Mati Satu Tinggallah Lima

One down, five to go.

Dalam tulisan saya sebelumnya, November Rain Arsenal, prediksi saya kita akan mendapatkan 4 kemenangan dan 2 seri dari 6 pertandingan vital di bulan November ini. Hebatnya Arsenal melampaui prediksi saya dengan mengalahkan Liverpool 2-0 akhir pekan lalu. Mampukah kita mengulanginya lagi malam ini?

Kunci kemenangan Arsenal atas Liverpool sebagian besar sudah diulas di artikel preview sebelum pertandingan, dan Arsenal melakukannya dengan sangat baik. Arsenal tidak mengubah formasinya untuk menyesuaikan dengan formasi 3-5-2 Liverpool. Itu bukan gaya Wenger. Wenger akan memaksakan dominasi timnya atas tim lawan dan melakukan sedikit penyesuaian pada penampilan personel di lapangan. Yang dlakukan Arsenal dengan sangat baik adalah eksploitasi wing back Liverpool dan melakukan pressing di lapangan lawan sehingga berkali-kali memaksakan turnover di area Liverpool.

Arsenal berhasil memotong supply bola ke duet SAS (peran besar MotM saya malam itu: Arteta), dan sesuai prediksi saya Liverpool tidak akan dapat mencetak gol bila SAS tidak mendapatkan bola. Ketergantungan Liverpool yang demikian tinggi pada SAS menjadikan mereka two men team. Bahkan yang menariknya duet SAS ini berubah menjadi ASS di penghujung pertandingan. Konflik Antara Suarez dan Sturridge hampir terjadi ketika salah satu anggota “duet” ini komplain kepada rekannya karena tidak diberikan operan. Catatan statistik menyatakan hanya 4 operan yang terjadi antara dua anggota duet ini sepanjang pertandingan. Empat. Lebih mirip dua solo yang kebetulan tampil bareng daripada duet maut.

Ketergantungan Liverpool yang demikian tinggi pada SAS menjadikan mereka two men team

Pergerakan pemain tengah Arsenal dan operan one-two mereka terlalu sulit diikuti Liverpool. Dan kelemahan bermain dengan 3 CB ini adalah mereka akan kekurangan satu pemain untuk melakukan marking pemain Arsenal di luar kotak penalti. Tiga CB Liverpool cenderung melakukan zonal marking di dalam kotak penaltinya dan Giroud selalu memenuhi perhatian mereka. Mereka gagal mengawasi pergerakan Cazorla, Ozil, Ramsey, Rosicky yang bermain mengisi kekosongan antara dua lini Livepool belum lagi overlapping Gibbs dan Sagna di sayap. Sedangkan wingback Liverpool, Cisokkho dan Flanagan sering terlambat turun untuk tracking pemain Arsenal. Crossing Sagna ke area di belakang Giroud yang tidak diisi pemain Liverpool (3 CB semuanya di depan Giroud) berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Cazorla. Sementara untuk gol kedua, perhatian Gerrard dan Lucas Leiva tersita oleh Ozil sehingga Ramsey punya waktu banyak saat menyambut operan Ozil untuk menghitung satu, dua, tiga… lalu menendang bola secara bersih dan terukur. Dari segi jumlah, pemain Liverpool akan selalu kalah di lini tengah dengan formasi ini dan 3 CB di belakang serasa sia-sia dalam menghadapi pola serangan Arsenal yang lebih banyak mengacak-acak ruang antara lini pertahanan dan tengah Liverpool.

Ramsey punya waktu banyak saat menyambut operan Ozil untuk menghitung satu, dua, tiga… lalu menendang bola secara bersih dan terukur

Liverpool sempat mengubah formasi menjadi 4-4-2 di babak kedua namun hal itu tidak berpengaruh banyak karena Arsenal kembali mencetak gol. Masuknya Coutinho memang memberikan beberapa peluang kepada Liverpool namun catatan saya hanya dua peluang bersih yang mungkin menghasilkan gol di babak kedua, yaitu tembakan Suarez yang dikomplain Sturridge dan bola dari first touch Sturridge yang disamber Suarez di luar dugaan rekannya (lihat polanya? “Duet” mitos?) dan tendangannya mengenai tiang gawang luar. Foul Sagna terhadap Suarez yang diambil cepat oleh Suarez meskipun tahu wasit telah meniup peluit dan akan mengkartu-kuningkan Sagna, sama sekali bukan peluang gol. Pemain Arsenal berhenti mengejar bola setelah mendengarkan bunyi peluit tersebut. Hanya imajinasi dalam level tinggi yang berpikir itu adalah peluang gol.

Dua peluang bersih Liverpool dibandingkan dua peluang Giroud, dua tembakan Ozil ke kiper, satu tembakan Ramsey ke kiper, dan satu tembakan Rosicky yang ditepis kiper, plus dua gol Arsenal. Jelas dari segi peluang bersih, Arsenal lebih unggul. Dan keunggulan itu tercermin dalam jumlah gol yang tercipta malam itu. Arsenal 2, Liverpool 0.

Bukan Liverpool yang lemah, namun Arsenal musim ini memang bukan lagi sekedar pesaing untuk empat besar

Namun jangan salah artikan bahwa artikel ini menganggap remeh Liverpool. Jelas tidak. Liverpool adalah tim yang bagus. Mungkin untuk musim ini dari lawan-lawan yang sudah dihadapi Arsenal, hanya Dortmund yang lebih baik daripadanya. Liverpool jelas dapat dianggap salah satu kandidat empat besar EPL. Sebuah peningkatan mengingat telah cukup lama Liverpool tidak lagi bersaing di kompetisi Liga Champions (tepatnya 4 musim). Bukan Liverpool yang lemah, namun Arsenal musim ini memang bukan lagi sekedar pesaing untuk empat besar.

Apabila Arsenal saat ini memimpin dengan cukup nyaman di EPL, tidak demikian halnya dengan di grup neraka Champions League. Bila Arsenal gagal mendapatkan satu poin pun dari pertandingan malam ini melawan Dortmund, maka Arsenal mungkin hanya akan finish di posisi runner-up walaupun menang di dua pertandingan terakhir. Satu poin adalah hasil minimal untuk malam ini dan tiga poin adalah balas dendam yang memuaskan.

Sulit membuat preview untuk pertandingan ini selain Arsenal rasanya akan mengulang formasi yang sama saat melawan Liverpool. Gibbs dikabarkan bisa ikut tim ke Dortmund dan Gnabry juga masuk cadangan. Bila Gibbs cukup fit, ia akan dimainkan dan bila tidak, Monreal adalah pengganti yang lebih dari cukup. Arsenal akan kembali mengandalkan 5 pemain tengahnya untuk mendominasi lapangan tengah di Dortmund.

Arsenal sudah mendapatkan pelajaran fatal saat bermain di kandang 2 minggu lalu. “If you can’t win, at least don’t lose,” kata Wenger. Pepatah sederhana ini mesti dijalankan malam ini. Permainan yang lebih hati-hati seperti saat melawan Muenchen musim lalu bisa diperagakan kembali. Level permainan Arsenal dan Dortmund tidak berbeda jauh. Bedanya adalah 80.000 supporter Dortmund yang jauh lebih gila dan militan daripada dukungan di Emirates Stadium. Saya akan sangat puas dengan hasil satu poin di pertandingan ini. Namun kalau Arsenal kembali bisa mematahkan prediksi, kenapa tidak?

Update sedikit soal Dortmund:
Klopp mengatakan ia suka pemainnya berlari lebih banyak daripada pemain lawan. Ia lebih suka musik heavy metal daripada orkestra (perumpamaannya untuk Wengerball). Wenger membalasnya dengan mengatakan bukan soal berapa banyak/jauh larinya yang penting, tapi bagaimana pemain berlari. Seringkali tim yang berlari lebih banyak justru kalah dalam pertandingan. Malam ini Arsenal bisa membuat pemain-pemain Dortmund berlari tanpa hasil bila kita bisa kembali memainkan “pinball”, membiarkan mereka mengejar bayangan bola.

Jika Arsenal bisa menguasai lebih banyak bola, melakukan pressing 3 detik recovery setiap kehilangan bola, dan kembali mempertahankan shape bila gagal merebut kembali bola, lalu membunuh lewat counterattack, maka besar kemungkinan Arsenal mampu mengalahkan Dortmund. Wenger pasti sudah mempelajari video saat Monchengladbach mengalahkan Dortmund musim ini. Mereka mengalahkan Dortmund dalam permainannya sendiri, serangan balik yang cepat. Szczesny paling tidak mesti tampil sebaik Ter Stegen malam ini.

Terus terang, sulit mencari kelemahan finalis Liga Champions musim lalu. Namun hal yang sama juga dapat dikatakan untuk juara Liga Champions yang kita kalahkan di kandangnya sendiri. Tim ini sejak kemenangan fenomenal tersebut bila tidak melakukan kesalahan, bisa mengalahkan siapa saja. Itu yang mesti diyakini setiap pemain Arsenal di lapangan.

Bila Arsenal dapat menang malam ini, empat pertandingan sisa di bulan ini akan dihadapi dengan kepercayaan diri yang makin tinggi lagi. Ada harapan nyata kalau November Rain akan berubah menjadi Sweet November.

Come On You Gunners!

SAS Bertemu Godzilla

Preview Arsenal vs Liverpool, 3 November 2013 12:30 am

Godzilla

Liverpool boleh saja terkenal dengan duet SAS-nya. Tapi bisakah pasukan khusus Inggris tersebut melawan Kaiju terbesar, terseram, terdahsyat dalam sejarah, si Godzilla? No chance at all.

Ups sorry, bukan Godzilla itu yang dimaksud tapi yang di bawah ini.

Arsenal Godzilla

Pertemuan melawan Liverpool ini adalah pertemuan pertama Arsenal sejak mempermalukan mereka dengan bid 40 juta + 1 pound di transfer window musim panas. John W. Henry, pemilik Liverpool sampai mempertanyakan apa yang dihisap Stan Kroenke sehingga melakukan penawaran tersebut. Tenang John, Stan Kroenke hanya menghisap cigar, bukan ganja. Itulah nilai tawar kami pada pemain terbaik Liga Inggris musim lalu. Tentu engkau boleh menolaknya, dan kami hargai sikap itu. Arsenal lalu beralih kepada target 40 jutaan lainnya, Mesut Ozil, dan mendapatkannya. Saat ini Arsenal hanya tertarik shopping di butik mewah, tak lagi mencari-cari barang diskonan di ITC jadi jangan salahkan kami bila pemain terbaikmu sempat kami tawar.

Suarez lalu berontak. Apa boleh buat, ia merasa kesempatan untuk meraih trofi juara dan bermain di Liga Champions dapat disediakan Arsenal daripada timnya. Liverpool bergeming dan tetap ngotot tak akan menjual ke rivalnya (mungkin mereka salah anggap Arsenal sebagai Everton). Kredit untuk Liverpool, mereka berhasil mempertahankan Suarez dan saat ini bersama Sturridge menjadi duet termaut di Liga Inggris, paling tidak versi media.

Saat ini Arsenal hanya tertarik shopping di butik mewah, tak lagi mencari-cari barang diskonan di ITC

Duet SAS ini sudah menghasilkan 14 gol. Angka yang fantastis memang dan jauh di atas perolehan gol striker klub lainnya. Namun ada fakta yang diabaikan bahwa selain duet SAS, hanya ada 2 pemain Liverpool lainnya yang mencetak gol, yaitu Gerrard (2) dan Victor Moses (1). Jadi ketergantungan Liverpool terhadap SAS sangat tinggi. Bandingkan dengan Arsenal yang mencetak 20 gol dengan distribusi yang lebih merata: Giroud (5), Ramsey (5), Ozil (2), Wilshere (2), Podolski (2), Gnabry (1), Arteta (1), Sagna (1), Mertesacker (1). Total ada 4 pemain Liverpool yang sudah mencetak gol sedangkan Arsenal 9 pemain. Dari segi assist, Arsenal lebih menonjol dengan Ramsey dan Giroud masing-masing menyumbangkan 4 assist dan Ozil 3 assist sementara Suarez baru memberikan 1 assist dan Sturridge 2 assist. Statistik ini menunjukkan memang duet striker Liverpool sangat berbahaya namun itu juga berarti bila Arsenal dapat menghentikan supply bola ke duet striker ini, maka Arsenal dapat mencegah Liverpool mencetak gol.

Player Statistics
Player Statistics – sumber: whoscored.com

 bila Arsenal dapat menghentikan supply bola ke duet striker ini, maka Arsenal dapat mencegah Liverpool mencetak gol.

Dari sisi Liverpool, mereka harus mengawasi pemain depan dan tengah Arsenal secara lebih merata. Giroud, Ramsey, Ozil, Wilshere sama-sama bisa mencetak gol dan memberikan assist. Sehingga perhatian pemain bertahan Liverpool harus dibagi kepada 4 pemain ini. Belum lagi adanya Cazorla, pemain terbaik Arsenal musim lalu yang baru kembali dari cedera. Perhatian pertahanan Liverpool akan lebih tersebar daripada perhatian pertahanan Arsenal. Kunci pertandingan ini ada pada bagaimana Koscielny bisa membungkam Suarez tanpa harus menghadiahkannya penalti (ingat kebiasaannya belum hilang) dan untuk Mertesacker dan Arteta memotong operan ke lini depan Liverpool. Bila tugas ini bisa dijalankan dengan baik, serahkan bola kepada Godzilla. Kaiju kita akan memporak-porandakan pertahanan Liverpool tanpa ampun.

Walaupun dalam tulisan saya sebelumnya November Rain Arsenal, saya prediksikan hasil seri untuk pertandingan ini, namun kemungkinan menang Arsenal tetap ada. Liverpool musim ini memang tampil cukup impresif dengan berada di peringkat ketiga dan terpaut hanya 2 poin dari Arsenal, namun penampilannya belum sekonsisten Arsenal sejauh ini. Selain kemenangan dari klub juara yang pesakitan, Liverpool belum menang dari klub 10 besar lainnya. Seri melawan Swansea dan kekalahan dari Southampton menunjukkan ada kelemahan dalam penampilan Liverpool bila melawan tim lumayan. Arsenal sendiri di liga Inggris amat konsisten sejak kekalahan dari Aston Villa di pekan pertama. Dan konsistensi Arsenal akan kembali diuji bulan ini oleh klub-klub “besar”.

Untuk starting line up malam ini, formasi 4-2-3-1 Arsenal akan berhadapan dengan 3-5-2 Liverpool. Flamini dan Gnabry yang masih belum bisa bermain menyebabkan Wenger tak punya pilihan lain selain memainkan Ramsey dan Arteta di lini tengah. Ozil, Wilshere dan Cazorla akan mengisi tiga posisi AM di belakang Giroud. Arsenal kembali akan bermain sempit dan mengandalkan fullback untuk memberikan “lebar” dalam permainan. Line up Arsenal akan seperti ini:

Szczesny – Sagna Mertesacker Koscielny Gibbs – Ramsey Arteta – Wilshere Ozil Cazorla – Giroud

Cadangan: Fabianski, Monreal, Vermaelen, Rosicky, Ryo, Bendtner, Jenkinson/Hayden/pemain muda lainnya

Starting line up Arsenal cukup tangguh namun bangku cadangannya sedikit lebih lemah dari biasanya. Hanya Rosicky dan Monreal yang punya kualitas yang hampir sama dengan pemain inti. Mudah-mudahan tidak terjadi cedera selama 90 menit pertandingan ini.

Prediksi line up Liverpool:

Mignolet – Toure Skrtel Sakho – Johnson Henderson Leiva Gerrard Cisokkho – Sturridge Suarez

Coutinho dan Moses di bangku cadangan dan mungkin saja dimainkan menggantikan Henderson atau Cisokkho.

Menghadapi formasi tiga CB Liverpool, Arsenal mesti memanfaatkan lebar lapangan. Sayangnya Arsenal tidak memiliki pemain sayap murni. Ozil dan Ramsey mesti sering drift ke sayap untuk stretching posisi pemain Liverpool, menggantikan peran Sagna dan Gibbs yang mesti lebih berhati-hati terhadap kecepatan Sturridge dan Suarez. Penampilan melawan Napoli bisa diulang di pertandingan ini. Menekan lawan dari awal, memaksa lawan melakukan kesalahan dan transisi yang cepat dari pertahanan ke penyerangan untuk menyerang 3 CB Liverpool adalah kuncinya. Liverpool sendiri akan bermain lewat long ball dari Gerrard yang akurat dan memanfaatkan kecepatan SAS. Di sini peran Gibbs dan Sagna amat penting. Jangan sampai kesalahan melawan Dortmund terulang, ketika fullback maju dua-duanya dan terlambat cover belakang.

Formasi apapun yang digunakan, pertandingan ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil. Kesalahan sekecil apapun dalam pertandingan level top akan dimanfaatkan oleh lawan. Arsenal mesti percaya diri dengan formasi dan gaya permainan sepakbola mereka dan tidak terlalu terpengaruh dengan gaya lawan. Operan satu dua sentuhan Arsenal yang secepat kilat akan efektif melawan siapapun selama ada kepercayaan diri di semua pemain Arsenal. Ozil dan Cazorla belum memperlihatkan permainan terbaiknya di beberapa pertandingan sebelumnya. Mungkinkah malam ini mereka berdua ditambah Giroud akan bertransformasi menjadi Godzilla? Striker manapun akan sumringah bila bermain di depan dua pencipta kesempatan terbanyak di liga Eropa dan liga Inggris musim lalu.

Kemenangan Arsenal dalam pertandingan ini akan menyadarkan Rodgers kalau kita bukanlah rivalnya. Masak Kaiju mau dianggap selevel pasukan khusus manusia?

Kesempatan untuk The Greatest Striker That Ever Lived

Ryo, Bendtner akan tampil malam ini
Ryo, Bendtner akan tampil malam ini

Malam ini, atau tepatnya Rabu dini hari Arsenal akan berhadapan dengan Chelsea di babak 16 besar Capital One Cup di Emirates Stadium. Capital One Cup yang juga disebut Mickey Mouse Cup oleh Mourinho, umumnya dianggap sebagai kompetisi keempat dalam urutan prioritas klub elit Liga Inggris (setelah Premier League, Champions League, FA Cup). Dimainkan sebelum pertandingan big match akhir pekan melawan Liverpool, dan hanya 3 hari setelah pertandingan liga akhir pekan lalu, Arsenal mesti mempertimbangkan faktor kelelahan dalam memilih pemain untuk starting line up nanti.

Namun bermain di kandang sendiri dan kemungkinan menghadapi lawan-lawan yang lebih mudah setelah babak ini di Capital One Cup bisa jadi membuat Wenger berpikir ulang untuk melepaskan peluang emas menghadirkan trofi musim ini. Bila berhasil mengatasi Chelsea, praktis hanya duo klub Manchester yang bisa dikatakan lawan berat di babak-babak selanjutnya. Walaupun kita tak boleh melupakan kejutan selalu ada di turnamen domestik seperti ini. Arsenal dikalahkan oleh Bradford City di turnamen ini musim lalu dan Swansea menjadi juaranya setelah mengalahkan Bradford City. Tinggal 4 pertandingan menuju final (pertandingan ini, babak perempat final dan dua leg semifinal) menjadi prospek yang menggiurkan bagi tim yang sudah delapan tahun tidak mendapatkan trofi ini. Bagaimana menyeimbangkan antara resiko cedera dan kemungkinan menang menjadi keputusan yang penting bagi Wenger. Posisi puncak klasemen liga tentu juga tidak kalah pentingnya di tengah kompetisi yang bahkan lebih ketat daripada musim lalu ini.

Prediksi saya, Wenger akan mengistirahatkan sebagian besar pemain intinya di bangku cadangan. Hitung-hitung untuk tetap menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Mourinho juga rasanya tidak mungkin memainkan sebelas pemain yang sama yang bertarung mati-matian di pertandingan melawan Manchester City dua hari lalu. Namun Mourinho punya banyak pemain senior yang tidak ia mainkan pekan lalu seperti Juan Mata dan David Luiz. Willian dan Eto’o yang duduk di bangku cadangan saat melawan City kemungkinan akan start hari ini.

Untuk Arsenal, Bendtner akan menggantikan Giroud dan Vermaelen akan diberikan kesempatan. Apakah Koscielny atau Mertesacker yang ditandemkan dengan sang kapten? Dugaan saya Mertesacker mengingat kita membutuhkan reading gamenya dan Koscielny-Vermaelen tidak begitu cocok di beberapa kesempatan musim lalu. Bek kanan akan diisi Jenkinson dan kiri Monreal. Szczesny akan digantikan Fabianski dan Viviano masuk bangku cadangan. Back five yang tidak lemah menurut saya. Hanya sedikit di bawah starting line up biasanya.

Untuk lapangan tengah, Arteta tidak bisa bermain karena satu kali larangan bermain akibat kartu merah saat melawan Crystal Palace. Wenger sudah mengatakan Isaac Hayden (pemain muda yang start saat melawan WBA di CoC) akan bermain. Pasangannya mungkin Rosicky dan Wilshere. Ramsey dan Ozil akan duduk di bangku cadangan.

Untuk posisi depan menemani Bendtner hampir pasti adalah Gnabry dan Ryo Miyaichi. Bila Gnabry dirasakan kurang fit, Cazorla kemungkinan akan dimainkan. Secara keseluruhan lini tengah dan depan Arsenal masih cukup kuat dengan kombinasi starter dan pemain cadangan. Tidak seperti sebuah Team B sepenuhnya.

Prediksi: Fabianski – Jenkinson Mertesacker Vermaelen Monreal – Wilshere Hayden Rosicky – Gnabry Bendtner Ryo

Cadangan: Viviano, Koscielny, Gibbs, Ramsey, Ozil, Cazorla, Giroud

Dengan kemungkinan Cazorla menggantikan posisi Ryo bila Wenger ingin sedikit experience dan jaminan dominasi permainan di lini tengah.

Pertandingan in akan menjadi pertandingan yang besar untuk Bendtner. TGSTEL (The Greatest Striker That Ever Lived) ini butuh pertandingan ini untuk menjawab keraguan banyak fans Arsenal atas dirinya. Ia bermain bak monster saat melawan Italia di penyisihan Piala Dunia lalu dengan mencetak dua gol lewat sundulan kepala. Crossing Jenkinson dan Rosicky/Cazorla akan menemukan kepalanya malam ini lebh dari satu kali. Ia lebih unggul dalam hal heading daripada Giroud jadi mudah-mudahan rekan timnya dapat memanfaatkan kelebihannya ini.

Selain Bendtner, Ryo juga memiliki kesempatan untuk membuktikan diri. Pemain yang sempat dijuluki Ryodinho saat masa pinjaman di Feyenoord ini bukanlah pemain yang jelek. Namun cedera berkepanjangan setelah masa pinjamannya di Feyenoord menghambat progress penampilannya sejak itu. Saat ini Gnabry telah melampauinya dengan usia yang lebih muda. Berlatih rutin dengan pemain sekelas Ozil dan Cazorla musim ini, Ryo mestinya bisa gunakan kesempatan ini untuk membuktikan diri. Kecepatannya (yang kabarnya sama cepat dengan Walcott) akan menjadi senjata mematikan bila ia bisa manfaatkan dengan baik untuk mengecoh bek uzur Chelsea di pertandingan ini.

Penampilan Rosicky, Wilshere dan Hayden akan menjadi penentu pertandingan ini. Bila lini tengah ini kurang greget, Wenger masih bisa memberikan suntikan pada permainan Arsenal dengan summon Ramsey dan Giroud, dua pemain Arsenal yang paling bisa diandalkan musim ini, di babak kedua. Syaratnya, Arsenal tidak boleh ketinggalan atau kebobolan sebelum itu. Mourinho adalah master of counter attack, master of transition. Timnya bahkan Real Madrid dibangun dengan filosofi itu. Akan sangat kesulitan untuk mengejar ketertinggalan melawan Chelsea. Bila hal itu bisa dilakukan, rasanya sangat realistis untuk berharap menang atas Chelsea malam ini.

Prediksi: 2-1 untuk Arsenal.

Meriam Siap Menembak Elang

Preview Crystal Palace vs Arsenal, 26 Oktober 2013 06:45 pm

Melawan The Eagles Crystal Palace yang duduk di peringkat ke-19 klasemen dengan hanya 3 poin hasil satu kali menang (dari peringkat juru kunci Sunderland) dan 7 kali kalah, Arsenal jauh diunggulkan. Walaupun baru saja kalah dari Dortmund di pertengahan pekan ini, dengan perbedaan form yang amat jauh sekarang ini, rasanya Meriam Arsenal tidak akan kesulitan untuk menembak jatuh The Eagles di kandangnya. Namun Crystal Palace bisa saja menghadirkan kejutan pada pertandingan ini apalagi mengingat pelatih mereka Ian Holloway baru saja dicopot. Perubahan biasanya membawa kejutan.

Marouane Chamakh ex pemain Arsenal yang diboyong Holloway bisa saja menghadirkan kejutan. Hanya mencetak satu gol dari 8 pertandingan bukan penampilan yang cukup untuk striker yang sempat diharapkan mampu memimpin lini depan Arsenal beberapa musim lalu. Chamakh mengalami penurunan kualitas luar biasa sejak digeser Van Persie di Arsenal. Kepercayaan dirinya jauh lebih rapuh daripada Gervinho yang saat ini bersinar di Roma. Sebagai ex pemain Arsenal yang pergi dengan baik-baik, kita harapkan kepercayaan dirinya akan tumbuh kembali, namun jangan di pertandingan ini.

Arsenal sendiri tampaknya akan memainkan formasi biasa, namun tanpa Jack Wilshere. Wilshere tampaknya mengalami gangguan pada ankle sehingga kemungkinan besar ia duduk di bangku cadangan. Wenger tidak begitu kekurangan pemain sehingga tidak perlu memaksakan Wilshere untuk turun. Ia masih punya Cazorla, Ramsey dan Rosicky untuk mendampingi Ozil, Flamini dan Arteta. Flamini pasti dimainkan dan rasanya dengan turunnya performa Ramsey di pertandingan lawan Dortmund, formasi ini yang akan dimainkan malam ini:

Szczesny – Sagna Mertesacker Koscielny Gibbs – Flamini Ozil Arteta – Rosicky Giroud Cazorla

Double pivot Flamini dan Arteta dengan Ozil, Rosicky, Cazorla, tiga pemain kreatif ini saling bertukar posisi, bermain pinball, dan berdansa di sekeliling Giroud.

Atau bila Wenger ingin sedikit eksperimen, ia bisa juga memainkan Gnabry di sayap kanan menggantikan Rosicky. Mengingat hari Selasa malam (Rabu dini hari WIB) Arsenal harus berhadapan dengan Chelsea di Capital One Cup, rotasi pemain akan membantu me-refresh pemain inti maupun cadangan. Tentunya kemenangan di kedua pertandingan itu tetap menjadi target utama.

Pertandingan melawan Dortmund walau hasilnya kekalahan, tidak ada tanda-tanda krisis yang dapat membuat fans Arsenal khawatir. Arsenal memang kalah, namun oleh sucker punch, counter attack yang menjadi ciri khas Dortmund ketika Arsenal sedang mendominasi permainan untuk mencetak gol kedua. Santi Cazorla bahkan nyaris mencetak gol bila tidak karena tiang gawang. Kekalahan Arsenal atas Dortmund tidak seperti kekalahan di kandang saat melawan Bayern Muenchen musim lalu yang mana Arsenal didominasi total. Dengan komposisi pemain yang pas dan kondisi yang prima, saya rasa Arsenal masih bisa membalas kekalahan ini di kandang Dortmund 2 pekan mendatang.

Para pemain Arsenal pasti ingin membalas kekalahan atas Dortmund di pertandingan kali ini. Namun mereka mesti melakukannya dengan kepala dingin dan tidak terburu nafsu. Kenaifan Ramsey men-dribble bola di dekat kotak penalti sendiri yang mengakibatkan Arsenal kebobolan gol pertama saat lawan Dortmund tidak boleh terulang di sini. Dengan memainkan Arteta dan Rosicky, kematangan pemain profesional yang lebih dewasa semestinya akan memenangkan pertandingan ini. Prediksi skor 4-0 untuk Arsenal. Giroud mencetak dua gol, mungkin?

Silakan share prediksi skor dan starting line up Arsenal di kolom komentar. 🙂