Preview Singkat Everton: Arsenal Menang

Bila Arsenal menang malam ini (dan saya yakin akan) maka jarak antara Arsenal dengan juara bertahan Liga Inggris menjadi 15 poin. Angka ini lebih besar daripada kemungkinan jarak 11 poin saat Arsenal bertandang ke Old Trafford. Kekalahan pertama Arsenal sejak pertandingan pertama musim ini saat itu membuat jarak poin mendekat menjadi 5 poin namun 4 pertandingan berikutnya yang dilalui MU dengan hasil buruk membuat jarak 15 poin akan terjadi malam ini, setelah kemenangan Arsenal. Tampaknya RVP bukan peramal yang baik. “Arah” klub lamanya yang ia pertanyakan awal musim lalu ternyata malah lebih jelas daripada klubnya yang sekarang, the club in crisis. Kita akan bahas soal perubahan arah dan nasib kedua klub yang menjadi musuh bebuyutan sejak era EPL ini lain kali.

Musim Gugur
Resminya di Inggris saat ini sudah memasuki musim dingin namun klub-klub bola Inggris seperti sedang mengalami musim gugur. Poin demi poin berguguran di matchday kemarin. Tidak hanya MU yang memetik hasil buruk, Chelsea juga kalah kepada Stoke City dan Man City ditahan Southampton. Lagi-lagi prediksi saya tentang hasil di bulan Desember meleset. Kekalahan Chelsea dan kekalahan kedua MU di kandang sendiri agak di luar dugaan. Hanya hasil dari Man City dan Liverpool yang masih sesuai skenario. Memang tidak mudah untuk memprediksi hasil pertandingan sepakbola, maka ada pepatah “bola itu bundar”. Hasil kemarin ini sangat menguntungkan Arsenal karena bila Arsenal menang lawan Everton, kita akan punya tabungan gap 7 poin dari pesaing terdekat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan sisa akhir tahun ini. Tabungan yang penting mengingat Man City dan Chelsea adalah musuh berikutnya.

Mengapa Yakin Menang?
Lalu kok bisa yakin Arsenal akan menang atas Everton malam ini? Yakin menang bukan berarti pasti menang, karena kita tak bisa melihat masa depan. Ada beberapa hal yang bisa menumbuhkan keyakinan tersebut.

1. Konsistensi
Ada sebab Arsenal memimpin klasemen sementara dan itu adalah konsistensi. Catatan tim ini sementara adalah P14 W11 D1 L2. Selain kekalahan dari Aston Villa yang berbau kontroversi dan dari MU setelah pertandingan yang menguras fisik dan mental di Dortmund, Arsenal tidak pernah gagal mendapatkan poin. Saat Man City, Chelsea, Liverpool dan terutama MU takluk dari tim-tim papan tengah dan bawah, Arsenal hampir selalu menang. Konsistensi ini juga dibuktikan saat melawan tim tangguh seperti Liverpool, Southampton dan di Champions League: Dortmund dan Napoli. Everton akan menjadi korban berikutnya dari konsistensi ini.

Konsistensi ini berawal dari lini belakang yang menjadi faktor pertahanan terbaik di Liga saat ini. Dimulai dari Szczesny yang tampil luar biasa tanpa lakukan kesalahan setelah pertandingan pertama liga. Szczesny menjadi seorang kiper yang memenangkan poin untuk tim, bukan menghilangkan poin sebagaimana beberapa kali kejadian di musim lalu. Bila terus berkembang, ia sangat bisa menjadi kiper yang melebihi Seaman dan Lehmann. Di depannya, back four selalu tampil konsisten dan pelapisnya juga tampil baik. Monreal, Vermaelen dan Jenkinson mampu masuk dan keluar tim tanpa harus merusak penampilan barisan pertahanan Arsenal. Jumlah enam clean sheet dan hanya kebobolan 10 gol dalam 14 pertandingan menjadi dasar konsistensi Arsenal. Selain pertandingan kontroversial lawan Villa, Arsenal tak pernah kebobolan lebih dari satu gol di liga. Dengan catatan rekor seperti ini, pemain Arsenal bisa percaya diri memasuki setiap pertandingan, demikian juga fans. Ada pepatah:

Strikers win you matches but defence win you the league.

2. Kreativitas tanpa batas
Mengapa Wenger membeli Ozil ketika prioritas yang jelas adalah striker, tanya para pundit bola di awal musim? Arsenal memang mencoba mendapatkan striker terbaik liga Inggris tapi gagal, namun kesempatan mencaplok playmaker terbaik Eropa tak boleh dilepaskan begitu saja. Ferguson dalam biografinya mengkritik kebijakan Wenger yang mengoleksi clones of midfielders. Bahwa Wenger membeli pemain-pemain tengah yang serupa seperti Nasri, Arshavin, sehingga lini tengah memang kreatif tapi kekurangan greget. Salah satu alasan Fergie menolak untuk membeli Ozil di tahun 2010 mungkin karena hal ini. Ia menolak mengoleksi duplikat pemain tengah kreatif. Dan begitu juga Moyes. Tak heran saat ini mereka berakhir dengan lini tengah yang dipenuhi Fellaini, Jones, Anderson, Cleverley dan kesulitan menciptakan peluang. Tak satupun pemain tersebut akan bisa masuk ke starting line up Arsenal saat ini. Kekayaan clones of midfielders Arsenal saat ini memastikan kontinuitas supply bola dan penciptaan peluang Arsenal terus terjaga mesti satu dua pemain dirotasi. Kemarin Rosicky yang main, malam ini mungkin Wilshere. Ozil, Cazorla, Rosicky, Ramsey dan Wilshere memastikan kreativitas bukan masalah Arsenal musim ini, dan sulit membedakan mana pemain utama mana cadangan. Hadirnya Flamini dan Arteta juga menambah fleksibilitas formasi yang dipasang Wenger, semua dengan tujuan kreativitas tanpa batas yang juga tetap gregetan.

3. Mukjizat
Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa memeluk agama seringkali tidak didasarkan pada akal sehat, tetapi pada Mukjizat. Entah mukjizat yang dibaca di kisah-kisah agama lalu diyakini, atau yang dilihat sendiri. Mukjizat, hal yang sulit dipahami nalar karena kita tak punya penjelasan untuknya, sulit dilakukan orang biasa, membuat kita terkejut, kagum, lalu tidak jarang hadir keyakinan buta. Nah dalam hal ini, mukjizat yang diperlihatkan Ramsey lalu Ozil dan Wilshere adalah hal-hal yang menumbuhkan keyakinan. Mukjizat yang mereka tampilkan adalah hasil kejeniusan, talenta yang dilatih sedemikian rupa sehingga aksi luar biasa bisa dilakukan di pertandingan, tak hanya di latihan. Sebuah bukti yang mengangkat mereka di atas level pemain rata-rata. Dari semua tembakan Ramsey yang masuk, operan akurat Ozil, sampai gol pinball Wilshere yang membuat seisi stadion senyap, terkesima. Permainan one-two pemain-pemain tengah Arsenal seringkali membuat kita menahan nafas, untuk kemudian menggeleng-gelengkan kepala atas level teknik yang mereka miliki. Dan mukjizat ini lahir di setiap pertandingan sehingga tak mungkin untuk tak yakin kepada tim yang satu ini.

4. Olivier Giroud
Pemain Arsenal yang tak tergantikan ini akan bermain setelah beristirahat satu pekan, dan itu cukup untuk menjadi alasan kemenangan. Bendtner bermain bagus kemarin namun sentuhan, penguasaan bola di udara dan darat, dan flick sexy Giroud tak tergantikan. Giroud akan menjadi pembeda antara barang jadi dengan mentah. Lukaku akan dilihat dengan mata orang yang telah melihat Giroud dan penilaian mereka akan berubah. Tak hanya soal assist dan goal, kontribusi Giroud terhadap permainan Arsenal sangat luas dan signifikan. Deceptive movement-nya, benturan fisiknya, kemampuan ia “membeli” waktu beberapa detik untuk menciptakan ruang bagi pemain lainnya. Perlahan-lahan ia menjelma menjadi No.9 yang komplet. Bila ada kelemahan, adalah ia masih mengandalkan kaki kiri dan tidak nyaman dengan kaki kanannya.

Empat hal di atas membuat saya yakin Arsenal akan menang malam ini. Everton memang tim bagus, solid di belakang dan mampu menciptakan banyak peluang. Kedua bek sayap mereka tampil baik di beberapa pertandingan terakhir dan mereka tak lagi mengandalkan penciptaan peluang kepada Baines. Dan Lukaku adalah pemain dengan raw talent yang sangat kentara. Kemenangan mereka atas MU tidak mengherankan (walau prediksi saya seri) mengingat tumpulnya serangan MU dari open play dan kemenangan itu akan menjadi modal kepercayaan diri mereka saat berkunjung ke Emirates Stadium hari ini.

Namun Arsenal juga telah bertemu dengan tim yang lebih berkualitas daripada Everton dan mampu menaklukkannya. Bila Lukaku striker level A, maka Lewandowski level AAA. Lini tengah Arsenal akan mendominasi pertandingan ini dan melahirkan banyak peluang. Barisan pertahanan akan membungkam Lukaku. Arsenal bisa menang malam ini selama empat hal di atas tampil kembali dan tidak terjadi hal yang kontroversial yang dipengaruhi wasit. Tapi ingat bola itu bundar, mari kita nikmati saja 90 menit pertandingan nanti. Apapun hasilnya, Arsenal tetap top of the league.

Prediksi line ups:
Szczesny – Jenkinson, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Ramsey, Ozil – Wilshere, Giroud, Cazorla

Subs: Fabianski, Vermaelen, Monreal, Flamini, Rosicky, Walcott, Bendtner

Desember, Pertarungan Juara Paruh Musim

Setelah berhasil meraih 9 poin dari 12 poin maksimum di bulan November, Arsenal dihadapkan dengan 6 pertandingan liga di bulan Desember. Bila November adalah soal mengatasi kutukan tahunan Arsenal, Desember adalah soal pertarungan memperebutkan gelar tidak resmi “Juara Paruh Musim”. Gelar tidak resmi ini bisa menjadi petunjuk kekuatan sebuah tim setelah setengah dari kompetisi dilalui. Kebetulan untuk musim ini, persis 19 pertandingan akan telah dijalani ke-20 klub EPL di penghujung tahun 2013 ini. Oleh karena itu keenam pertandingan di bulan Desember ini menjadi penentu siapa klub terkuat di paruh pertama musim 2013/2014 ini.

Prediksi Lima Klub Terkuat Paruh Musim

Hasil minggu lalu menempatkan Arsenal, Chelsea dan Manchester City di posisi yang diunggulkan dalam kompetisi Juara Paruh Musim ini. Kekalahan Liverpool dari Hull City dan hasil seri Tottenham vs MU membuat tiga klub tersebut mulai mengambil jarak dengan kompetitornya. Jarak poin antara klub peringkat pertama (Arsenal) dengan peringkat kedelapan (MU) memang belum begitu jauh, hanya 9 poin. Dengan 18 poin maksimum yang tersedia untuk diraih masing-masing klub di bulan Desember ini, secara matematis MU yang di peringkat ke-8 masih bisa meraih predikat juara paruh musim ini dengan catatan klub-klub di atasnya gagal meraih banyak poin.

 

Namun bila kita melihat jadwal dari klub-klub yang sementara menduduki posisi empat besar ini (Arsenal, Chelsea, Manchester City dan Liverpool) dan jadwal dari sang juara bertahan, secara realistis kecil kemungkinan MU dapat menduduki peringkat pertama di akhir tahun ini. Sebaliknya Arsenal dan Chelsea-lah yang paling berpeluang untuk menjadi juara paruh musim, dan mungkin Manchester City bila tim tersebut berhasil meraih 6 kemenangan berturut-turut. Di bawah ini adalah tabel prediksi saya untuk hasil klub big four + incumbent di bulan Desember ini:

Kandidat Juara Paruh Musim
Tabel Pertarungan Juara Paruh Musim

Catatan: font berwarna hitam menang, hijau seri, merah kalah

Dari fixture di atas, MU mendapatkan jadwal pertandingan yang relatif lebih mudah daripada kompetitornya dan Liverpool terberat. MU tidak perlu menghadapi klub 4 besar, dan mungkin hanya 2 pertandingan Home yang akan sedikit menyulitkannya, Everton dan Newcastle. Mari kita prediksi hasil terbaik MU adalah 5 kemenangan dan 1 seri (melawan Everton), maka poin max yang akan diraihnya adalah 16 poin. Namun dengan konsistensi MU sekarang, bukan tidak mungkin mereka akan meraih poin yang lebih sedikit lagi. Peringkat max untuk MU di akhir tahun: 4.

Liverpool mendapatkan jadwal terberat karena mesti bertandang ke Manchester City dan Chelsea yang keduanya sangat sulit dikalahkan di kandangnya. Mereka juga mesti bertandang ke Tottenham. Prediksi saya untuk Liverpool: 2 kekalahan di City dan Chelsea serta hasil seri di Tottenham. Dengan demikian Liverpool bisa tergeser ke posisi ke-5 atau lebih bawah lagi karena poin yang diraihnya hanya 10 dari max 18.

Manchester City mendapatkan jadwal yang kurang lebih sama dengan Chelsea. Perbedaannya ada pada City mendapatkan 2 pertandingan kandang saat melawan Arsenal dan Liverpool dan Chelsea 1 kandang, 1 tandang. Namun rekor away City yang demikian buruk musim ini membuat saya prediksi mereka akan kehilangan 2 poin di salah satu pertandingan tandang saat melawan West Brom atau Southampton. Sisanya hasil seri melawan Arsenal dan menang di empat pertandingan lainnya. Dengan 14 poin, City bisa memantapkan posisinya di peringkat ke-3. Bila memenangkan keenam pertandingan mereka bisa berada di puncak klasemen.

Chelsea diharapkan untuk menang dari 5 pertandingan dan seri melawan Arsenal. Chelsea akan semakin solid di peringkat kedua dan memperpendek jarak dengan Arsenal. Sunderland dan Stoke City Away bukanlah pertandingan yang sulit bagi mereka. Asalkan mampu menghindari kekalahan saat melawan Arsenal dan menang atas Liverpool, mereka akan menjadi tim yang meraih poin terbanyak selain MU di bulan ini.

Arsenal sendiri paling dekat dengan predikat juara paruh musim selama mereka tidak kehilangan poin saat melawan 4 tim selain Chelsea dan City. Dengan keunggulan 4 poin saat ini atas Chelsea, Arsenal masih “dibolehkan” meraih 2 hasil seri saat melawan Chelsea dan City. Bila kalah dari kedua tim tersebut, Arsenal akan sulit untuk dapat bertahan di peringkat pertama. Performa di bulan November mesti diulangi lagi di bulan ini. Maksimum satu kekalahan atau dua seri dari enam pertandingan krusial tersebut.

Bila semua berjalan sesuai skenario di atas maka peringkat 1-5 di akhir tahun yang juga paruh musim ini: 1. Arsenal, 2. Chelsea, 3. Man City, 4. Man United, 5. Liverpool.

Tantangan untuk tim Arsenal saat ini adalah: mampukah mereka menahan atau bahkan menang dari Manchester City, yang sampai saat ini meraih hasil sempurna di kandangnya? Mampukah mereka bermain lebih pragmatis dan lebih efisien saat melawan Chelsea di Emirates Stadium daripada saat pertemuan kedua klub di Capital One Cup? Kedua tantangan ini akan dapat dijawab dengan baik oleh Arsenal jika Wenger memainkan kartu trufnya dengan sempurna, yaitu: rotasi pemain.

Rotasi Pemain

Wenger sudah menyadari pentingnya rotasi pemain di 7 pertandingan di bulan Desember ini (termasuk satu pertandingan penentuan grup UCL). Bulan Desember menjadi bulan yang lebih berat daripada November tahun ini karena padatnya jadwal pertandingan. Arsenal praktis bermain setiap 3 hari kecuali jeda antara pertandingan melawan City dan Chelsea. Sebelum dua pertandingan krusial tersebut, Arsenal mesti meraih 6 poin sempurna saat menjamu Hull City dan Everton dan minimal seri di Napoli untuk lolos sebagai juara grup F Champions League. Tidak mungkin 11 pemain yang sama dapat dimainkan Wenger di periode tersebut.

Strategi Wenger adalah mengganti tidak terlalu banyak pemain di starting line up setiap pertandingan, namun juga konsisten melakukannya di setiap pertandingan. Kabar baiknya untuk Wenger adalah ia memiliki stok pemain tengah yang cukup untuk rotasi ini. Untuk pemain belakang juga memadai selama tidak ada lagi pemain yang cedera. Kabar buruknya: Podolski belum bisa bermain paling tidak hingga 1-2 minggu mendatang dan kita hanya punya Giroud di depan. Membalut Giroud dengan selimut hangat setiap pertandingan usai dan tidak membebaninya dengan latihan berat mungkin adalah kunci sukses Arsenal bulan ini (j/k).

Hull City

Kebiasaan Wenger adalah tidak mengganti lebih dari 3 pemain dari pertandingan ke pertandingan liga. Menurutnya lebih dari itu akan merusak keseimbangan tim. Mari kita prediksi siapa yang akan ia mainkan saat melawan Hull City. Klub yang mampu mengalahkan Liverpool 3 hari lalu ini tidak dapat dianggap enteng. Namun Arsenal juga bukan Liverpool yang tidak solid di lini belakang dan tengah. Beberapa pemain dapat diistirahatkan di pertandingan kali ini untuk pertandingan melawan Everton akhir pekan nanti, yang pastinya akan lebih berat.

Ramsey bisa diganti oleh Rosicky, Arteta oleh Flamini dan Ozil bahkan juga dapat diistirahatkan. Dan karena Sagna juga cedera ringan, ia akan digantikan Jenkinson. Dan karena Jenkinson akan jadi titik lemah Arsenal, Wenger rasanya akan mempertahankan 3 pemain bertahan utama lainnya. Itu sudah 4 pemain yang digantikan. Mari kita bertahan pada aturan max 3 pemain yang diganti, maka prediksi saya adalah pemain yang diistirahatkan: Ramsey, Ozil dan Sagna.

Starting line up melawan Hull City:

Szczesny – Jenkinson, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Flamini, Rosicky – Wilshere, Giroud, Cazorla

Subs: Fabianski, Vermaelen, Monreal, Ramsey, Ozil, Walcott, Gnabry

Wenger mungkin belum akan memasang Walcott sejak awal pertandingan karena itu akan merusak balance pemain kreatifnya yang sejauh ini telah berjalan baik. Namun bila ia ingin sedikit spekulatif dengan memainkan Walcott sejak awal, maka Hull City adalah lawan yang pas dibanding Everton. Intuisi saya memprediksi Wenger akan menggunakan Walcott lebih awal di babak kedua, mungkin menit ke-60.

Atau alternatif kedua bila Wilshere yang diistirahatkan, bukan Ramsey yang juga berarti Walcott akan dimainkan sejak awal:

Szczesny – Jenkinson, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Flamini, Ramsey, Ozil – Walcott, Giroud, Cazorla

Subs: Fabianski, Vermaelen, Monreal, Arteta, Rosicky, Wilshere, Gnabry

Lebih suka yang mana?

Bila alternatif pertama yang dipakai maka saat melawan Everton Wenger dapat menggunakan kembali Ramsey dan Ozil. Monreal juga dapat menggantikan Gibbs. Vermaelen mungkin akan dipasang saat melawan Napoli saat Sagna telah fit kembali. Namun tidak ada gunanya melakukan prediksi starting line up beberapa pertandingan ke depan bila kita belum tahu siapa saja yang akan turun malam ini.

Tiga poin mesti dikantongi Arsenal malam ini untuk memulai perjalanan mulus di bulan Desember. Walau bukan gelar sebenarnya, predikat Juara Paruh Musim akan menambah kepercayaan diri Arsenal dan membungkam media yang masih saja meragukan kemampuan tim ini untuk menjadi juara sesungguhnya di akhir musim nanti.

COYG!

8 Detik

Dalam biografi Bergkamp Stillness and Speed, salah satu ceritanya saat sesi latihan adalah counter attack 8 detik. Wenger akan menaruh manusia-manusia kayu sebagai patokan posisi pemain-pemain lawan dan para pemain Arsenal akan berusaha melakukan counter attack dari belakang ke depan dalam waktu 8 detik. Dari latihan, pola ini kemudian diterapkan di pertandingan. Dari Vieira yang merebut bola, lalu bola dioper ke Bergkamp, dari Bergkamp ke Henry, dan gol! Serangan balik kilat dengan hanya sedikit operan menjadi pemandangan biasa bagi fans Arsenal di era Invincibles.

Saat melawan Marseille, gol Jack Wilshere terjadi dalam 8 detik sejak operan Mertesacker ke Giroud. Giroud lalu mengoper ke Sagna sebelum garis tengah lapangan. Sagna memberikan through ball panjang ke Wilshere yang berlari ke kotak penalti lawan, melakukan cut in, dan me-lob bola ke sudut jauh gawang dengan kaki kirinya. Gol yang mirip dengan golnya saat tampil membela tim muda Arsenal di usia 15 tahun, yang membuatnya dikenal di antara fans Arsenal. Tiga operan, delapan detik, satu gol.

Enam menit kemudian, Sagna mengoper ke Ozil, lalu dioper lagi ke Wilshere yang masuk kotak penalti yang lalu melakukan reverse pass ke Ramsey. Sayangnya tembakan Ramsey masih dapat ditangkis kiper lawan. Berapa waktu yang tercatat sejak Sagna menyentuh bola hingga tembakan Ramsey? 8 detik. Berapa operan yang dibutuhkan? Tiga. Tiga operan, delapan detik, nyaris gol.

Habis Giroud Terbitlah Wilshere

Arsenal mendominasi penuh pertandingan melawan Marseille yang tidak tampil dengan kekuatan penuh. 800 lebih operan (terbanyak di matchday Liga Champions pekan itu) dilakukan Arsenal sepanjang pertandingan. Skor 2-0 tidak menggambarkan dominasi Arsenal pada pertandingan tersebut. Ozil gagal mencetak penalti namun tetap memberikan assist kepada Wilshere di babak kedua. Dua gol Wilshere cukup untuk memastikan Arsenal tetap di puncak klasemen grup walaupun belum lolos ke babak berikutnya. Inilah Grup Neraka Liga Champions musim ini. Tiga klub bisa meraih poin yang sama (12) di pertandingan terakhir dan salah satunya mesti gugur. Arsenal tidak boleh kalah dengan selisih tiga gol dari Napoli di matchday grup terakhir bila ingin tetap lolos ke babak berikutnya.

Jack Wilshere menjadi bintang malam itu, setelah Giroud menjadi bintang pertandingan sebelumnya. Di luar dugaan saya, Wenger memilih membangku-cadangkan Cazorla daripada Wilshere. Mungkin itulah sebabnya beredar pepatah “Wenger Knows”. Ia tahu persis kondisi pemainnya sendiri dan siapa yang mesti dimainkan. Dengan kembalinya pemain-pemain Arsenal dari cedera, Wenger sekarang akan dipusingkan untuk memilih komposisi lini tengah. Total ada 11 pemain tengah/depan yang bisa dipermutasikan untuk mengisi 5 posisi selain Giroud, yang saat ini tidak tergantikan. Saat ini Podolski dan Chamberlain belum bisa bergabung, tetapi Wenger tetap harus memilih 5 di antara 9 pemain utamanya antara lain: Arteta, Flamini, Ramsey, Wilshere, Cazorla, Rosicky, Ozil, Gnabry, Walcott untuk starting line up. Empat sisanya mesti puas start di bangku cadangan. Bila kita menghitung jatah 7 pemain di bangku cadangan yang membutuhkan paling tidak 1 GK, 2 defender, dan 1 Bendtner maka salah satu dari empat pemain tengah tersebut kemungkinan bahkan tidak dapat duduk di bangku cadangan. Saat Podolski dan Chamberlain kembali dari cedera, posisi bangku cadangan Arsenal akan diperebutkan bak gamers yang berebut PS4 di Black Friday.

Adanya pilihan yang kaya lebih baik daripada tanpa pilihan, atau pilihan yang buruk. Kekayaan lini tengah Arsenal musim ini menjadi solusi atas tipisnya skuad Arsenal di beberapa musim terakhir ini. Cedera yang pasti terjadi sepanjang musim membuat Arsenal kesulitan di beberapa periode karena pemain pelapis yang ada kualitasnya tidak sebaik pemain utama. Musim ini hal itu tak akan terjadi lagi. Wenger bisa menukar Cazorla dengan Wilshere, Ramsey dengan Rosicky, Arteta dengan Flamini, dan permainan Arsenal tidak terpengaruh banyak. Bahkan ia bisa memasukkan Gnabry dan Walcott untuk menambah daya serang. Ozil pun bisa digantikan bila perlu. Hanya Giroud yang tidak tergantikan saat ini. Ini masih menjadi PR Wenger untuk transfer window Januari nanti, kecuali bila Podolski mampu bermain sebagai CF dengan baik.

Pelangi setelah November Rain

Di awal bulan ini, saya menulis prediksi hasil Arsenal di bulan yang biasanya menjadi momok klub ini. Dari 6 pertandingan di bulan November, prediksi saya adalah 4 menang dan 2 seri. Untuk sementara ini Arsenal sudah meraih 4 kemenangan dan 1 kekalahan. Bila Arsenal menang dari Cardiff City akhir pekan ini, Arsenal akan ukir 5 kemenangan dan 1 kekalahan, 1 poin lebih baik daripada prediksi saya. Dengan rata-rata perolehan 2.5 poin/game, Arsenal akan mengukir rekor terbaik di bulan November selama era tanpa trofi, di mana rata-rata perolehan nilainya di 5 musim terakhir ini hanya 1.56 poin/game. Hasil ini juga akan di atas perolehan rata-rata Arsenal sebelum November (2.44 poin/game) dan di atas form juara musim lalu (2.34 poin/game). Yang lebih menakjubkan lagi, hasil tersebut bisa diraih tanpa Walcott dan Podolski di tim utama, 2 pemain pencetak gol terbanyak Arsenal musim lalu. Mimpi Arsenal akan gelar juara liga menjadi semakin dekat bila konsistensi ini bisa dipertahankan.

Rotasi yang Tak Terelakkan

Agar prediksi di atas menjadi kenyataan, maka hasil 3 poin mesti diraih melawan Cardiff City akhir pekan ini. Tim yang berhasil menahan imbang MU pekan lalu ini bukan tim kuat seperti Southampton namun tetap mesti diwaspadai. Saat ini tidak ada pertandingan mudah di liga Inggris. Turun konsentrasi sedikit saja, akan kehilangan poin, bahkan dari tim papan bawah sekalipun. Namun kita bisa sedikit lega karena selain penuh percaya diri, skuad Arsenal musim ini hampir tidak pernah kehilangan konsentrasi semenjak kekalahan dari Aston Villa. Hal ini tercermin dari penampilan professional Szczesny dan lini pertahanan Arsenal. Tidak ada lagi kesalahan-kesalahan konyol yang dilakukan di tengah pertandingan. Perlu upaya luar biasa dari lawan untuk mencetak gol ke gawang Arsenal musim ini. Duet Mertesacker dan Koscielny telah meraih 5 clean sheet berturut-turut ketika mereka bermain bersama (Per tidak main di Old Trafford).

skuad Arsenal musim ini hampir tidak pernah kehilangan konsentrasi semenjak kekalahan dari Aston Villa

Bulan depan, skedul Arsenal akan lebih ketat daripada bulan ini. Enam pertandingan liga dan satu pertandingan UCL harus dimainkan dalam waktu 4 pekan. Rotasi pemain menjadi kunci untuk selalu meraih hasil optimal. Tidak mungkin setiap pemain diturunkan di tujuh pertandingan di bulan Desember berturut-turut. Kabar baik untuk pemain yang sering duduk di bangku cadangan. Setelah Cardiff City, Arsenal akan menjamu Hull City, lalu Everton 3 hari kemudian. Selang 3 hari kemudian bertandang ke Napoli dan 3 hari berikutnya ke Manchester City. Lima pertandingan dalam 2 minggu. Jadwal padat dan rangkaian pertandingan yang tak kalah sulit dari bulan November.

Menjadi menarik prediksi starting line up yang akan diturunkan Wenger besok. Apakah Walcott akan mendapatkan kesempatan atau Wenger kembali pada formasi pemenang? Apakah Cazorla akan diturunkan ataukah Wilshere akan dipertahankan? Flamini atau Arteta? Gibbs atau Monreal yang tampil bagus di pertengahan pekan? Begitu banyak permutasi yang mungkin. Silakan tuliskan prediksi Anda. Saya sendiri akan memilih formasi ini:

Szcezsny – Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Ramsey, Ozil – Walcott, Giroud, Cazorla

Subs: Fabianski, Vermaelen, Monreal, Flamini, Wilshere, Rosicky, Bendtner

Ramsey akan tetap dimainkan karena staminanya yang fantastis, dan Ozil akan dicoba untuk melancarkan combo maut dengan Walcott. Bagaimana prediksi fellow Gooners?

Terakhir, mari berdoa untuk Pat Rice, legenda Arsenal yang juga menjadi asisten manager Wenger semenjak tahun pertamanya hingga dua musim lalu. Pat Rice saat ini sedang berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Sebagai bagian dari manajemen, ia adalah figur yang sangat berpengaruh bagi Arsenal di era Wenger. Loyalitas, Kesabaran, Konsistensi, adalah kualitas yang dimiliki Pat Rice. Ia sadar ia tidak dapat menjadi manager yang baik, namun ia telah terbukti sebagai asisten manager terbaik yang pernah dimiliki Wenger. Bersama Pat Rice, Wenger meraih tiga gelar juara liga, lebih baik daripada pencapaian Wenger di klub manapun.

Get Well Soon, Mr. Pat Rice!

Pat Rice, The Legend

Kembalinya Mesin Gol Arsenal

Setelah 2 minggu international break dengan hasil Giroud dan kawan-kawan sebangsanya berhasil memastikan Perancis tetap ikut pesta sepakbola di Brasil, sepakbola akhirnya kembali hari ini. Tak hanya itu, mesin gol Arsenal pun ikut kembali ke training ground London Colney.

image

Yang ini? Sayangnya Thierry Henry tidak lagi bermain untuk Arsenal walau masih terkesan cukup fit di klubnya sekarang, NY Red Bulls. Pencetak rekor gol terbanyak dalam sejarah Arsenal mulai minggu ini bergabung dengan sesi latihan tim Arsenal, suatu tradisi yang ia mulai 2 tahun lalu untuk menjaga kebugaran fisiknya selama libur Major League Soccer. Alasan kebugaran fisik mungkin hanya sebuah klise, fans Arsenal tahu persis kalau kembalinya ia ke North London karena rasa kangen yang tak terbendung terhadap klub lamanya ini. Rasa yang sama yang dirasakan banyak mantan pemain Arsenal lainnya. Lehmann, Pires, Campbell, Ljungberg dalam beberapa kesempatan kembali ke klub tercinta ini baik untuk latihan, mengambil kursus coaching, atau sekedar menjadi duta klub dalam global marketing Arsenal. Bahkan Dennis Bergkamp dalam biografinya yang terbaru mengatakan ia ingin kembali ke klub ini di masa mendatang. Baginya Arsenal sama dengan Barcelona bagi Cruyff, selalu menjadi tempat spesial walaupun saat ini mereka sedang merevolusi klub kelahirannya, Ajax Amsterdam. Arsenal terkenal sebagai klub yang memiliki rasa kekeluargaan yang kuat, sehingga klub ini bagi banyak mantan pemainnya bukan hanya sekadar tempat mereka mencari uang, tapi sudah merupakan bagian dari hidup yang sulit dilupakan.

Kembali ke mesin gol Arsenal. Bukan Henry yang dimaksud, tapi striker yang juga mungkin sama cepatnya dan belakangan ini memiliki insting membunuh di depan gawang yang mirip pendahulunya.

image

Ya, Theo Walcott. Walaupun baru mencetak satu gol musim ini, Walcott adalah mesin gol Arsenal musim lalu dengan catatan 21 gol di semua kompetisi. Ia baru akan memulai masa suburnya sebelum kemudian dilanda cedera panjang di awal musim ini. Ia baru dapat kembali hari ini, mungkin di bangku cadangan. Namun hadirnya Walcott akan menambah amunisi Arsenal dan akan sangat menyenangkan rekan barunya, Mesut Ozil.

Saat debut Ozil melawan Sunderland, kita melihat potensi maut duet mereka. Dua kali Ozil memberikan peluang manis kepada Walcott untuk kemudian berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan yang sayangnya belum berbuah gol. Namun kecepatan lari Walcott dan akurasi operan Ozil tak pelak lagi akan menjadi combo maut Arsenal musim ini. Giroud telah bermain bagus musim ini, menjadi poros permainan Arsenal di depan, namun ia tidak memiliki senjata maut yang ditakuti semua pemain belakang: kecepatan.

Walcott akan menjadi pemain yang paling beruntung dengan kehadiran Ozil dan Ozil bisa menambah koleksi angka statistiknya di kolom assist. Keduanya bagaikan pasangan yang sudah ditakdirkan di liga Inggris, kompetisi sepakbola yang memberikan lebih banyak ruang daripada liga Eropa elit lainnya. Seperti Bergkamp dan Henry, Stillness and Speed bisa lahir kembali pada pasangan Ozil dan Walcott. Yang satu punya first touch dan visi terbaik di dunia sepakbola, yang lain punya kecepatan dan ketajaman seorang pembunuh di depan gawang. Walcott mungkin masih perlu mengasah ketajamannya hingga sampai ke level Henry, namun ia telah menunjukkan peningkatan di bidang ini sejak musim lalu.

Walcott juga memberikan variasi dalam serangan Arsenal. Musim ini Arsenal bermain sangat sempit karena absennya pemain sayap tulen. Transisi yang cepat dari sayap seakan lenyap seiring dengan masuknya Walcott ke klinik medis. Dibarengi dengan absennya Podolski, praktis Arsenal bermain mengandalkan pertukaran bola yang cepat di tengah. Crossing dari sayap yang dilakukan oleh fullback cenderung lebih mudah diatasi lawan, karena biasanya terjadi setelah masa transisi lewat. Lawan telah kembali ke formasi bertahan saat fullback turun menyerang. Kecepatan pemain depan sayap dalam periode transisi akan memberikan crossing yang sulit diantisipasi barisan pertahanan lawan yang sedang melakukan transisi ke gigi mundur. Walcott akan mengeksploitasi periode transisi ini.

Lawan kita malam ini, Southampton bukanlah tim mediocre. Di bawah asuhan Pochettino mereka hanya kalah satu kali musim ini, mampu meraih hasil seri di Old Trafford dan menang di Anfield. Tim ini jelas tidak takut bertarung di kandang klub besar. Peringkat tiga dengan selisih hanya tiga poin dari Arsenal bukanlah kebetulan. Lawan yang pantas untuk tim pemimpin klasemen yang masih kesal karena membuang poin percuma di Old Trafford dua pekan lalu.

Kunci keberhasilan Southampton ada pada pertahanannya yang kuat. Hanya kebobolan 5 gol dalam 11 pertandingan dengan kebobolan terbanyak hanya satu gol per pertandingan. Hasil 6 clean sheet berhasil mereka ukir musim ini mengukuhkan mereka sebagai tim dengan pertahanan terbaik di liga sejauh ini. Mampukah Arsenal mencetak lebih dari satu gol? Jika menurut pada statistik Southampton musim ini, maka Arsenal hanya mungkin menang dengan skor 1-0. Problem lainnya adalah Southampton tidak hanya baik dalam bertahan, mereka juga cukup baik dalam menyerang dengan perolehan 15 gol musim ini. Angka yang cukup sebanding dengan tim-tim lain di posisi empat besar.

Bila dalam kondisi prima, bukan tidak mungkin Arsenal mampu memecahkan rekor Southampton ini. Mampukah Arsenal mencetak 2 gol dengan komposisi Giroud, Cazorla, Ramsey, Ozil dan Wilshere ditambah dengan Walcott di babak kedua? Sangat mampu dan mungkin. Syaratnya adalah Arsenal mesti membuang semua keraguan sejak awal dan sepenuhnya memainkan permainan mereka yang penuh percaya diri. Syarat tambahan: hindari virus yang mengganggu penampilan dua pekan lalu. Bila Arsenal mampu mencetak gol dalam pertandingan ini, apalagi lebih dari satu gol, Arsenal akan amankan tiga poin penting.

Prediksi line up Arsenal:
Szczesny –  Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Ramsey, Ozil – Wilshere, Giroud, Cazorla.

Subs:
Fabianski, Vermaelen, Monreal, Jenkinson, Walcott, Gnabry, Bendtner

Catatan: Flamini dapat larangan bermain karena akumulasi kartu kuning. Rosicky dikabarkan masih flu.

Panggung untuk Özil

Preview Manchester United vs Arsenal, 10 November 2013 11.10 pmSun back page   Ozil  We ll end United s season

Pagi ini Inggris diramaikan dengan headline tabloid The Sun di atas. Headline sensasional yang menyebutkan kalau Özil akan mengakhiri musim United secara dini pada pertandingan hari ini. Ternyata setelah dibaca isi beritanya, sama sekali tidak ada kata-kata dari Özil yang seperti itu. Özil hanya mengatakan kalau Arsenal akan ke United dengan target untuk menang. Seperti biasa, wartawan melakukan spin atas kutipan Özil agar tabloidnya laku di hari big match ini.

Di luar sensasi spin yang tentunya akan memancing kemarahan fans United, headline tersebut di lain sisi juga mengindikasikan kepercayaan diri penuh pemain Arsenal dan media yang mulai menganggap serius kekuatan Arsenal musim ini. Posisi unggul 5 poin di puncak klasemen dan kemenangan sensasional tengah pekan atas Dortmund telah sedikit banyak mengubah persepsi media Inggris yang awalnya skeptis dengan peluang Arsenal menjadi juara liga. Posisi United yang terpisah 8 poin saat ini dengan Arsenal dan berpotensi menjadi 11 poin bila kalah malam ini membuat wartawan berani menulis headline seperti itu. Dan memang bila MU kalah malam ini, misi untuk mengejar ketertinggalan 11 poin akan terasa lebih berat walau bukan mustahil.

Posisi unggul 5 poin di puncak klasemen dan kemenangan sensasional tengah pekan atas Dortmund telah sedikit banyak mengubah persepsi media Inggris yang awalnya skeptis dengan peluang Arsenal menjadi juara liga

Pertanyaannya adalah bisakah Arsenal menang dari Manchester United di kandangnya? Selama era Wenger, Arsenal hanya mampu menang 3 kali di Old Trafford di kompetisi liga Inggris. Pertama kali saat musim double pertama 1997/1998 dengan solo gol dari Overmars. Kedua di musim double kedua 2001/2002 lagi-lagi dengan solo gol dari Wiltord yang sekaligus memastikan Arsenal menjadi juara liga musim itu. Yang terakhir di musim 2006/2007 dengan gol dari Adebayor hasil assist Cesc Fabregas. Tiga kemenangan 1-0 selama 16 musim mencerminkan sulitnya mengalahkan Manchester United di kandangnya, di era Ferguson.

United boleh saja ganti pelatih, dan hal itu sedikit mengganggu perjalanan mereka di awal musim. Namun mereka tetap masih menyandang status juara bertahan dengan komposisi pemain yang tidak berkurang dari musim lalu, malah diperkuat dengan Fellaini dan Adnan Januzaj. Saat ini penampilan mereka mulai stabil, katanya tidak terkalahkan di 8 pertandingan terakhir (semua kompetisi). Walaupun bila dilihat lawan-lawannya dalam 8 pertandingan tersebut dan banyaknya hasil seri, tidaklah terlalu impresif. Lebih banyak D daripada W nya. Form Arsenal jelas jauh lebih mengesankan untuk saat ini. Sebagai perbandingan Arsenal menang atas Dortmund di tandang sedangkan MU hanya bisa meraih hasil seri bertandang ke Sociedad, walaupun sudah menghalalkan segala cara termasuk divingnya Ashley Young.

Namun dalam performa terbaiknya United bisa lebih berbahaya daripada Liverpool. Dan mereka pun memiliki duet SAS yang lebih berbahaya daripada SAS-nya Liverpool. Shrek and Skunk (nama panggilan untuk Rooney dan Van Persie) jauh lebih berbahaya daripada Suarez dan Sturridge dari segi track record mereka melawan Arsenal. Bila Suarez dan Sturridge punya kecepatan, Rooney dan Van Persie punya intuisi dan hawa pembunuh yang dahsyat bila berada di kotak penalti lawan. Mertesacker dan Koscielny mesti ekstra hati-hati dan tampil penuh konsentrasi untuk mencegah mereka mencetak gol malam ini.

Bila pola serangan Liverpool minggu lalu agak monoton dengan bola-bola ke Suarez dan Sturridge yang sudah bisa ditebak, MU akan lebih menyerang lewat sayap. Fullback mereka akan overlapping dengan pemain sayap dalam formasi 4-4-2. Crossing Evra terutama sangat berbahaya. Januzaj juga telah memberikan beberapa indikasi kalau ia bukan hanya sebatas pemain potensial seperti Macheda beberapa musim lalu, namun juga dapat memberikan hasil nyata di lapangan lewat crossing dan umpan through ball-nya yang cantik. Mereka juga sangat berbahaya saat eksekusi bola mati. Rooney telah mencetak beberapa gol dari tendangan bebas. Musim lalu United praktis menjuarai liga mengandalkan efektivitas setplay mereka. Tendangan sudut, tendangan bebas dan tendangan penalti (untuk yang satu ini mudah-mudahan sedikit berkurang dengan perginya Fergie).

MU hanya bisa meraih hasil seri bertandang ke Sociedad, walaupun sudah menghalalkan segala cara termasuk divingnya Ashley Young

Prediksi formasi United malam ini:

De Gea – Smalling Ferdinand Vidic Evra – Valencia Carrick Fellaini Januzaj – Rooney RVP

Rafael, Evans dikabarkan cedera sedangkan Carrick, Cleverly, Welbeck juga masih akan menjalankan fitness test.

Untuk Arsenal, Flamini dan Wilshere dikabarkan ikut dalam skuad yang berangkat ke Manchester. Prediksi formasinya sebagai berikut:

Szczesny – Sagna Mertesacker Koscielny Gibbs – Flamini Arteta – Ramsey Özil Cazorla – Giroud

Flamini perlu dipasang untuk membantu fullback Arsenal saat MU menyerang lewat sayap. Pada pertandingan melawan Liverpool dan Dortmund terlihat kekurangan kecepatan Arteta beberapa kali memberikan peluang untuk lawan di kotak penalti. Selain itu Özil dan Cazorla yang harus turun membantu pertahanan di sayap mengurangi potensi Arsenal dalam penyerangan. Adanya Flamini memungkinkan Ramsey, Özil dan Cazorla fokus pada penyerangan dan pressing agar transisi dari pertahanan ke penyerangan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Secara kemampuan teknik, skuad Arsenal kali ini lebih baik daripada MU. Kecuali penyerang mereka yang relatif lebih baik, Arsenal jauh lebih unggul di lini tengah. One touch football yang agak sulit dimainkan melawan Dortmund akan kembali di pertandingan ini. MU bukan tim yang melakukan pressing dengan intensitas tinggi. Bila Carrick tidak bermain, mereka malah akan mendapatkan masalah baru dalam sirkulasi dan distribusi bola. Dengan pressing tinggi yang dilakukan 4 pemain penyerang Arsenal terhadap lini tengah United, Arsenal akan mendominasi penguasaan bola dan adanya Flamini dan Arteta sebagai double pivot dapat mengatasi serangan balik MU dari sayap.

Selama Arsenal bisa membatasi jumlah tendangan bebas dan sudut untuk MU, menjaga konsentrasi penuh saat bertahan sebagaimana dua pertandingan terakhir, dan tidak memberikan MU respek yang berlebihan, Arsenal mestinya bisa menang malam ini.

Dalam pertandingan di Old Trafford sebelumnya, Arsenal terlalu memberikan respek kepada tim baru mantan kaptennya. “Hadiah” yang diberikan Vermaelen kepada Van Persie di menit-menit awal pertandingan “membunuh” pertandingan itu. Belum lagi insiden Andre Santos yang mengajak RVP tukaran kaos di saat turun minum. Pada pertemuan berikutnya di kandang Arsenal, Sagna lagi-lagi memberikan hadiah penalti kepada RVP sehingga skor menjadi 1-1. Namun di pertandingan malam ini, saya yakin respek terhadap RVP telah dapat dihilangkan. Itu karena satu nama: Mesut Özil.

Hadirnya Özil di Arsenal bersamaan dengan Fellaini di MU membuat surat terbuka RVP kepada dunia yang meragukan Arah dan Ambisi mantan klubnya itu menjadi lucu

Musim lalu Arsenal kehilangan aura bintang dengan hengkangnya pemain terbaiknya. Musim ini Arsenal kedatangan salah satu pemain terbaik dunia, Mesut Özil. Hadirnya Özil di Arsenal bersamaan dengan Fellaini di MU membuat surat terbuka RVP kepada dunia yang meragukan Arah dan Ambisi mantan klubnya itu menjadi lucu, setahun kemudian. Lebih lucu lagi ketika MU menunjuk Moyes sebagai pengganti Ferguson, yang sempat berjanji kepada Van Persie ia tak akan pensiun. Mungkinkah arah dan ambisi klub yang dimaksud Van Persie dapat diwakilkan oleh Moyes dan Fellaini?

Kita tak punya banyak waktu untuk memeriksa kondisi little boy inside Van Persie sekarang. Ia sendiri yang telah membakar jembatan antara dirinya dengan klub, termasuk dengan rekan setimnya. Di muka umum ia meragukan mereka memiliki kapasitas untuk menjadi juara. Ia juga seakan “menampar” muka manager yang telah demikian mempercayainya, yang mengubahnya dari anak muda bertalenta namun bermasalah dari Belanda menjadi salah satu striker yang paling ditakuti di dunia. Walaupun ia mendapatkan medali gelar yang selama ini ia impikan, potensinya untuk menjadi legenda Arsenal hilang bersamaan dengan ingatan kita akan kontribusinya (termasuk cederanya) selama di Arsenal lewat aksi memalukan untuk memaksakan kepindahan ke rival yang paling dibenci seluruh pendukung klub.

Sekaranglah saatnya mantan rekan setimnya membuktikan kalau ia salah. Bahwa Arsenal adalah tim yang sedang menanjak sedangkan MU adalah tim yang sedang merosot. Tidak ada cara yang lebih baik selain menambah jarak 8 poin saat ini menjadi 11 poin saat pertandingan usai.

Dennis Bergkamp dan Mesut Özil

Setelah membaca biografi Dennis Bergkamp, Stillness and Speed, pikiran saya tidak bisa lepas dari Mesut Özil. Banyak kemiripan Bergkamp dengan Özil. Mereka sama-sama perfectionist, introvert, jenius, dan memiliki first touch yang bagaikan sentuhan dewa sepakbola. Bergkamp melihat dirinya dalam diri Mesut Özil. Ia melihat first touch yang sama. Bergkamp mengakui sendiri dalam biografinya bahwa sejak muda ia bukanlah pemain yang suka dribbling atau pamer skill seperti Zidane misalnya. Ia terobsesi dengan kontrol bola, dengan first touch. Di awal cerita, ia yang masih anak-anak melatih kontrol bolanya lewat memantulkan bola ke tembok. Dari sana ia bereksperimen soal sudut sentuhan kaki dengan bola, bagaimana spin bola, cara trapping bola yang sempurna di udara. Sebuah biografi yang luar biasa yang membawa kita masuk ke alam pikiran seorang jenius sepakbola yang juga legenda Arsenal. Suatu hari saya akan mencoba menulis resensinya di sini.

Selain first touch yang sempurna, Bergkamp juga melihat visi sepakbola yang mirip pada Özil. Menurutnya Özil mampu melihat permainan sampai beberapa langkah ke depan. Ia mampu memprediksi apa yang akan dilakukan rekannya dan lawan untuk beberapa langkah ke depan sebelum ia melakukan operan. Ia akan memberikan operan yang terbaik kepada rekannya sehingga tidak dibutuhkan banyak sentuhan untuk mencetak gol. Operan yang juga membelah pertahanan lawan. Özil sebagaimana Bergkamp adalah master ruang dan waktu. Mereka menciptakan ruang dan waktu untuk dirinya dan rekan-rekannya. Hal ini dikonfirmasi dari wawancara David Winner (penulis biografi Bergkamp) dengan rekan-rekan Arsenalnya seperti Vieira, Wright dan Henry. Dan Bergkamp yang jarang memuji pemain bola lainnya, melihat hal yang sama pada Özil dan mengatakannya pada media secara terbuka.

Tidak ada panggung lain yang lebih cocok untuk seorang jenius seperti Özil selain rumahnya juara bertahan. Walaupun Özil telah tampil cukup baik dengan beberapa gol dan assist dalam dua bulan ini, ia belum memperlihatkan 100% kemampuannya bersama Arsenal. Sebagai penantang utama Liga Inggris musim ini, Özil bersama rekan-rekan Arsenal-nya berkesempatan menegaskan terjadinya pergeseran kekuatan sepakbola Inggris dari Manchester ke North London. Walaupun hasil maksimal telah diraih dari Liverpool dan Dortmund, rasanya belum sempurna kelulusan Arsenal dari ujian publik sebelum mengalahkan sang juara bertahan, di kandang mereka. Panggung ini memang diciptakan untuk Özil, tinggal ia menjawabnya.

Let’s end United season at their home.