untuk hidup bersamanya, Wenger berhasil merekrut Ozil dan Sanchez tanpa mereka harus merasakan penyesalan pindah dari klub bintang.

Sanchez bertemu dengan Wenger di Brazil, di sela-sela Piala Dunia. Dalam percakapan pribadi tersebut, Wenger meyakinkannya bahwa kualitasnya cocok untuk bermain di Liga Inggris. Tadinya ia sudah siap kembali ke Italia setelah merasa tidak dibutuhkan di Barcelona. Wenger juga mengatakan padanya kalau ia telah mengikuti karir Sanchez sejak ia bermain di River Plate, Udinese dan terakhir di Barca. Wenger menjelaskan kepadanya apa yang akan ia lakukan bila Sanchez bergabung dengan Arsenal, tentang visinya untuk Sanchez. Hal sama yang ia katakan kepada Ozil. Sanchez terpesona, pulang, merenung dan kemudian mengatakan kepada agennya: “Lupakan semua klub lain, aku ingin bermain untuk Wenger dan Arsenal.” Cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Bukan sekali dua kali ini charm Perancis-nya Wenger bekerja. Saat merekrut Ramsey juga demikian. Ia menerbangkan Ramsey ke Swiss (saat itu sama, ia sedang menjadi komentator Euro) dengan pesawat jet khusus untuk menjelaskan kepadanya rencana terhadapnya. Sebelumnya Ferguson yang juga tertarik kepada Ramsey hanya mengutus Gary Neville untuk menemuinya dan mengajaknya melihat Old Trafford dan fasilitas latihan United. Ramsey lebih merasakan “cinta” Sang Professor dan akhirnya memutuskan bergabung dengan Arsenal, melupakan United yang merupakan klub idolanya sejak kecil. Keputusan itu terbukti benar musim lalu. Ia menjadi pemain terbaik Arsenal. Kepercayaan yang didapatkan dari kesan pertama itu tidak boleh dianggap remeh. Seringkali dalam hidup kita terkesan dengan seseorang hanya dalam sekali pertemuan. Wenger berkali-kali berhasil mengesankan calon pemain-pemainnya dalam pertemuan empat mata.

Cerita Thierry Henry juga sama. Mereka bertemu secara kebetulan (atau disengaja?) di pesawat setelah partai terakhir Juventus, tujuan Paris. Wenger dan Henry bercakap-cakap dan saat itu juga Henry mengatakan ia ingin bermain untuk Arsenal. Tentunya Wenger dan Henry sudah pernah bertemu sebelumnya di Monaco namun saat itu Henry masih pemain di tim mudanya. Tanpa perlu cerita panjang lebar lagi Henry menjadi pemain terbaik dalam sejarah Arsenal, semua itu berawal dari pertemuan secara kebetulan di pesawat.

Walaupun terlihat kaku, Wenger sesungguhnya adalah pribadi yang hangat dan disenangi pesepakbola. Dalam liburan merangkap kerjanya sebagai komentator TV Perancis di Brazil, ia menghabiskan waktu dengan bermain sepakbola pantai dan makan malam bersama para mantan pesepakbola tenar. Reputasinya di sepakbola internasional cukup harum dan para pemain baik mantan maupun yang masih aktif merasa senang bisa berasosiasi dengannya. Pemain yang akan bergabung bisa melihat daftar pemain yang “dicetaknya”: Henry, Vieira, Van Persie (sayangnya), Fabregas dan menyimpulkan bahwa ia bisa berkembang di bawah asuhan Wenger. Reputasi Wenger bahkan mungkin melebihi reputasi Arsenal untuk pemain-pemain Eropa dan Amerika Latin tersebut.

Makan Es Krim bersama Mantan Bintang (Vieiri, Veron dan Fabio Cannavaro)

Sepakbola Pantai bersama Lizarazu, Wiltord, Karembeu, Diomede, Dacourt

Menjadi komentator TV sambil merekrut pemain sekelas Sanchez? Not bad, Monsieur Wenger. Sebelum pulang dari final nanti, bagaimana kalau tambah satu pemain lagi dari timnas Jerman, Boss? Agen 007 kita yang menyamar sebagai pundit bola rasanya akan kembali dengan sukses dari misinya di Brazil hari Senin nanti.

The name is Wenger, Arsene Wenger

Tentang Rumor Transfer dan Piala Dunia (1)

Piala Dunia telah dimulai dan tim mana yang engkau dukung?

Kalau saya mudah: Arsenal. Tim nasional mana saja yang sedang bertanding bila ada pemain Arsenalnya maka itu yang didukung. Untuk saat ini masih mudah karena pemain-pemain Arsenal belum saling bertemu. Ada 11 pemain Arsenal yang mengikuti Piala Dunia ini. Sejauh ini hanya Inggris (Wilshere dan Chamberlain) dan Spanyol (Cazorla) yang gagal mendapatkan poin. Jerman (Ozil, Mertesacker, Podolski) menang, Perancis (Koscielny, Giroud) menang, Costa Rica (Campbell) menang mengejutkan, dan bahkan Swiss (Djourou) juga menang. Belgia (Vermaelen) belum bertanding.

Partai selanjutnya di babak penyisihan grup ketika Perancis bertemu Swiss dan Costa Rica ketemu Inggris baru hadirkan sedikit dilema. Tidak sulit juga sebenarnya. Tentunya lebih dukung Perancis mengingat Djourou statusnya belum jelas musim depan dan pegang Inggris mengingat Wilshere dan Chamberlain sosok penting di skuad tersebut dan di Arsenal walaupun saya akan sangat senang bila Campbell bisa mengejutkan kita untuk kedua kalinya. Harapannya semua tim yang beranggotakan pemain Arsenal dapat lolos ke babak knock out agar kita bisa lebih lama melihat mereka bermain.

Selain pemain Arsenal, yang menarik juga dalam mengikuti Piala Dunia ini adalah menyaksikan penampilan calon-calon pemain Arsenal yang mulai beredar rumor transfernya. Pemain-pemain seperti Griezmann, Benzema, Sanchez, Balotelli, Aurier, Khedira masuk dalam radar fans Arsenal karena kuatnya rumor yang beredar dan semuanya tampil sangat meyakinkan sejauh ini. Untungnya Wenger ada di Brasil menjadi komentator televisi. Tugas sampingan scouting final calon pemain baru Arsenal bisa dilakukannya dari jarak dekat. Fans Arsenal pasti bisa menerima bila satu-dua nama dari yang disebutkan tersebut bergabung dengan klubnya musim depan. Mereka memenuhi kriteria World Class dan posisi yang sedang dibutuhkan Arsenal, antara lain: Striker, Winger, DM dan Right Back. Selain empat posisi itu, kita masih butuh goalkeeper namun kualitas back up cukup untuk musim depan, tak perlu world class.

Scouting Seorang Armchair Fan

Hasil pantauan singkat sementara: Benzema, Griezmann dan Balotelli sangat menggiurkan. Terutama Benzema yang notabene berkontribusi di semua tiga gol Perancis ke kandang Honduras. Bila Wenger berhasil menariknya ke Arsenal, Giroud akan mendapatkan rival berat atau pendamping hebat (bila kita switch ke 4-4-2). Benzema terlihat lebih cepat dari Giroud dan tendangannya lebih akurat. Namun Giroud lebih unggul soal hold up play. Bila mereka mampu berkolaborasi dengan apik (dan rasanya akan bermain bersama di partai berikutnya), duet striker ini bisa saling melengkapi dan menakutkan.

Balotelli sedikit berbeda dari Benzema. Ia punya kualitas di udara yang mungkin sebanding dengan Bendtner (ya terpaksa disebut lagi pemain ini) namun juga punya kualitas tendangan sebaik Podolski dan Benzema. Ia juga punya kecepatan yang lebih daripada Benzema. Ia seperti versi sempurna dari Sanogo. Prospek menduetkannya dengan Giroud dan bermain one two di kotak penalti lawan juga tidak kalah menggiurkannya. Wenger mesti mendapatkan satu dari dua target ini setelah Piala Dunia. Klub pemilik tidak akan menjual kedua pemain ini sebelum Piala Dunia usai, untuk mendapatkan tambahan beberapa juta pounds. Fans Arsenal mesti bersabar soal transfer antara kedua striker ini. Untuk harga, Balotelli akan lebih murah daripada Benzema karena reputasinya yang sulit diatur. Namun secara kualitas, Balotelli punya potensi yang dahsyat yang mungkin bisa melebihi Benzema di puncaknya, bila ia mau diatur dan bisa dikendalikan oleh Wenger.

Griezmann dan Sanchez adalah tipikal winger idaman yang kita butuhkan musim yang lalu. Kita butuh outlet untuk Ozil dan keduanya bisa menjadi outlet tersebut. Keduanya cepat dan punya crossing yang bagus. Tidak heran beredar rumor kembalinya Cazorla ke Spanyol, bila Arsenal memang serius ingin membeli winger baru. Bila tidak, saya tidak melihat kemungkinan Cazorla dilepas karena baru saja tanda tangan kontrak baru. Namun tak bisa dipungkiri, Griezmann atau Sanchez adalah upgrade atas Cazorla yang mulai kesulitan menemukan posisi tetapnya musim lalu di Arsenal.

Serge Aurier, self proclaimed new Arsenal player ini sangat ingin menggantikan Sagna dan dua assist-nya sudah memberikan kesan pertama yang bagus. Namun ia juga terlihat sedikit rentan soal bertahan, kebalikan dari Sagna. Untuk yang satu ini rasanya penilaian mesti disimpan dulu hingga 2 partai berikutnya.

Untuk posisi DM, Khedira memenuhi syarat dan bukan rahasia lagi kalau ia kurang betah di Madrid dan adalah teman akrab Ozil. Selain Khedira, saya juga tertarik dengan penampilan Morgan Schneiderlin yang sayangnya belum tampil untuk Perancis. Ia tampil baik bersama Southampton, tapi bagaimana bila ia bermain dengan rekan-rekan World Class di pentas dunia? Schneiderlin bisa jadi alternatif yang lebih murah bagi Arsenal, lebih muda dan sudah pasti tak perlu lagi beradaptasi dengan kompetisi di Inggris.

The New Born Arsenal Star

Joel Campbell sang pembuat kejutan. Pemain yang dibeli di tahun 2011 namun selama 3 musim bermain di luar Inggris karena permasalahan izin kerja (akhirnya didapatkan tahun lalu) membuktikan kepercayaan Wenger saat membelinya dari Costa Rica. Tampil cemerlang dengan satu gol dan satu assist melawan klub juara ketiga Piala Dunia lalu, Uruguay bukan hal biasa. Ia sudah pasti kembali ke Arsenal musim ini dan masih punya kontrak 2 tahun. Ia akan menjadi bonus bagi Arsenal musim ini, bersaing dengan Yaya Sanogo dan calon striker baru Arsenal. Bila ia bisa tampil cemerlang lagi saat melawan Inggris, tak ragu lagi media di Inggris akan mengangkat bintang baru ini. Ia bisa membuktikan penampilan cemerlangnya melawan tim mediocre di Champions League musim lalu, Manchester United bukan kebetulan.

Selain daftar nama pemain di atas, siapa lagi yang menjadi perhatianmu? Silakan share di kolom komentar.

Mesut Ozil

Sedikit bahasan tentang  Ozil. Sekarang telah terungkap alasan Wenger menolak membeli kembali Cesc Fabregas. Dari mulutnya sendiri, Cesc mengatakan Wenger menolaknya karena posisinya telah diisi Ozil. Artinya Wenger tidak bisa mengakomodasi Cesc di tim Arsenal yang sekarang. Sangat masuk akal sesuai artikel sebelumnya. Tidak mungkin Cesc dibeli hanya untuk menjadi pemain skuad yang dirotasikan atau Ozil mesti digeser menjadi pemain sayap. Arsenal hanya butuh satu playmaker murni dan saat ini Wenger yakin posisi itu milik Ozil. Dalam pertandingan melawan Jerman kemarin, walaupun Ozil tidak menghasilkan gol namun gerakannya berkontribusi besar terhadap 2 gol pertama Jerman. Selain itu setiap Jerman melakukan counter attack, Ozil selalu menjadi pemain pertama di lini depan yang berperan utama. Ozil berlari dengan cepat, mendapatkan bola dan mengirim ke depan dengan operan kilat. Bila Arsenal mendapatkan striker atau winger yang cepat, berpotensi menjadi tim counter attack yang mematikan seperti era Invincibles. Ini adalah kualitas Ozil yang sedikit berbeda dengan Cesc karena ia juga punya kecepatan dan nyaman bergerak menyusuri sisi samping lapangan. Ini dapat menjadi gaya sepakbola Arsenal musim ini.

Keraguan fans Arsenal terhadap Ozil mestinya dapat dihapuskan di Piala Dunia ini. Silakan tanya Mourinho apakah ia mau menukar Ozil dengan Cesc? Saya mulai sedikit curiga Mourinho ingin membeli Cesc agar memancing Wenger untuk mengaktifkan buyback clause sehingga budget kita yang terbatas itu habis untuk Cesc daripada pemain depan. Aksi itu sekaligus untuk membuat gusar Ozil karena hadirnya pemain hebat lain di posisinya di Arsenal dan Chelsea menjadi lebih mudah meminangnya. Sayangnya Wenger cerdik dan dapat membaca gerakan licik Mourinho itu dan tidak terjebak. Hehe tentunya ini hanya spekulasi iseng, tapi paling tidak ini teori yang menyenangkan bukan? Agak membingungkan juga mengapa Mourinho membeli Cesc ketika ia menjual Mata paruh musim lalu yang notabene posisinya hampir sama.

Hapuskan Keraguan

Bila masih ragu dengan niat belanja Arsenal, bacalah komentar Draxler yang baru saja mengakui bahwa Arsenal memang mengajukan penawaran untuk membelinya di bulan Januari lalu namun masih ditolaknya. Itu adalah bukti ambisi Arsenal untuk membeli striker baru. Mungkin saja penawaran Arsenal masih di bawah permintaan Schalke, namun paling tidak budget untuk striker baru itu memang ada sejak Januari. Saya yakin Wenger masih punya budget tersebut dan akan ditambah tambahan dana baru dari sponsor Puma dan Emirates yang dimulai musim ini. Wenger tahu persis kekurangan Arsenal dibanding 3 tim top lainnya adalah striker top dan itu mesti menjadi prioritasnya di jendela transfer ini. Untuk itulah ia menolak membelanjakan 30 juta pounds untuk Cesc dan menyimpannya untuk striker di kisaran nilai tersebut. Permasalahannya hanyalah menemukan kesepakatan dengan klub yang mau menjual striker topnya.

Untuk hal itu terjadi, butuh reaksi berantai dari beberapa peristiwa (seperti kasus Ozil) karena sangat-sangat jarang sebuah klub kaya mau menjual striker kelas dunia. Mari kita bersabar menunggu kejutan sambil menyaksikan penampilan calon-calon pemain Arsenal tersebut di Piala Dunia. Sambil berkhayal tentang mereka berkostum merah-putih di musim baru nanti. Bahan untuk ngayal: Balotelli atau Benzema? 😀